Bukan Oli Mesin, Ini Pelumas yang Tetap Dibutuhkan Mobil Listrik

Grease ini masih dibutuhkan karena penggunaannya tidak hanya berkaitan dengan mesin kendaraan bermotor.

Diterbitkan 17 September 2026, 06:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran mobil listrik mulai mengubah wajah industri otomotif. Berbeda dengan kendaraan konvensional, mobil listrik tidak menggunakan mesin pembakaran internal sehingga kebutuhan terhadap sejumlah jenis pelumas ikut mengalami perubahan.

Namun, kondisi tersebut ternyata tidak serta-merta membuat kebutuhan grease atau gemuk pelumas hilang. Produk ini masih dibutuhkan karena penggunaannya tidak hanya berkaitan dengan mesin kendaraan bermotor.

Hal tersebut disampaikan Shell Indonesia saat meresmikan Grease Manufacturing Plant (GMP) di Marunda, Bekasi. Fasilitas baru tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 12 kiloton atau 12.000 ton grease per tahun.

Jason Wong, Executive Vice President of Global Lubricants Shell, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi bisnis pelumas Shell.

Menurutnya, kebutuhan produk pelumas di Indonesia berasal dari berbagai sektor, mulai dari kendaraan penumpang, transportasi hingga industri.

"Indonesia merupakan pasar yang penting bagi kami dan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di kawasan ini," ujar Jason Wong dalam acara peresmian GMP Shell.

Mansi Tripathy, Senior Vice President Lubricants Asia Pacific Shell, menjelaskan bahwa kebutuhan grease tidak hanya berasal dari kendaraan yang menggunakan mesin pembakaran internal.

Grease digunakan untuk melumasi berbagai komponen mekanis. Komponen semacam ini masih terdapat pada kendaraan listrik maupun berbagai peralatan dan mesin yang digunakan di sektor industri.

Hal senada disampaikan Andri Pratiwa, Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia. Ia mengatakan kebutuhan grease tidak bergantung sepenuhnya pada kendaraan bermesin pembakaran.

Pasalnya, grease memiliki fungsi untuk membantu mengurangi gesekan serta menjaga kinerja berbagai komponen mekanis.

Dengan demikian, meski mobil listrik tidak membutuhkan pelumas mesin seperti kendaraan konvensional, bukan berarti seluruh kebutuhan pelumasan pada kendaraan tersebut hilang.

Sejumlah komponen mekanis tetap membutuhkan pelumas dengan karakteristik dan fungsi yang sesuai.

Grease Tak Hanya Digunakan di Sektor Otomotif

 

Selain kendaraan, penggunaan grease juga mencakup berbagai sektor industri. Produk tersebut antara lain dibutuhkan dalam kegiatan pertambangan, konstruksi, manufaktur, pembangkit listrik, transportasi hingga pertanian.

Luasnya penggunaan tersebut membuat pasar grease tidak hanya bergantung pada perkembangan kendaraan bermotor.

Peralihan dari kendaraan bermesin pembakaran menuju kendaraan listrik memang dapat mengurangi kebutuhan terhadap sejumlah jenis pelumas yang secara khusus digunakan pada mesin konvensional.

Namun, grease memiliki fungsi yang lebih luas karena digunakan pada berbagai komponen mekanis dan peralatan. Karena itu, pertumbuhan kendaraan listrik tidak secara otomatis membuat kebutuhan grease menghilang.

 

Shell Tambah Kapasitas Produksi Grease di Indonesia

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Shell meresmikan Grease Manufacturing Plant di Marunda, Bekasi. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 12.000 ton grease per tahun.

Kehadiran fasilitas tersebut juga menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap produk grease masih menjadi bagian dari bisnis pelumas, meskipun industri otomotif tengah memasuki era elektrifikasi.

Indonesia sendiri dinilai menjadi pasar yang penting bagi bisnis pelumas Shell karena kebutuhan produk tersebut berasal dari berbagai sektor.

Dengan semakin berkembangnya kendaraan listrik, jenis pelumas yang digunakan pada kendaraan memang dapat berubah. Namun, kebutuhan terhadap pelumas untuk komponen mekanis tidak serta-merta berakhir.

Pada akhirnya, mobil listrik tetap membutuhkan grease pada sejumlah aplikasi mekanis, sementara sektor industri di luar otomotif juga menjadi pengguna utama produk tersebut.

Jadi, semakin banyak mobil listrik di jalan bukan berarti kebutuhan grease ikut hilang. Produk ini tetap memiliki peran, baik pada kendaraan listrik maupun berbagai mesin dan peralatan yang menopang aktivitas industri.