Volkswagen Bikin Mobil Listrik Super Irit, Sekali Cas Bisa 1.400 Km

Volkswagen Mission Efficiency punya konsep coupe listrik paling aerodinamis di dunia (Cd 0,158) berbasis platform MEB+ .

Diterbitkan 16 September 2026, 13:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Eksperimen terowongan angin Volkswagen kembali menghasilkan sebuah kendaraan konsep dengan tingkat efisiensi yang mengesankan. Melanjutkan warisan program mobil hemat energi XL1, pabrikan asal Wolfsburg, Jerman, memperkenalkan Volkswagen Mission Efficiency.

Konsep kendaraan listrik ini dikembangkan menggunakan platform MEB+ dengan teknologi penggerak roda depan. Fokus utamanya bukan sekadar menggunakan baterai berkapasitas besar, melainkan membuktikan bahwa jarak tempuh mobil listrik dapat ditingkatkan melalui aerodinamika, bobot kendaraan, dan efisiensi energi.

Berdasarkan informasi yang dilansir Motor1, Rabu (16/9/2026), Volkswagen Mission Efficiency mencatatkan rekor dunia baru dalam hal hambatan udara. Kendaraan ini memiliki koefisien hambatan atau drag coefficient (Cd) hanya 0,158, dengan luas area depan mencapai 2,08 meter persegi.

Angka tersebut menjadikan Mission Efficiency sebagai mobil legal jalan raya dengan tingkat aerodinamika yang sangat rendah terhadap hambatan udara.

Efisiensi aerodinamika tersebut tidak hanya terlihat di atas kertas. Dalam pengujian di jalan raya, Mission Efficiency mampu mempertahankan kecepatan 68 km/jam tanpa menggunakan AC dan hanya membutuhkan konsumsi energi 6,48 kWh/100 km.

Pengujian lainnya dilakukan melalui perjalanan lintas negara dari Wolfsburg menuju Wina dengan jarak mencapai 1.278,36 kilometer.

Dalam perjalanan tersebut, kendaraan hanya mencatat konsumsi energi rata-rata 7,51 kWh/100 km, angka yang sudah memperhitungkan kehilangan energi ketika proses pengisian daya atau charging loss.

Menariknya, baterai NMC berkapasitas 54,9 kWh hanya diisi ulang satu kali selama perjalanan. Ketika tiba di Wina, kendaraan masih memiliki energi yang cukup untuk menempuh sekitar 164 km.

Dengan kondisi tersebut, estimasi jarak tempuh teoritis Mission Efficiency disebut dapat melampaui 1.400 km.

Pencapaian ini kemudian mendapatkan sertifikasi resmi dari Lembaga Pencatatan (RID) Jerman, untuk kategori kendaraan listrik empat penumpang yang hampir siap digunakan dalam produksi harian.

Meski berstatus kendaraan konsep, Volkswagen Mission Efficiency tidak sepenuhnya mengorbankan aspek kepraktisan.

Kendaraan ini memiliki konfigurasi kabin 2+2 dan dilengkapi bagasi berkapasitas 481 liter. Pintu belakang dengan bukaan besar juga membuat akses ke ruang bagasi tetap praktis.

Dari sisi dimensi, Mission Efficiency memiliki panjang sekitar 4.775 mm. Sementara untuk memaksimalkan aliran udara, Volkswagen menerapkan sejumlah solusi aerodinamika, termasuk desain bagian belakang bergaya boat tailing, tiga flap pendingin aktif, serta penutup roda belakang.

Berbagai elemen tersebut dirancang untuk mengurangi turbulensi dan hambatan udara ketika kendaraan melaju.

Untuk sistem penggeraknya, Volkswagen Mission Efficiency menggunakan motor listrik single-speed APP290 yang juga digunakan pada ID. Polo.

Motor tersebut menghasilkan tenaga sekitar 135 HP dan torsi maksimum 264 Nm. Salah satu keunggulannya adalah bobot motor yang hanya sekitar 75 kilogram.

Penggunaan komponen penggerak yang ringan menjadi bagian penting dari strategi Volkswagen dalam menekan bobot kendaraan sekaligus meningkatkan efisiensi energi.

Selain mengandalkan aerodinamika, Mission Efficiency juga dibekali sistem panel surya.

Sistem fotovoltaik berdaya 370 Watt ditempatkan pada bagian atap kaca dan pintu bagasi. Energi matahari yang dikumpulkan kemudian dapat digunakan untuk membantu menyuplai kebutuhan kelistrikan kendaraan.

Dalam kondisi yang mendukung, sistem tersebut diklaim mampu memberikan tambahan jarak tempuh harian hingga 30 km.

Teknologi ini membuat energi yang tersedia untuk kendaraan tidak hanya berasal dari baterai dan jaringan listrik, tetapi juga dari sumber energi matahari.

Volkswagen juga melakukan pendekatan berbeda pada interior. Mission Efficiency tidak menggunakan layar infotainment bawaan seperti mobil listrik modern pada umumnya.

Sebagai gantinya, kendaraan ini mengandalkan dudukan smartphone atau tablet untuk kebutuhan hiburan dan informasi. Sistem audio pun menggunakan speaker Bluetooth portabel.

Langkah tersebut dilakukan untuk memangkas bobot sekaligus menunjukkan bahwa efisiensi kendaraan tidak hanya ditentukan oleh sistem penggerak dan baterai.

 

Aerodinamika Jadi Kunci Mobil Listrik Masa Depan

Volkswagen Mission Efficiency menunjukkan pendekatan berbeda dalam mengembangkan mobil listrik berjarak tempuh jauh.

Alih-alih memasang baterai berkapasitas sangat besar, Volkswagen mengoptimalkan berbagai aspek kendaraan, mulai dari aerodinamika, bobot, sistem penggerak, konsumsi energi, hingga pemanfaatan panel surya.

Dengan drag coefficient hanya 0,158 dan konsumsi energi yang rendah, kendaraan konsep ini menjadi demonstrasi bagaimana rekayasa aerodinamika dapat memainkan peran besar dalam meningkatkan efisiensi mobil listrik.

Pendekatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peningkatan jarak tempuh kendaraan listrik tidak selalu harus dilakukan dengan menambah kapasitas baterai.

Di sisi lain, karakteristik mobil listrik yang mampu menyalurkan torsi secara instan serta membawa baterai berkapasitas besar membuat sistem pengereman tetap menjadi komponen penting.

Piringan cakram yang bersih dari karat dan kotoran diperlukan untuk menjaga konsistensi daya cengkeram rem, terutama ketika kendaraan digunakan dalam berbagai kondisi jalan.

Pada kendaraan listrik, sistem pengereman juga bekerja bersama regenerative braking. Karena itu, kondisi komponen pengereman mekanis tetap perlu diperhatikan agar performa pengereman kendaraan selalu optimal.

Pada akhirnya, Volkswagen Mission Efficiency bukan hanya sebuah eksperimen mengenai seberapa jauh mobil listrik dapat melaju. Kendaraan ini menjadi demonstrasi bahwa efisiensi menyeluruh, terutama melalui aerodinamika dan pengurangan bobot, dapat menjadi salah satu kunci penting pengembangan mobil listrik jarak jauh di masa depan.