Tren Layar Raksasa Ditinggalkan Range Rover, Ini yang Dipilih

Range Rover GT mengusung filosofi interior baru yang mengurangi dominasi layar sentuh demi menciptakan kabin mewah yang minim distraksi visual dan akustik.

Diterbitkan 16 September 2026, 06:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pabrikan mobil mewah kini berlomba menghadirkan teknologi digital di dalam kabin. Layar berukuran besar bahkan mulai memenuhi area dasbor demi memberikan kesan modern dan futuristis.

Namun, Range Rover justru memilih pendekatan berbeda. Melalui Range Rover GT terbaru, pabrikan asal Inggris tersebut berencana mengurangi dominasi layar sentuh dan mengembalikan fokus kabin pada kenyamanan serta pengalaman berkendara.

Melansir Motor1, Selasa (15/9/2026), keputusan tersebut diambil setelah Range Rover menilai penggunaan teknologi secara berlebihan justru dapat menimbulkan gangguan bagi pengemudi.

Pendekatan baru ini tidak hanya berlaku untuk Range Rover GT listrik, tetapi juga diproyeksikan menjadi acuan bagi pengembangan seluruh lini produk Range Rover pada masa mendatang.

Brand Global Managing Director Range Rover, Martin Limpert mengatakan, perusahaan ingin menciptakan suasana kabin yang terbebas dari "kebisingan" visual maupun akustik.

"Kami membebaskan kabin kami dari semua itu (kebisingan visual dan akustik). Itulah yang membuat kami unik, kami akan terus berkembang," ujar Limpert, dikutip dari Carsales Australia.

Range Rover menilai jumlah teknologi yang semakin banyak tidak serta-merta membuat sebuah kabin menjadi lebih mewah atau berkualitas.

Karena itu, teknologi pada Range Rover GT akan digunakan secara lebih selektif dan terintegrasi. Tujuannya, agar fitur digital tetap memberikan manfaat tanpa mengambil alih perhatian pengemudi.

"Penyematan teknologi yang semakin banyak tidak secara otomatis membuat kabin menjadi lebih baik. Kami ingin menggunakan teknologi secara lebih selektif, mengintegrasikannya ke dalam kabin tanpa membiarkannya mengambil alih pengalaman berkendara," kata Range Rover dalam pernyataan resminya.

Sebagai bagian dari pendekatan tersebut, Range Rover menggunakan panel instrumen digital dengan desain ramping serta layar sentuh utama yang ditempatkan relatif rendah di bagian tengah dasbor.

Yang menarik, Range Rover juga tidak menghadirkan layar khusus penumpang atau passenger display di bagian depan.

Keputusan ini diambil berdasarkan data internal perusahaan yang menunjukkan bahwa layar tambahan tersebut jarang digunakan.

Alih-alih memberikan nilai tambah yang signifikan, perangkat tersebut dinilai hanya mengambil ruang yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan kabin lebih lapang dan nyaman.

Meski demikian, Range Rover bukan berarti sepenuhnya meninggalkan teknologi digital. Pabrikan tetap menggunakan berbagai sistem elektronik, tetapi berusaha mengintegrasikannya secara lebih harmonis dengan desain interior.

Pendekatan Range Rover GT tersebut menjadi bagian dari upaya mendefinisikan kembali arti kemewahan pada sebuah kendaraan premium.

Selama beberapa tahun terakhir, layar berukuran besar memang menjadi salah satu simbol kemajuan teknologi di industri otomotif. Namun, Range Rover melihat bahwa kemewahan tidak selalu harus ditunjukkan melalui banyaknya perangkat digital di dalam kabin.

 

Fokus Berkendara Tetap Bergantung pada Kondisi Kendaraan

Kabin yang lebih sederhana secara visual diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih tenang bagi pengemudi dan penumpang.

Minimnya gangguan visual juga berpotensi membantu pengemudi mempertahankan fokus ketika berkendara. Terlebih, pengemudi tetap perlu memperhatikan berbagai perubahan kondisi jalan dan merasakan respons kendaraan secara langsung. Salah satunya ketika melakukan pengereman.

Kemampuan pengemudi merespons kondisi jalan memang menjadi faktor penting dalam keselamatan berkendara. Namun, performa kendaraan juga harus ditunjang oleh komponen yang berada dalam kondisi optimal.

Sistem pengereman, misalnya, tidak hanya mengandalkan sensor dan teknologi elektronik. Kondisi fisik komponen rem, termasuk piringan cakram, turut menentukan seberapa optimal kendaraan memperlambat laju.

Piringan cakram yang mengalami keausan tidak merata, berkarat, atau dipenuhi kotoran dapat memengaruhi kinerja pengereman. Karena itu, perawatan sistem rem tetap menjadi bagian penting meskipun kendaraan telah dibekali teknologi keselamatan modern.

Pada akhirnya, filosofi Range Rover GT menunjukkan bahwa perkembangan teknologi otomotif tidak selalu berarti menambah sebanyak mungkin perangkat digital. Bagi Range Rover, teknologi justru harus mampu mendukung kenyamanan dan pengalaman berkendara tanpa menjadi sumber gangguan baru.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa masa depan mobil premium mungkin tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar layar yang terpasang di dasbor, tetapi juga seberapa baik teknologi tersebut mampu menyatu dengan kebutuhan pengemudi.