Shell Resmikan Pabrik Grease di Marunda, Segini Kapasitas Produksinya

Shell resmi membuka pabrik grease di Marunda, Bekasi, dengan kapasitas produksi mencapai 12.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.

Diterbitkan 15 September 2026, 20:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Shell Indonesia resmi membuka Grease Manufacturing Plant (GMP) atau pabrik manufaktur gemuk di Indonesia. 

Fasilitas baru ini menjadi bagian dari investasi Shell untuk memperkuat bisnis pelumas sekaligus memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri.

Pabrik yang berada di kawasan Marunda, Bekasi, tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 12.000 ton grease per tahun. 

Kehadiran fasilitas ini melengkapi Pabrik Pelumas Shell atau Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) yang sebelumnya telah beroperasi di lokasi yang sama.

Dalam acara peresmian, Shell menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar yang penting bagi bisnis pelumasnya. 

Pabrik baru tersebut diharapkan dapat memperluas kemampuan manufaktur Shell sekaligus membuat perusahaan lebih dekat dengan kebutuhan pelanggan di berbagai sektor.

Jason Wong Executive Vice President of Global Lubricants at Shell, mengatakan pembangunan pabrik grease tersebut menjadi bagian dari upaya Shell memperkuat jejak manufakturnya di Indonesia.

"Indonesia merupakan pasar yang penting bagi kami dan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di kawasan ini," ujarnya dalam acara peresmian Grease Manufacturing Plant Shell. 

Menurutnya, pasar pelumas Indonesia terus berkembang dan memiliki kebutuhan dari berbagai sektor, mulai dari otomotif, transportasi hingga industri berat.

Gunakan Teknologi Reaktor Tertutup

Salah satu hal yang menjadi perhatian dari fasilitas baru ini adalah teknologi produksinya. 

Shell menggunakan Contactor Reactor Technology, yang memungkinkan proses produksi dilakukan dalam wadah tertutup dengan pengendalian tekanan dan temperatur secara lebih konsisten.

Teknologi tersebut berbeda dari metode yang umumnya menggunakan wadah terbuka. 

Dengan proses yang lebih terkontrol, Shell menargetkan produk grease dengan kualitas yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Produk yang diproduksi mencakup lini Shell Gadus, yang digunakan untuk berbagai kebutuhan pelumasan pada komponen dan peralatan industri. 

Penggunaannya mencakup sektor seperti pertambangan, konstruksi, manufaktur, pembangkit listrik, transportasi hingga otomotif.

Shell sebelumnya mengumumkan pembangunan GMP di Indonesia pada 2024 sebagai fasilitas yang melengkapi LOBP Marunda. 

Sementara LOBP tersebut telah mengalami ekspansi dan kini memiliki kapasitas hingga 300 juta liter pelumas per tahun, naik dari kapasitas awal 136 juta liter per tahun.

Fokus Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Meski memiliki kapasitas produksi yang besar, Shell saat ini masih memprioritaskan kebutuhan pasar domestik. 

Perusahaan belum menjadikan fasilitas tersebut sebagai pusat ekspor grease untuk kawasan Asia Tenggara.

Mansi Tripathy, Senior Vice President Lubricants Asia Pacific Shell, menjelaskan bahwa tingginya kebutuhan grease di Indonesia membuat kapasitas produksi baru tersebut terlebih dahulu diarahkan untuk konsumen dalam negeri.

Dengan hadirnya fasilitas manufaktur baru, Shell berharap dapat memberikan layanan yang lebih cepat kepada pelanggan sekaligus memperkuat rantai pasok produk pelumas di Indonesia.

Shell juga melihat kebutuhan grease masih akan tetap tinggi meski industri otomotif mulai memasuki era kendaraan listrik. 

Pasalnya, grease tidak hanya digunakan pada sistem mesin pembakaran, tetapi juga berbagai komponen mekanis seperti bearing dan bagian kendaraan lainnya.

Bagi Shell, peresmian GMP ini sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan bisnis pelumas di Indonesia. 

Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan industri sekaligus memperkuat kemampuan produksi pelumas Shell di dalam negeri.Â