Prabowo Prioritaskan Proyek yang Buka Lapangan Kerja

Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan memprioritaskan proyek produktif yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi rakyat.

Diterbitkan 23 Mei 2026, 17:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan memprioritaskan pembangunan proyek-proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Prabowo menilai pengembangan tambak udang di Kebumen menunjukkan hasil yang menjanjikan setelah dikembangkan selama tiga tahun terakhir.

Menurut dia, produktivitas tambak yang dilaporkan mencapai 40 ton per hektare sudah berada pada tingkat yang sangat baik bahkan dinilai telah memenuhi standar internasional.

"Ini luar biasa. Satu hektare bisa menghasilkan 40 ton dan harganya juga sangat bagus," ujar Prabowo di Kebumen, Sabtu (23/5/2026).

Prabowo mengatakan harga udang saat ini berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram. Dengan produktivitas tersebut, proyek budidaya udang dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi yang besar sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Ia menyebut saat ini sekitar 650 warga lokal telah bekerja di kawasan tambak tersebut.

Ke depan, pemerintah juga berencana memperluas pengembangan kawasan budidaya perikanan di sejumlah wilayah Indonesia.

 

Dampak Nyata

Prabowo mengungkapkan proyek tambak seluas 2.000 hektare sedang dibangun di Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, pengembangan tambak seluas 200 hektare juga dilakukan di Gorontalo, sementara kawasan budidaya di Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat direncanakan mencapai 14 ribu hektare.

"Hanya di Pantura nanti fokusnya ikan, sementara di sini udang," katanya.

Prabowo menekankan pembangunan pemerintah ke depan akan difokuskan pada sektor yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama sektor yang menghasilkan pangan dan protein baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.

"Yang kita dukung adalah proyek yang menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan nilai tambah untuk rakyat," ucapnya.

Ia juga menyinggung pembangunan gedung perkantoran yang menurutnya tidak selalu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

"Kantor memang perlu, tapi jangan sampai kantornya megah, produksinya tidak ada. Lebih baik sederhana, tapi hasilnya nyata dan penghasilannya untuk rakyat," kata Prabowo yang disambut tepuk tangan warga.

 

Pengelolaan Jangan Bocor

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyoroti pengelolaan aset negara melalui Danantara atau Daya Anagata Nusantara yang disebutnya sebagai dana kedaulatan Indonesia.

Ia mengingatkan agar pengelolaan kekayaan negara dilakukan secara hati-hati dan transparan.

"Jangan bocor. Itu uang rakyat," tegasnya.

Menurut Prabowo, Danantara mengelola aset BUMN dalam jumlah besar yang nilainya mencapai ribuan triliun rupiah. Karena itu, pengelolaan aset tersebut harus diarahkan untuk kepentingan generasi mendatang.

Selain sektor perikanan, Prabowo juga menyinggung capaian pemerintah dalam ketahanan pangan nasional. Ia menyebut Indonesia saat ini telah mencapai swasembada untuk sejumlah komoditas seperti beras dan jagung.

Sementara itu, target swasembada daging diperkirakan dapat tercapai dalam empat hingga lima tahun mendatang.

Di akhir pidatonya, Prabowo kembali menekankan pentingnya menutup kebocoran kekayaan negara agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.

"Indonesia sangat kaya, tetapi terlalu banyak kekayaan kita bocor. Itu yang harus kita hentikan," ujar Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6