Sukses

Bakal Libatkan UMKM, Forum B20 Digelar 27-28 Januari 2022

Liputan6.com, Jakarta Forum Business (B20) di Indonesia disebut-sebut akan membawa corak berbeda kali ini. Tak hanya membawa pebisnis besar, kali ini B20 yang akan dimulai 27-28 Januari 2022 ini akan melibatkan UMKM.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid menyampaikan forum B20 tetap akan mengakselerasi tema forum G20. Yakni transformasi digitalisasi, transisi energi dan perbaikan sektor kesehatan.

"Penyelenggaraan ini nantinya akan melibatkan Kadin daerah untuk ikut serta, karena yang paling utama disini bagaimana G20 dan B20 bisa kolaborasi, karena kaitannya sangat kental. Kebijakannya nanti ada di G20, tapi juga ada masukan dari B20," katanya dalam Media Briefing, Selasa (18/1/2022).

Ia pun menyebut, dalam pelaksanaannya akan turut membawa kepentingan UMKM dan negara berkembang di luar dari negara anggota G20. Sehingga, pembahasan mengenai bisnisnya akan lebih mencakup semua pihak.

"Pertama kali ini bisa dirasa bukan cuma pebisnis elit, tapi ini kepentingan bersama untuk membawa investasi, membuka peluang pekerjaan, tak hanya pariwisata, dunia UMKM juga," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum B20 Shinta Kamdani memaparkan sebagai tuan rumah di gelaran B20 ke 12 tahun ini, Indonesia memiliki pekerjaan rumah (PR) penting. Yakni tak hanya berbicara outcome mengenai aturan tapi juga langkah konkret.

"Ada pesan untuk juga benefit untuk indonesia, ini bukan hanya untuk kalangan bisnis, tapi untuk seluruh masyarakat," katanya.

Pada pelaksanaannya, Shinta menyebut akan membawa sejumlah topik utama. Yakni inovatif inklusif dan berkembang secara kolaboratif.

"Inklusif ini bukan cuma gender, tapi UMKM, ini yang selama ini belum dikedepankan, karena biasanya di G20 itu mengedepankan agenda negara maju, kita coba angkat bagaimana UMKM atau SME ini bisa dapat equal treatment," terangnya.

Informasi, gelaran awal atau kick-off Forum B20 akan digelar pada 27-28 Januari 2022 secara hybrid. Rencananya, gelaran ini juga akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, puncak acaranya akan digelar pada November 2022, pada bulan yang sama dengan KTT G20. Sepanjang Januari-November, Shinta menyebut akan ada sekitar 50 lebih side event, termasuk kunjungan-kunjungan ke daerah.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tujuh Task Force

Lebih lanjut, Shinta menyebut, dalam gelarannya Forum B20 akan membawa enam plus satu task force. Artinya, akan ada tujuh kelompok bisnis yang akan membahas masing-masing topik turunan.

Dalam Presidensi B20 Indonesia dibentuk 7 gugus tugas (Task Force)/Action Council yang meliputi Trade and Investment, Future of Work and Education, Finance & Infrastructure, Energy, Climate and Sustainability, Integrity and Compliance, serta juga Women in Business Action Council. Gugus tugas ini telah dibentuk untuk memastikan rekomendasi kebijakan yang diberikan bersifat inklusif, berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan dan pemulihan ekonomi, baik Indonesia maupun negara-negara G20 lainnya.

Dalam upaya pemenuhan visi ini, B20 Indonesia mengupayakan rekomendasi kebijakan yang saling menguntungkan dalam ekosistem global, pertumbuhan yang dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, serta menyeimbangkan antara momentum jangka pendek dengan dampak jangka panjang.

Rekomendasi kebijakan yang hendak disusun nantinya akan menjunjung filosofi: Recovery - pemulihan yang memperkuat ekonomi global di masa pasca pandemi. Kemudian, Reform - reformasi yang membentuk ekonomi di masa new normal, dan Resilience - ketahanan yang menciptakan kebijakan kemampuan bertahan menghadapi situasi yang tidak menentu.

Selain itu, Presidensi B20 juga memberikan momentum bagi Indonesia untuk menampilkan (showcasing) langkah-langkah reformasi struktural di tengah pandemi, seperti terbitnya UU Cipta Kerja dan Indonesia Investment Authority (Souvereign Wealth Fund). Sehingga, pada gilirannya, akan meningkatkan confidence Investor Global, membantu percepatan pemulihan ekonomi dan mendorong kemitraan ekonomi pada tingkat global yang saling menguntungkan.