Dorong Inklusi, Sompo Syariah Fokus Kembangkan Perlindungan UMKM pada 2027

Sompo Syariah siap mengintensifkan produk perlindungan UMKM pada 2027 melalui aliansi strategis dengan sektor perbankan dan perluasan saluran distribusi.

Liputan6.com, Jakarta - Sompo Syariah akan mengintensifkan pengembangan produk perlindungan UMKM pada 2027 melalui kemitraan perbankan dan perluasan saluran distribusi.

Sompo Syariah berencana mengintensifkan pengembangan produk perlindungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2027. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan bisnis asuransi syariah melalui kerja sama dengan mitra perbankan dan pelaku industri.

Direktur Utama Sompo Syariah, Ratna Indrayani, mengatakan bahwa pengembangan segmen usaha kecil dan menengah menjadi salah satu fokus utama perusahaan karena kebutuhan perlindungan di sektor tersebut dinilai sangat besar.

“Jadi terkait SME, itu adalah program yang akan sangat intens nanti tahun depan karena itu yang diperlukan oleh banyak masyarakat dan partner kita di Indonesia saat ini,” ujar Ratna dalam konferensi pers peluncuran Sompo Syariah di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Ratna menjelaskan, perusahaan tengah menjajaki pengembangan bisnis melalui mitra perbankan. Strategi ini diharapkan dapat membantu Sompo Syariah menjangkau para pelaku usaha yang membutuhkan perlindungan atas aset maupun kegiatan bisnisnya.

Menurut Ratna, pengembangan produk tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung sektor yang memiliki peran vital dalam perekonomian Indonesia.

“Memang dari mana mereka? Itu tentunya dari partner-partner perbankan kita, kita akan garap dari sana,” kata Ratna.

 

Perluas Distribusi Lewat Kemitraan

Selain mengembangkan produk untuk UMKM, Sompo Syariah mengandalkan kemitraan untuk memperluas distribusi asuransi syariah. Strategi ini dipilih karena kondisi geografis Indonesia yang luas membutuhkan berbagai saluran untuk menjangkau calon nasabah secara optimal.

Ratna menyampaikan bahwa tenaga pemasar tetap memiliki peran penting dalam industri asuransi. Namun, perusahaan tidak dapat hanya mengandalkan agen untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Jadi itu, strategi kami dengan aliansi dengan beberapa pihak supaya kita bisa menjaring lebih banyak lagi,” ujarnya.

Menurut Ratna, kemitraan juga memungkinkan perusahaan memahami kebutuhan setiap segmen pasar secara lebih spesifik. Oleh karena itu, Sompo Syariah akan membangun komunikasi langsung dengan para mitra sebelum menjalankan kerja sama distribusi produk.

“Kita betul-betul harus bisa duduk dengan para partner kami untuk betul-betul tahu apa yang mereka butuhkan,” kata Ratna.

 

Pendekatan Literasi dan Inklusi

Sementara itu, Direktur Sompo Syariah, Diah Safiati Amurwani, menyebut bahwa pendekatan literasi dan inklusi akan dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik masyarakat yang menjadi sasaran.

Perusahaan akan memperkenalkan produk serta konsep dasar asuransi syariah secara bertahap agar calon nasabah dapat memahami manfaat serta kesesuaiannya dengan kebutuhan masing-masing.

Selain segmen UMKM, Sompo Syariah turut mengembangkan perlindungan perjalanan syariah, termasuk asuransi umrah. Perusahaan berharap pengembangan produk dan perluasan kemitraan ini dapat memperbesar jangkauan layanan asuransi syariah di Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6