Kronologi 92 Siswa SMP Cisarua Alami Keracunan, Diduga Usai Santap MBG

Pemicunya diduga dari susu UHT yang dibagikan dalam menu MBG.

Jadi intinya...
  • 92 siswa SMPN 2 Cisarua diduga keracunan usai konsumsi Makanan Bergizi Gratis.
  • Siswa alami mual, muntah, diare; 92 dirawat di RSPG Cisarua.
  • Dugaan awal susu UHT, sampel dibawa ke Labkesda untuk penyelidikan.

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 92 murid SMPN 2 Cisarua, Kabupaten Bogor mengalami keracunan sehingga dilarikan ke RSPG Cisarua Kondisi itu diduga usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kapolsek Cisarua, Kompol Budi Suratman membenarkan sejumlah siswa SMPN 2 Cisarua diduga mengalami keracunan. Siswa yang mengeluhkan sakit telah dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan kesehatan. Beberapa sudah kembali ke rumah usai mendapatkan penanganan.

"Sementara yang di rumah sakit ada 92 orang," ujar Budi, Rabu (21/10/2026).

Pihaknya masih melakukan evakuasi dan pendataan terhadap siswa yang diduga mengalami keracunan. 

"Masih proses evakuasi dari sekolah maupun yang sudah pulang ke rumah," terang Budi.

Pihak kepolisian masih melakukan monitoring terkait siswa yang diduga mengalami keracunan. Pemicu keracunan masih menunggu penjelasan dokter.

"Dugaan sebab akibatnya bagaimana dokter, saya cuma pengamanan dan evakuasi siswa masuk rumah sakit," ucap Budi.

 

Penjelasna SPPG

Terpisah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Leuwimalang 01, memberikan klarifikasi. Pihak SPPG mengklaim proses pendistribusian MBG telah dilakukan sejak pukul 08.03 WIB ke SMPN 2 Cisarua. Pemberian MBG dibagikan langsung ke seluruh siswa di ruang kelas, namun tidak lama berselang Kepala SPPG, Fima Aditya Nugraha, dihubungi pihak sekolah bahwa terdapat siswa yang mengalami muntah dan mual secara mendadak.

Pada pukul 08.40 WIB, Kepala SPPG Leuwimalang 01 mendatangi sekolah yang dilaporkan diduga mengalami gangguan kesehatan. Sejumlah siswa dimintai keterangan dan mengaku mengalami muntah dan mual, setelah meminum susu UHT kemasan yang dibagikan pada bersamaan menu MBG.

Hingga pukul 10.00 WIB jumlah siswa yang mengeluhkan sakit terus mengalami peningkatan hingga 56 siswa. Umumnya para siswa mengalami diare, mual dan muntah sehingga perlu mendapatkan penanganan rumah sakit.

Dinas Kesehatan bersama SPPG berusaha melakukan pemeriksaan dan meneliti adanya dugaan kemasan yang rusak pada susu UHT. Sampel susu tersebut telah di bawa ke Labkesda untuk mengetahui lebih jelas terkait siswa yang mengalami keracunan massal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6