Â
Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat antrean pembelian BBM di sejumlah wilayah Jawa Timur. Kendala distribusi ini ditargetkan tuntas dalam 1–2 hari ke depan
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, membenarkan adanya antrean panjang di beberapa titik, seperti Malang, Jember, dan Blitar. Pihaknya kini bergerak cepat untuk mengurai penumpukan tersebut.
Advertisement
"Kondisinya ada. Memang ada beberapa wilayah yang terindikasi ada antrean, seperti di Malang, Jember, Blitar. Tadi kita upayakan agar segera teratasi," ujar Laode di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Laode memastikan stok cadangan BBM nasional sebenarnya dalam kondisi aman. Masalah utama terletak pada teknis pengiriman ke SPBU.
"Nanti kita cek kalau angka pastinya. Tapi intinya, dalam 1–2 hari ini masalah yang terjadi sudah harus tuntas," tegasnya.
Sebelum meluas ke Jawa Timur, antrean panjang di SPBU sempat melanda Bali akibat gangguan distribusi serupa.
Antrean Bali Mulai Terurai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542212/original/065975700_1774936641-2.jpg)
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menyebut masalah distribusi BBM di Jawa Timur dan Bali sudah mulai tertangani.
Bahlil menyampaikan bahwa PT Pertamina (Persero) terus menyalurkan pasokan tambahan untuk mengurai antrean di lapangan.
"Tadi saya sudah mendapat laporan dari Pertamina. Karena tanggung jawab penyaluran di bawah ada di Pertamina, laporannya menunjukkan antrean sudah mulai terurai berkat pasokan yang terus dikirim," ungkap Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Bahlil menegaskan tidak ada gangguan pada produksi kilang BBM. Hambatan murni terjadi pada jalur distribusi, sementara ketahanan stok nasional dalam posisi sangat tebal.
"Masalahnya ada di distribusi. Cadangan nasional kita berada di angka 16 sampai 18 hari," tegas Bahlil.
Ia merinci, ketahanan stok Pertalite berada di kisaran 16–18 hari. Sementara untuk BBM non-subsidi (RON 92, RON 95, RON 98) serta Solar, cadangannya berada di atas 20 hari.
Advertisement
Langkah Darurat di Bali
Guna menyelesaikan persoalan di Bali, pemerintah menambah armada kapal pengangkut BBM dan mendongkrak cadangan Pertalite setempat hingga 15 hari. Langkah ini diambil setelah proses bongkar muat kapal sempat tersendat di Pulau Dewata.
"Sekarang cadangan di Bali rata-rata 11–12 hari, saya tingkatkan menjadi 15 hari. Kapal pengangkut juga saya tambah tujuh armada untuk mempercepat suplai," tutur Bahlil usai rapat koordinasi di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, Bali.
Sebelumnya, pengiriman BBM ke Bali hanya disokong tiga kapal. Penambahan armada ini diharapkan mampu menjamin kelancaran pasokan dan mencegah antrean berulang.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378118/original/094705800_1792490144-gus_iqdam_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5307544/original/024849800_1754469684-IMG_0583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375655/original/2203975-email-attachment_2026_10_17_hermawan-arifianto_krisis-bbm-kembali-terjadi-di-jember-pertamina-sebut-jadwal-kapal-tangker-yang-berubah_antre_BBM_Jember_Jatimnet_Atta.jpeg.2000x1333_q85_crop.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377404/original/025095100_1792461272-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_07.54.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7177587/original/011018000_1779971776-Penyaluran_LPG_3_kg-28_Mei_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328041/original/026206100_1787133531-WhatsApp_Image_2026-08-19_at_16.45.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542214/original/027883300_1774936645-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3243882/original/056759400_1600662628-20200921-Pertalite-Harga-Premium-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351275/original/068623800_1789651182-IMG_8561.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367534/original/004184000_1791353117-bahlil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354743/original/043043400_1790061615-WhatsApp_Image_2026-09-22_at_14.16.43.jpeg)