Harga XRP Berpeluang Naik ke US$ 1,40, Analis Sebut Bullish Baru Dimulai

Analis kripto menilai XRP berpeluang naik ke US$ 1,40 jika mampu menembus level US$ 1,34 dan mempertahankan momentum bullish.

Diterbitkan 22 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga XRP bergerak di sekitar US$ 1,3177 pada grafik empat jam, sedikit di atas level support US$ 1,3145. Analis kripto sekaligus pendiri Crypto Crusaders, Levi Rietveld, menilai pergerakan ini bisa menjadi awal penguatan baru XRP.

Ia menyebut, kenaikan XRP baru saja dimulai.

Mengutip CoinMarketCap, Kamis (22/10/2026), grafik harga menunjukkan XRP sempat melonjak ke US$ 1,6987 pada akhir Agustus 2026. Setelah mencapai level tersebut, harga bergerak di bawah garis tren menurun hingga pertengahan September.

Pada akhir September, XRP berhasil menembus garis tersebut dan naik ke sekitar US$ 1,65. Pergerakan ini menunjukkan penguatan minat beli setelah tekanan jual sebelumnya.

Dua level penting yang kini menjadi perhatian adalah US$ 1,3619 dan US$ 1,3145. Keduanya menjadi area support setelah XRP terkoreksi dari level tertingginya pada September.

 

Tembus US$ 1,34, XRP Berpeluang Menuju US$ 1,40

Setelah menyentuh sekitar US$ 1,65 pada September, XRP mengalami koreksi dan bergerak dalam kisaran US$ 1,27 hingga US$ 1,38 sepanjang Oktober.

Rietveld menilai level US$ 1,34 menjadi titik penting untuk menentukan arah pergerakan harga selanjutnya.

“Penembusan di atas US$ 1,34 dapat mendorong XRP menuju US$ 1,36 dan US$ 1,40 seiring menguatnya momentum bullish,” ujarnya.

Level US$ 1,40 menjadi perhatian karena sebelumnya berfungsi sebagai area support, sebelum berubah menjadi resistance setelah penurunan harga pada Oktober.

Jika mampu kembali menembus level tersebut, XRP berpeluang menguji area harga yang lebih tinggi. Namun, target itu tetap bergantung pada kemampuan harga mempertahankan momentum kenaikan.

Rietveld menyebut kondisi ini sebagai potensi datangnya “musim kebangkitan XRP”. Meski demikian, proyeksi tersebut merupakan pandangan analis, bukan jaminan harga akan naik. Investor tetap perlu memperhatikan volatilitas pasar dan risiko perubahan tren.