Suara Pilot Korban Kecelakaan 'Dihidupkan' Lagi dengan AI, Ini Respons Lembaga Transportasi AS

Rekaman suara pilot yang tewas dalam kecelakaan pesawat UPS pada 2025, dikloning menggunakan AI dan telah menyebar luas di internet.

Diterbitkan 25 Mei 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah fenomena 'mengerikan' di era kecerdasan buatan (AI) memaksa Komite Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (National Transportation Safety Board/NTSB) mengambil langkah tegas.

Lembaga federal tersebut terpaksa memblokir sementara akses publik ke sistem arsip digital mereka. Keputusan ini diambil setelah ditemukan fakta mengejutkan, di mana rekaman suara pilot yang tewas dalam kecelakaan pesawat UPS pada 2025, berhasil dikloning menggunakan AI dan telah menyebar luas di internet.

Secara hukum, NTSB sebenarnya dilarang keras mempublikasikan rekaman audio asli dari kokpit (Cockpit Voice Recorder/CVR) ke dalam sistem arsip publik demi menghormati privasi korban.

Mengutip Techcrunch, Senin (25/5/2026), sistem tersebut biasanya hanya berisi data teknis penyelidikan yang terbuka untuk umum.

Namun, celah muncul karena arsip kecelakaan penerbangan itu menyertakan file spektrogram dari alat perekam suara. Spektrogram merupakan visualisasi matematika yang mengubah sinyal suara--termasuk frekuensi tinggi dan rendah--menjadi sebuah gambar digital.

Celah teknologi ini pertama kali diendus oleh Scott Manley, seorang YouTuber populer yang kerap membahas sains. Melalui unggahannya di media sosial X, Manley memperingatkan bahwa megabytes data yang tertanam dalam gambar spektrogram tersebut sangat mungkin dikonversi kembali menjadi suara asli.

 

Prediksi Manley Terbukti

Sejumlah oknum memanfaatkan gambar spektrogram tersebut, lalu memadukannya dengan transkrip percakapan resmi yang tersedia bagi publik.

Dengan bantuan peranti AI seperti Codex, mereka berhasil merekonstruksi tiruan audio kokpit dari pesawat UPS Penerbangan 2976 yang jatuh di Louisville, Kentucky.

Meski NTSB telah memulihkan kembali akses publik ke sistem arsip digital mereka pada Jumat lalu waktu setempat, langkah pengamanan ketat tetap diberlakukan.

Lembaga tersebut memutuskan untuk tetap mengunci rapat-rapat dokumen dari 42 kasus penyelidikan aktif guna peninjauan ulang, termasuk berkas sensitif terkait kecelakaan maut UPS Penerbangan 2976.