Sukses

Hacker Pakai Layanan Dukungan 2K Games untuk Sebar Malware ke Gamers

Liputan6.com, Jakarta - Hacker semakin serius menargetkan serangan ke industri gaming, termasuk ke perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Take-Two Interactive. Pasalnya, beberapa waktu lalu, publisher 2K Games mengumumkan ke publik ada pihak ketiga telah menyusupi platform help desk-nya secara ilegal.

Rupanya, hacker tersebut memanfaatkan platform help desk 2K Games untuk mengirim tautan berbahaya ke pelanggan.

Pengumuman tersebut dilakukan hanya sehari setelah Rockstar mengonfirmasi, ada footage video dari GTA 6 dicuri dan dibocorkan oleh peretas yang telah membobol jaringannya serta mengunduh data rahasia.

Mengutip The Verge, Jumat (23/9/2022), sejauh ini belum ada tanda peretasan 2K Games terkait dengan pelanggaran data sebelumnya terhadap Rockstar. Namun, Rockstar dan 2K dimiliki oleh Take-Two Interactive.

Sekadar informasi 2K Games adalah penerbit sejumlah game populer di berbagai genre, mulai dari tembak-tembakan hingga action. Mulai dari game Borderlands, BioShock, Civilization, NBA 2K, hingga WWE 2K series.

Secara keseluruhan, game-game ini ini terjual hingga ratusan juta unit. NBA 2K sendiri telah menjual 112 juta kopi pada 2021. Dengan kebocoran tersebut, basis pemain yang banyak ini berisiko jadi korban jika salah satu saluran informasi terpercaya perusahaan telah disusupi.

Laporan Bleeping Computer menyebut, sejumlah besar gamer 2K Games mendapatkan email dari dukungan Zendesk yang tidak dibuatnya. Bersama email tersebut, ada lampiran file zip berisi program yang dapat dieskekusi, berupa launcher baru untuk 2K Games. Padahal, sebenarnya isinya adalah malware pencuri informasi yang dijuluki sebagai RedLine.

Malware RedLine yang dikirimkan ke pelanggan ini biasanya dijual di darkweb dan bisa melacak dan mentransmisikan data sensitif. Mulai dari password yang disimpan di browser, detail login email, informasi kartu kredit dan dompet kripto, dan lain-lain.

Sejauh ini, 2K tidak memberi informasi tambahan tentang jumlah pelanggan yang mungkin telah terdampak. Akun Twitter perusahaan pun tidak mengunggah informasi detail terkait hal ini.

Para pelanggan yang telah berinteraksi dengan link jahat tersebut disarankan untuk menginstal dan menjalankan program antivirus, mengecek akun email untuk adanya perubahan yang tidak dilakukan pengguna, dan mereset password yang disimpan di browser.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Hacker Sebar Footage Video GTA 6

Sebelumnya, gamer dibuat terkejut dengan beredarnya screenshot (tangkapan layar) dan video gameplay singkat gim Grand Theft Auto 6 (GTA 6) buatan Rockstar Games.

Disebutkan, aset game GTA VI tersebut diambil dari server Rockstar oleh hacker yang menyebut diri mereka "teapotuberhacker".

Mengutip Gamespot, Senin (19/9/2022), grup hacker ini mengklaim telah mencuri source code dan aset gim GTA 5 dan 6, juga GTA 6 versi pengembangan.

Dari 90 lebih video yang saat ini beredar di internet, terlihat bagaimana karakter di dalam gim ini melakukan aksi perampokan hingga tembak-menembak.

Video tersetbu dikonfirmasi oleh laporan Jason Schreier dari Bloomberg, mengatakan GTA 6 berlatar di kota fiksi Miami--lanjutan cerita Vice City.

Selain itu, game baru Rockstar ini juga menampilkan karakter utama wanita untuk pertama kalinya.

Walau video tersebut masih sebatas gim dalam pengembangan, tetapi banyak fitur yang sudah berfungsi dan memperlihatkan lebih awal seperti apa game GTA 6.

Adapun bocoran video ini pertama kali muncul di GTAForums, dengan dugaan peretas mencari source code apa pun yang diminta anggota forum tersebut.

Salah satu permintaan terkait dengan kasus pengadilan melibatkan Take-Two, dengan permintaah yang diduga dibuat oleh salah satu terdakwa dalam kasus tersebut.

Informasi, Rockstar Games sudah mengonfirmasi Grand Theft Auto 6 sedang dalam proses pengembangan berdasarkan postingan di blog resmi perusahaan.

Hingga kabar ini marak beredar di internet, baik Rockstar Games dan Take-Two masih belum memberikan komentar terhadap aksi kebocoran tersebut.

(Tin/Ysl)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS