Catat, Perdagangan Saham di BEI Buka Lagi Mulai 10 Juni 2025

Perdagangan efek di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih libur pada Senin, 9 Juni 2025 dalam rangka cuti bersama. Berikut tanggal pembukaan perdagangan usai libur Idul Adha 2025.

Diterbitkan 09 Juni 2025, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setelah libur panjang dalam rangka perayaan Idul Adha 1446 Hijriah, aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali dibuka pada Selasa, 10 Juni 2025.

Pada Senin (9/6/2025), perdagangan di BEI masih libur karena bertepatan dengan Cuti Bersama Idul Adha 1446 H, sesuai dengan keputusan pemerintah terkait hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2025.

Sebelumnya, pada Jumat, 6 Juni 2025, BEI juga meliburkan aktivitas perdagangan karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, yang ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Dengan demikian, setelah tiga hari libur berturut-turut, yaitu Jumat hingga Senin, pasar modal Indonesia akan kembali beroperasi secara normal pada Selasa.

Kinerja IHSG Sebelum Libur Idul Adha

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan Kamis (5/6/2025), dan jelang libur panjang Idul Adha 2025.

Mengutip data RTI, IHSG pada Kamis, 5 Juni 2025 ditutup melonjak 0,63% ke posisi 7.113,42. Indeks LQ45 mendaki 0,64% ke posisi 801,70. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.136,64 dan level terendah 7.083,89. Sebanyak 332 saham memerah sehingga bebani IHSG. 279 saham menguat dan 197 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.337.598 kali dengan volume perdagangan 23 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16,4 triliun. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran 16.280. Investor asing jual saham Rp 720,6 miliar jelang libur panjang.

Mayoritas sektor saham menghijau yang dipimpin sektor saham basic. Sektor saham basic melonjak 1,74%, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,68% dan sektor saham energi menanjak 0,50%. Lalu sektor saham industri naik 0,22%, sektor saham keuangan bertambah 0,07%, sektor saham properti mendaki 0,25%, dan sektor saham teknologi menanjak 0,29%.

Sementara itu, sektor saham kesehatan turun 1,07%, dan catat penurunan terbesar. Sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,46%, sektor saham infrastruktur melemah 0,07% dan sektor saham transportasi tergelincir 0,04%.

Prediksi IHSG Juni 2025, Simak Analisanya

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat secara moderat pada Juni 2025. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyatakan tren historis penguatan IHSG pada Juni masih berpotensi terulang tahun ini, didukung sejumlah katalis positif baik dari dalam maupun luar negeri.

“Hal tersebut masih bisa terwujud, dengan prediksi IHSG akan bergerak sideways cenderung menguat pada Juni 2025, dalam rentang 7.000–7.300, dengan kecenderungan menembus resistance 7.300 apabila terus ditopang oleh net buy asing, stimulus domestik, dan stabilitas nilai tukar,” ujar Liza, ditulis Jumat (30/5/2025).

Ia juga menambahkan kombinasi dari window dressing akhir semester serta aksi investor yang mulai memposisikan portofolionya menjelang laporan keuangan kuartal II bisa menjadi katalis tambahan yang signifikan.

“Window dressing akhir semester dan positioning menuju laporan keuangan kuartal II bisa menjadi katalis tambahan,” katanya.

Sentimen Penggerak IHSG

Secara umum, sentimen penggerak IHSG pada Juni 2025 mencakup stimulus pemerintah, penurunan bunga penjaminan LPS, pemangkasan BI Rate, serta ekspektasi dovish dari The Fed.

Di sisi lain, risiko global tetap perlu dicermati, terutama dari dinamika tarif dagang AS dan ketegangan geopolitik.

Dengan Rupiah yang berpotensi menguat ke level Rp16.000/USD dan aliran dana asing yang mulai kembali, pelaku pasar diimbau untuk mencermati rotasi sektor dan tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi gejolak eksternal.

Sektor Pilihan

Kiwoom Sekuritas juga menyoroti sektor-sektor yang berpeluang mendapat angin segar, antara lain konsumsi, transportasi, perbankan, properti, teknologi, serta energi.

Dari sisi sektor, Kiwoom Sekuritas menyoroti beberapa sektor yang berpotensi menjadi favorit investor pada Juni ini. Sektor konsumsi dan ritel (ICBP, MYOR, AMRT, UNVR) diperkirakan mendapat dukungan dari stimulus dan peningkatan belanja selama libur sekolah.

Sektor transportasi dan pariwisata (GIAA, BIRD, JSMR) juga berpeluang terdongkrak oleh lonjakan mobilitas masyarakat.

Sektor Perbankan dan Teknologi

Selain itu, sektor perbankan dan multifinance (BBRI, BMRI, ARTO, BFIN) diuntungkan oleh pelonggaran suku bunga dan potensi peningkatan permintaan kredit.

Sektor properti dan semen (CTRA, SMRA, PWON, SMGR, PTPP) juga mendapat sentimen positif dari turunnya cost of fund. 

Di sisi teknologi dan data center (TLKM, WIFI, DCII), permintaan yang stabil dan transformasi digital menjadi penopang utama. Adapun sektor energi (ITMG, ADRO, AADI, PGEO) tetap relevan di tengah prospek jangka menengah dari RUPTL PLN 2025–2034.