Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan penyebab realisasi penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) merosot pada 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menuturkan, penurunan calon perusahaan untuk menggelar IPO dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya dinamika kondisi pasar global.
"Termasuk meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi timing perusahaan untuk melaksanakan penawaran umum,” ujar Hasan dikutip dari Antara, Kamis, (17/9/2026).
Advertisement
Selain itu, Hasan juga menuturkan, terdapat beberapa rencana IPO saham yang belum memperoleh persetujuan karena masih diperlukan peningkatan kualitas keterbukaan informasi.
Hasan menuturkan, fokus OJK tidak hanya pada pencapaian jumlah IPO, tetapi atas keseluruhan penghimpunan dana di pasar modal.
“Dalam rangka mengembangkan perusahaan yang akan melakukan IPO, OJK bersama dengan BEI terus melakukan sosialisasi kepada calon emiten termasuk salah satunya dengan melakukan coaching clinic di beberapa daerah di Indonesia,” ujar dia.
Adapun perusahaan yang sedang dalam pipeline proses pendaftaran IPO tercatat sebanyak tujuh perusahaan per 6 September 2026, dengan perkiraan target dana maksimal sebesar Rp 4,02 triliun.
Di sisi lain, OJK mengungkapkan nilai penghimpunan dana di pasar modal tembus Rp 148,3 triliun per 6 September 2026.
OJK menargetkan penghimpunan dana pada 2026 dapat mencapai Rp 250 triliun, sebagaimana telah disampaikan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) awal tahun ini.
“Dalam mencapai target dimaksud, OJK tetap senantiasa mengedepankan pada kualitas keterbukaan informasi serta kesiapan calon emiten,” kata dia.
BEI Proses IPO 7 Perusahaan, Mayoritas Punya Aset Jumbo
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, ada tujuh perusahaan yang mencatatkan saham di BEI hingga 4 September 2026. Total dana dihimpun perusahaan dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) mencapai Rp 2,16 triliun.
"Hingga saat ini terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, ditulis Senin, (7/9/2026).
Berikut klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017:
2 perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar)
2 perusahaan aset skala menengah (aset di antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar)
3 perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp 250 miliar)Rincian sektor perusahaan:
Melihat dari sektornya yang mendominasi yakni sektor perawatan kesehatan sebanyak tiga perusahaan, dua perusahaan dari sektor energi, masing-masing satu perusahaan dari sektor consumer nonsiklikal dan sektor industri.
Penerbitan EBUS
Selain itu, BEI telah menerbitkan 126 emisi dari 62 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan dan dihimpun Rp 118,06 triliun.
“Sampai dengan 4 September 2026, terdapat 13 emisi dari sembilan penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” ujar Saidu.
Untuk klasifikasi sektor antara lain tiga perusahaan dari sektor energi, tiga perusahaan dari sektor keuangan, dua perusahaan dari sektor infrastruktur dan satu perusahaan dari sektor basic materials.
Rights Issue
Saidu menambahkan, per 4 September 2026 telah terdapat 15 perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp 15,85 triliun.
Ada satu perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue yakni satu perusahaan dari sektor properti dan real estate.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326673/original/065816300_1787032025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T124607.387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540003/original/047682600_1774673984-Klaim_nasaruddin_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350433/original/029287200_1789615728-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-17T102714.549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567142/original/083091100_1777266448-IMG_2667.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497595/original/070518800_1770638545-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5755475/original/077659200_1778657376-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568754/original/068350400_1777371982-PT_GoTo_Gojek_Tokopedia_Tbk__GOTO_-28_April_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297960/original/080980600_1784112251-Direktur_Utama_BEI_Jeffrey_Hendrik-15_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182873/original/071417500_1744109076-20250408-Penutupan_IHSG-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497601/original/069263100_1770638743-1.jpg)