6 Dekorasi yang Mengganggu Pemandangan Teras dan Sebaiknya Disingkirkan

Dekorasi yang mengganggu pemandangan teras dapat mengurangi daya tarik rumah. Kenali jenis barang yang sebaiknya disingkirkan untuk menciptakan teras nyaman dan

Diterbitkan 17 September 2026, 15:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Teras merupakan bagian rumah yang pertama kali terlihat dari luar, sehingga dekorasi yang mengganggu pemandangan teras dapat membuat tampilan rumah terasa kurang rapi meski bagian lainnya sudah tertata. Terlalu banyak aksesori, warna yang saling bertabrakan, atau furnitur berukuran besar bisa membuat area ini kehilangan kesan lapang.

Padahal, teras tidak harus dipenuhi dekorasi agar terlihat menarik. Beberapa furnitur yang proporsional, tanaman yang sehat, pencahayaan yang baik, serta ruang kosong yang cukup justru dapat menciptakan tampilan yang lebih nyaman dan enak dipandang.

Sejumlah desainer interior yang dikutip The Spruce, Southern Living, dan Real Simple juga menekankan pentingnya menyederhanakan area depan rumah. Prinsipnya bukan menghilangkan semua dekorasi, melainkan memilih elemen yang benar-benar mendukung fungsi dan karakter teras. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (17/9/2026).

1. Tanaman Artificial yang Mulai Kusam dan Berdebu

Tanaman memang menjadi salah satu dekorasi yang paling mudah digunakan untuk membuat teras terasa lebih hidup. Namun, tanaman plastik yang sudah lama terpapar matahari, debu, dan hujan justru dapat berubah menjadi dekorasi yang mengganggu pemandangan teras.

Dalam artikel The Spruce, desainer Lisa Quinn menilai tanaman artificial kurang ideal untuk menciptakan tampilan teras yang timeless. Menurutnya, material tersebut mudah terlihat pudar dan berdebu sehingga tampilan yang semula ingin dibuat segar justru terasa kurang terawat.

Masalah ini semakin terlihat pada tanaman plastik berwarna hijau mencolok atau tanaman imitasi yang ditempatkan terlalu banyak. Dari kejauhan, kumpulan daun dengan warna dan bentuk seragam dapat terlihat kurang alami.

Bukan berarti seluruh tanaman buatan harus langsung dibuang. Jika kondisinya masih bagus dan ditempatkan di area yang terlindung, tanaman tersebut tetap dapat digunakan. Namun, untuk teras yang ingin terlihat lebih natural, beberapa tanaman hidup yang sesuai dengan kondisi cahaya akan memberikan kesan lebih segar.

Pilih tanaman yang relatif mudah dirawat, kemudian gunakan pot dengan bentuk sederhana. Teras tidak membutuhkan hutan mini untuk terlihat hijau.

2. Papan atau Dekorasi dengan Terlalu Banyak Tulisan

Papan bertuliskan “Welcome”, kutipan motivasi, nama keluarga, atau berbagai kalimat dekoratif memang dapat menjadi aksesori yang menarik perhatian. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, perhatian justru terpecah dan teras terlihat lebih ramai.

Leah Hook, desainer yang dikutip The Spruce, menyarankan untuk mengurangi bantal, papan, dan dekorasi yang dipenuhi kata-kata atau frasa. Menurut pendekatan desain tersebut, kesan ramah kepada tamu tidak harus diciptakan melalui tulisan.

Prinsip serupa juga muncul dalam Southern Living. Desainer yang diwawancarai publikasi tersebut menyebut dekorasi berupa tanda atau tulisan dapat membuat area pintu masuk terasa terlalu dekoratif dan cepat terlihat ketinggalan zaman.

Jika teras sudah memiliki nomor rumah, papan nama, keset bertulisan, papan ucapan, dan hiasan dinding dalam satu area, coba lakukan penyederhanaan. Pertahankan satu elemen yang paling sesuai dengan karakter rumah, sementara sisanya dapat dipindahkan ke area lain.

Teras yang sederhana bukan berarti membosankan. Justru dengan mengurangi tulisan, bentuk arsitektur rumah, warna pintu, tanaman, dan tekstur material dapat menjadi pusat perhatian.

3. Koleksi Pot yang Tidak Saling Berhubungan

Banyaknya tanaman tidak selalu menjadi masalah. Yang sering membuat teras terlihat berantakan adalah kumpulan pot dengan bentuk, warna, ukuran, dan motif yang sama-sama ingin menjadi pusat perhatian.

The Spruce mengutip desainer Kel Norman yang menyebut kumpulan pot yang tidak serasi sebagai salah satu masalah umum pada teras. Menurutnya, pot tidak harus memiliki warna identik, tetapi sebaiknya memiliki hubungan visual, misalnya berada dalam palet warna yang sama.

Bayangkan teras dengan pot merah terang, biru tua, kuning, putih bermotif, pot plastik hitam, dan pot bermotif batu yang diletakkan berdekatan. Masing-masing mungkin terlihat menarik jika berdiri sendiri, tetapi ketika dikumpulkan, mata tidak memiliki satu titik fokus.

Solusinya cukup sederhana. Kelompokkan pot berdasarkan warna atau material. Pot terakota, misalnya, dapat memberikan nuansa hangat dan natural. Sementara itu, pot berwarna netral seperti putih, abu-abu, atau beige dapat menyatu dengan gaya rumah minimalis.

Perbedaan ukuran justru masih dapat dipertahankan. Pot kecil, sedang, dan besar dapat membuat komposisi lebih dinamis selama warna dan bentuknya tetap memiliki benang merah.

4. Furnitur Teras Berukuran Terlalu Besar

Teras yang luas memang memberikan keleluasaan untuk menempatkan kursi, meja, bangku, atau sofa. Namun, furnitur yang terlalu besar bisa membuat area tersebut terasa sempit dan menghalangi pemandangan menuju pintu rumah.

Real Simple menekankan pentingnya mempertimbangkan skala furnitur dengan ukuran teras. Jika aksesori dan furnitur membuat area terasa penuh, saatnya melakukan penyuntingan terhadap benda-benda yang ada.

Hal ini sejalan dengan pandangan desainer yang dikutip Southern Living mengenai area masuk rumah. Furnitur berukuran besar dapat membuat ruang transisi terasa sesak, padahal area tersebut tidak perlu diisi sampai setiap sudutnya penuh.

Untuk teras kecil, satu bangku ramping atau dua kursi dengan meja kecil mungkin sudah cukup. Sisakan jalur yang jelas menuju pintu sehingga teras tetap nyaman digunakan.

Selain ukuran furnitur, perhatikan pula tinggi visualnya. Rak tinggi, kursi dengan sandaran besar, atau dekorasi yang menjulang dapat menghalangi pandangan dan membuat fasad rumah terasa tertutup.

5. Bantal dan Tekstil yang Sudah Pudar

Bantal kursi, karpet luar ruangan, selimut tipis, dan tekstil dekoratif dapat membuat teras terasa lebih nyaman. Namun, benda-benda tersebut juga mudah mengalami perubahan warna akibat paparan matahari dan cuaca.

The Spruce menyebut tekstil luar ruangan pada akhirnya dapat memudar jika terus-menerus terpapar sinar matahari. Desainer Kel Norman menyarankan furnitur luar ruangan ditutup ketika tidak digunakan dan bantal dibawa masuk agar lebih awet.

Masalahnya, kebiasaan tersebut tidak selalu mudah dilakukan setiap hari. Akibatnya, bantal yang awalnya berwarna cerah bisa berubah kusam, sementara kain yang sering terkena hujan dapat menunjukkan tanda-tanda lembap atau kerusakan.

Sebelum menambahkan tekstil baru, periksa terlebih dahulu kondisi yang sudah ada. Jika warnanya pudar, bentuknya kempis, atau permukaannya terlihat rusak, tidak perlu dipaksakan tetap menjadi dekorasi.

Teras akan terlihat jauh lebih rapi dengan satu atau dua tekstil yang kondisinya baik daripada banyak bantal yang sudah kehilangan warna.

6. Dekorasi Musiman dan Aksesori yang Terlalu Ramai

Dekorasi Halloween, Natal, Lebaran, atau tema tertentu memang menyenangkan. Namun, jika setiap pergantian musim membuat seluruh teras dipenuhi aksesori baru, tampilannya bisa terasa terlalu ramai.

Real Simple menyarankan agar dekorasi musiman tidak berlebihan. Alih-alih memenuhi teras dengan benda bertema tertentu, karakter musim dapat ditampilkan melalui tanaman atau tekstil dalam warna yang sesuai.

Southern Living bahkan mengutip desainer yang menyarankan agar area pintu masuk tidak terus-menerus diganti mengikuti setiap hari raya. Pendekatan yang lebih sederhana adalah mempertahankan elemen utama dan menggunakan satu dekorasi musiman sebagai aksen.

Misalnya, cukup mengganti hiasan pintu atau menambahkan beberapa tanaman berbunga. Dengan demikian, teras tetap memiliki suasana baru tanpa kehilangan kesatuan visual.

Prinsip ini juga dapat diterapkan pada rumah dengan teras kecil. Semakin terbatas luasnya, semakin penting memilih dekorasi yang memiliki fungsi sekaligus nilai estetika.

Cara Menentukan Dekorasi yang Sebaiknya Disingkirkan

Tidak semua benda yang terlihat memenuhi teras harus langsung dibuang. Mulailah dengan mengamati area tersebut dari jalan atau dari depan pagar. Posisi ini membantu melihat tampilan teras sebagaimana orang lain melihatnya.

Perhatikan benda yang paling mencuri perhatian. Apakah pot yang warnanya terlalu mencolok? Apakah kursi terlalu besar? Apakah ada tumpukan barang di atas bangku? Atau justru banyak dekorasi kecil yang membuat mata tidak tahu harus melihat ke mana?

Selanjutnya, gunakan prinsip sederhana: pertahankan benda yang berguna, indah, dan sesuai skala; singkirkan benda yang rusak, berlebihan, atau tidak memiliki fungsi jelas.

Real Simple juga menekankan pentingnya ruang bernapas pada teras. Area luar rumah sebaiknya tetap terasa nyaman dan tidak dipenuhi benda hanya demi membuatnya tampak “terdekorasi”.

Dengan pendekatan tersebut, mengurangi dekorasi bukan berarti membuat teras kehilangan karakter. Sebaliknya, ruang kosong yang cukup dapat membuat pintu, tanaman, furnitur, dan detail arsitektur rumah terlihat lebih menonjol.

Pertanyaan Seputar Penataan Teras

1. Apakah teras harus memiliki banyak dekorasi agar terlihat menarik?

Tidak. Teras justru dapat terlihat lebih elegan dengan beberapa elemen yang dipilih secara cermat. Tanaman sehat, furnitur proporsional, pencahayaan, dan ruang kosong yang cukup sering kali sudah memadai.

2. Berapa banyak tanaman yang ideal untuk teras kecil?

Tidak ada jumlah mutlak karena bergantung pada ukuran teras dan jenis tanaman. Yang terpenting adalah tanaman tidak menghalangi jalan, pintu, jendela, atau area duduk.

3. Apakah semua pot di teras harus memiliki warna yang sama?

Tidak harus. Pot dapat berbeda ukuran atau bentuk, tetapi sebaiknya memiliki hubungan visual melalui warna, material, atau gaya agar tidak terlihat seperti kumpulan benda yang terpisah.

4. Bagaimana membuat teras kecil terlihat lebih luas?

Kurangi furnitur berukuran besar, hindari menumpuk aksesori, dan sisakan jalur yang jelas. Penggunaan warna netral serta dekorasi dengan ukuran yang sesuai juga dapat membantu menciptakan kesan lebih lapang.

5. Apakah dekorasi musiman boleh digunakan di teras?

Boleh, tetapi sebaiknya tidak berlebihan. Satu hiasan pintu, beberapa tanaman, atau aksesori kecil sudah cukup untuk memberikan nuansa musiman tanpa membuat teras terlihat penuh.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6