Liputan6.com, Jakarta Resep ote-ote selalu jadi andalan saat kamu ingin menyajikan gorengan yang renyah di luar, lembut di dalam, dan gurih menggigit. Di Jawa Timur, khususnya Surabaya, ote-ote adalah nama populer untuk bakwan sayur yang kerap diberi topping udang utuh di atasnya. Camilan ini punya banyak nama kembar di berbagai daerah, jadi hampir semua orang sudah akrab dengan wujud dan rasanya.
Nama "bakwan" sendiri berakar dari bahasa Hokkian, dengan "bak" yang berarti daging dan "wan" yang berarti bulat. Isian daging pada versi awal perlahan digantikan sayuran yang lebih murah dan mudah didapat, sehingga lahirlah versi sayur yang kita kenal sekarang. Di Jawa Barat gorengan serupa disebut bala-bala, di sejumlah tempat dikenal sebagai weci, sementara di Jawa Tengah ada varian bernama gimbal.
Gorengan sayur bertepung ternyata bukan milik Indonesia semata. Mengutip Saveur, camilan sejenis punya banyak kerabat di dunia, mulai dari accara yang ringan khas Afrika Barat, kue zukini ala Kreta, hingga vada pav yang jadi jajanan kaki lima Mumbai. Resep ote-ote di bawah ini mengejar satu tujuan utama, yakni tekstur kriuk yang bertahan lama tanpa berminyak, hal yang sering gagal dicapai di dapur rumahan.
Advertisement
Sekilas tentang Ote-Ote Khas Jawa Timur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5410617/original/053917800_1762938623-bakwan_udng.jpg)
Ciri paling menonjol dari ote-ote Surabaya adalah udang utuh yang diletakkan di permukaan adonan sebelum digoreng, memberi aroma laut dan tampilan yang menggoda. Isian utamanya berupa kombinasi kol dan wortel, kadang ditambah tauge, dengan bumbu bawang dan ketumbar yang bikin gurih. Sebagai salah satu ikon camilan gurih khas Indonesia, ote-ote paling nikmat disantap hangat bersama cabai rawit.
Meski sering disamakan, ada perbedaan halus antar-varian. Ote-ote umumnya merujuk pada bakwan sayur bertopping udang, sedangkan bala-bala lebih menonjolkan sayur tanpa udang. Yang cukup unik adalah ote-ote Porong dari Sidoarjo, yang memakai bubur kedelai pada adonan kulit dan diisi daging cincang, sehingga teksturnya berbeda dari ote-ote sayur biasa. Ote-ote pun akrab dengan meja kuliner Jawa Timur yang kaya olahan petis, karena banyak orang menyantapnya dengan sambal petis.
Advertisement
Resep Ote-Ote Renyah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548649/original/051128500_1775546808-unnamed__24_.jpg)
- Porsi: sekitar 12 buah (4 porsi)
- Waktu persiapan: 20 menit
- Waktu memasak: 25 menit
- Tingkat kesulitan: Mudah
Bahan Ote-Ote
Bahan utama
- 200 gram kol, iris halus
- 150 gram wortel, potong korek api
- 100 gram tauge, siangi (opsional)
- 3 batang daun bawang, iris tipis
- 2 batang seledri, iris halus
- 250 gram tepung terigu protein sedang
- 50 gram tepung beras
- 1 butir telur
- 350 ml air es
- 1 sdm margarin, lelehkan
- 1/2 sdt baking powder
Bumbu halus
- 4 siung bawang putih
- 4 butir bawang merah
- 1 sdt ketumbar bubuk
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 sdt garam
- 1 sdt kaldu bubuk
- 1/2 sdt gula pasir
Pelengkap
- 12 ekor udang kecil segar, kupas (opsional untuk topping)
- Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng
- Cabai rawit atau sambal petis untuk penyajian
Advertisement
Cara Membuat Ote-Ote Renyah
Kunci sukses ada pada adonan yang pas dan cara menggoreng yang benar. Ikuti langkah berikut secara berurutan.
- Iris halus kol, potong wortel bentuk korek api, lalu iris tipis daun bawang dan seledri. Taburi kol dan wortel dengan sedikit garam, diamkan 5 sampai 10 menit, lalu peras airnya hingga sayuran lebih kering.
- Campur tepung terigu, tepung beras, dan baking powder di wadah besar, lalu masukkan bumbu halus. Aduk rata.
- Tuang air es sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan kental menyerupai adonan pancake, tidak terlalu encer. Masukkan telur dan margarin leleh, aduk hingga licin tanpa gumpalan.
- Masukkan kol, wortel, tauge, daun bawang, dan seledri ke dalam adonan. Aduk perlahan hingga semua sayuran terbalut rata.
- Panaskan minyak yang banyak dengan api sedang hingga sekitar 170 sampai 180 derajat Celsius. Uji dengan meneteskan sedikit adonan; jika langsung mengambang dan berbuih, minyak siap dipakai.
- Celupkan sendok sayur atau cetakan ote-ote ke dalam minyak panas sebentar agar adonan tidak lengket.
- Tuang satu sendok adonan ke cetakan, letakkan satu ekor udang di atasnya, lalu celupkan cetakan ke minyak panas. Goyangkan perlahan hingga ote-ote terlepas.
- Goreng hingga bagian bawah mengeras dan mudah dilepas, balik sesekali, hingga seluruh permukaan kuning keemasan dan terdengar renyah.
- Angkat dan tiriskan di rak kawat atau tisu dapur, lalu taburi sedikit garam selagi panas agar bumbu menempel.
- Sajikan ote-ote selagi hangat bersama cabai rawit atau sambal petis.
Merujuk panduan Splash of Taste, cetak adonan dengan ketebalan seragam agar ote-ote matang merata tanpa gosong di luar dan mentah di dalam.
Baca juga: tips agar gorengan renyah
Tips agar Ote-Ote Maksimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5410618/original/095370600_1762938623-udang_bakwan.jpg)
Renyahnya ote-ote sering hanya bertahan sebentar. Beberapa teknik berikut membantu hasil kriuk meski sudah dingin.
- Pilih sayuran yang "kering". Kol, wortel, dan daun bawang lebih aman dibanding tauge yang berair dan bisa membuat adonan menghitam serta mudah gosong.
- Peras air dari sayuran. Albert Bevia, dikutip dari Spain on a Fork, menyatakan, "Ini akan mengeluarkan air dari bahan sehingga fritter yang dihasilkan menjadi renyah."
- Kombinasikan tepung terigu dan tepung beras. Tepung beras tidak mengandung gluten sehingga membentuk lapisan luar yang garing, sementara terigu memberi daya rekat pada adonan. Pelajari lagi trik adonan gorengan tahan lama supaya hasilnya konsisten.
- Gunakan air es dan jaga suhu minyak stabil. Adonan bersuhu rendah menghasilkan kerak lebih renyah, dan jangan menggoreng terlalu banyak sekaligus agar suhu minyak tak anjlok. Prinsip ini juga berlaku saat menggoreng ikan agar tidak berminyak.
- Bumbui selagi panas. Dikutip dari Just a Taste, momen terbaik memberi garam adalah tepat setelah gorengan diangkat, "Taburi sedikit garam selagi panas agar bumbunya menempel."
Baca juga: rahasia gorengan tetap renyah
Menyimpan agar tetap renyah
Ote-ote paling enak disantap hangat. Bila ada sisa, dinginkan dulu lalu simpan dalam wadah kedap udara supaya uap air tidak membuatnya lembek. Untuk mengembalikan kerenyahan, hangatkan kembali di oven atau air fryer, bukan microwave, agar teksturnya kembali garing. Cara menjaga gorengan tetap renyah ini berlaku untuk hampir semua gorengan, termasuk saat kamu ingin menyetok bakwan sayur tahan lama.
Baca juga: gorengan awet renyah minim minyak
Advertisement
Variasi dan Substitusi Ote-ote
1. Ote-ote udang ala Surabaya
Ini versi paling ikonik. Letakkan satu ekor udang segar berukuran sedang di atas tiap adonan sebelum masuk minyak, lalu goreng hingga udangnya kemerahan dan renyah. Pastikan udang benar-benar segar agar aromanya bersih.
2. Ote-ote jamur tiram
Ganti sebagian sayur dengan jamur tiram yang disuwir. Peras jamur hingga benar-benar kering setelah dicuci supaya adonan tidak berair dan tetap kriuk. Rasa gurih jamur membuatnya cocok jadi ide jualan yang berbeda.
3. Versi panggang atau air fryer
Untuk pilihan lebih rendah minyak, cetak adonan lebih tipis lalu panggang. Sebagai patokan, versi panggang butuh sekitar 15 sampai 20 menit pada suhu 200 derajat Celsius hingga permukaannya keemasan.
4. Substitusi bahan
Tidak punya tepung beras? Kamu tetap bisa mendapat hasil renyah tanpa tepung beras dengan menambah margarin leleh, atau menggantinya dengan tepung maizena maupun tapioka dalam takaran serupa. Ingin tekstur lebih kokoh dan mengenyangkan? Tambahkan tambahan tahu yang dihancurkan ke dalam adonan.
Baca juga: resep bakwan sayur anti gagal
Untuk pendamping, cabai rawit hijau adalah teman klasik. Namun di tanah asalnya, ote-ote paling pas dicocol sambal petis yang gurih, atau kamu bisa berkreasi dengan sambal Lamongan yang pedasnya nendang.
Membuat ote-ote sendiri di rumah pada dasarnya soal detail kecil, mulai dari memilih sayuran yang tepat, mengatur kekentalan adonan, sampai menjaga panas minyak tetap stabil. Sesekali menikmatinya memang menyenangkan, meski sebaiknya porsinya tetap dijaga karena tergolong gorengan. Selamat mencoba dan berkreasi dengan topping favoritmu.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Ote-ote Renyah
1. Apa yang membuat ote-ote renyah?
Adonan yang tidak terlalu encer, minyak panas, dan takaran tepung yang tepat membuat ote-ote renyah.
2. Mengapa ote-ote mudah lembek?
Ote-ote bisa lembek karena minyak kurang panas atau terlalu banyak air dalam adonan.
3. Berapa lama menggoreng ote-ote?
Goreng ote-ote hingga matang dan berwarna kuning keemasan, sekitar 3–5 menit.
4. Apakah ote-ote bisa diisi sayuran?
Bisa. Wortel, kol, tauge, dan daun bawang cocok digunakan sebagai isian ote-ote.
5. Bagaimana agar ote-ote tetap renyah?
Tiriskan ote-ote dengan baik setelah digoreng dan hindari menumpuknya saat masih panas.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326673/original/065816300_1787032025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T124607.387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540003/original/047682600_1774673984-Klaim_nasaruddin_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350433/original/029287200_1789615728-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-17T102714.549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5177061/original/096900900_1743148655-0E6A7987-01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350681/original/078066000_1789627226-samuel-ramos-RXVfrhCswCQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2784386/original/062076700_1555904029-pablo-heimplatz-382459-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350796/original/028484300_1789630528-defae0c4-e0e1-42c2-832a-babe4f6d3c9b.jpg)