5 Doa Memohon Keteguhan Hati Agar Tetap Istiqamah dalam Islam Teks Arab, Latin dan Artinya

Doa merupakan sarana paling ampuh untuk menjaga keistiqamahan seseora

Diterbitkan 18 September 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa memohon keteguhan hati agar tetap istiqamah dalam Islam merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk memperkuat keimanan agar makin kokoh. Sebab, hati manusia mudah berubah dan terombang-ambing oleh berbagai godaan dunia.

Doa merupakan sarana paling ampuh untuk menjaga keistiqamahan seseorang. Rasulullah SAW bersabda bahwa semua hati anak Adam berada di antara dua jari dari jari-jari Ar-Rahman, dan Allah membolak-balikkannya sekehendak-Nya (HR. Muslim).

Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW mengajarkan berbagai doa untuk memohon keteguhan hati, yang di dalamnya terkandung permohonan agar Allah menetapkan hati di atas agama-Nya. Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Koleksi Doa dan Zikir juga menyebutkan sejumlah doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi SAW.

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah ulasan tentang tuntas bacaan lengkap doa memohon keteguhan hati, waktu terbaik untuk berdoa hingga hikmah untuk umat Islam.

Bacaan Lengkap Doa Memohon Keteguhan Hati Agar Tetap Istiqamah dalam Islam

1. Doa Ya Muqallibal Qulub Tsabbit Qalbi 'Ala Dinik

Arab: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Latin: Ya muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik

Arti: "Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. At-Tirmidzi no. 3522, Imam Ahmad IV/302, Al-Hakim I/525. Lihat Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2792)

Doa ini merupakan doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam kitab Sharah Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, disebutkan bahwa doa ini merupakan permohonan kepada Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, agar diberikan keteguhan iman.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan bahwa hati manusia sangat mudah berubah dan terombang-ambing, sehingga kita memohon kepada Allah agar selalu membimbing dan menjaga hati kita agar tidak condong kepada kesesatan. Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan memiliki dasar hadis yang shahih, menunjukkan betapa pentingnya menjaga kestabilan hati dalam menjalankan ajaran Islam.

2. Doa Allahumma Musharrifal Qulub

Arab: اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

Latin: Allaahumma Mushorrifal Quluub, Shorrif Quluubanaa 'Alaa Tho'atika

Arti: "Ya Allah, Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk selalu taat kepada-Mu." (HR. Muslim)

Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan seorang hamba untuk menyerahkan sepenuhnya pengarahan hatinya kepada Allah. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hati manusia berada dalam genggaman Allah, dan Allah-lah yang mengarahkannya sesuai kehendak-Nya.

Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Koleksi Doa dan Zikir menyebutkan bahwa doa ini termasuk zikir yang diajarkan Rasulullah SAW untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Doa Rabbanā Lā Tuzigh Qulūbanā

Arab: رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Latin: Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wa hab lanaa mil ladunka rahmah, innaka antal wahhaab

Arti: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membiarkan hati kami menyimpang setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi." (QS. Ali Imran: 8)

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini adalah doa yang diajarkan Allah kepada hamba-Nya agar selalu memohon keteguhan hati dalam iman.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa makna lā tuzigh qulūbanā adalah janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami. Ini mengajarkan bahwa hidayah adalah anugerah yang harus dijaga dengan terus berdoa dan memohon perlindungan Allah.

4. Doa Allahumma Innii As-Aluka Ats-Tsabata Fil Amri

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ

Latin: Allaahumma innii asaluka-ts tsabaata fi-l amr, wa-laziimata `ala-r rusyd

Arti: "Ya Allah! Aku meminta kepada-Mu keistiqamahan di atas Islam dan tekad kuat dalam ketaatan." (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu'jam al-Kabiir (7135))

Dalam kitab Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa Syaddad bin Aus radhiyallahu menuturkan bahwa Nabi SAW pernah berpesan kepadanya: "Wahai Syaddad bin Aus! Jika manusia sibuk menimbun emas dan perak, maka timbunlah olehmu kata-kata ini."

Hadis ini berisi sekumpulan doa jawami' yang mencakup seluruh kebaikan dunia dan akhirat, dari awal hingga akhirnya, lahir dan batinnya. Doa ini adalah perbendaharaan yang sangat berharga, seluruh perbendaharaan dunia tidaklah senilai dengannya. Harta dunia yang paling mahal adalah emas dan perak, sementara kata-kata ini jauh lebih berharga dan bermanfaat.

5. Doa Allahumma Tsabbitnii Waj'alnii Haadiyan Mahdiyyan

Arab: اللَّهُمَّ ثَبِّتْنِي وَاجْعَلْنِي هَادِيًا مَهْدِيًّا

Latin: Allahumma tsabbitnii waj'alnii haadiyaan mahdiyyan

Arti: "Ya Allah, teguhkanlah diriku, jadikanlah diriku pemberi petunjuk dan diberi petunjuk (oleh-Mu)." (HR. Bukhari, no. 2725)

Dalam Koleksi Doa dan Zikir, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menjelaskan bahwa dalam doa ini kita meminta keteguhan untuk konsisten beramal dan juga meminta untuk dijadikan sebagai pemberi petunjuk dan diberi petunjuk oleh Allah SWT.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini menggabungkan dua permohonan: keteguhan dalam beramal dan kemampuan untuk menjadi teladan bagi orang lain. Doa ini dapat dibaca setelah selesai salat fardhu, ketika selesai dzikir pagi dan petang, atau kapan saja ketika mengingat Allah.

Waktu Terbaik Berdoa Memohon Keteguhan Hati

1. Setelah Salat Fardhu

Setelah menunaikan salat wajib adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa memohon keteguhan hati. Dalam Koleksi Doa dan Zikir, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menyebutkan bahwa doa Allahumma tsabbitnii waj'alnii haadiyaan mahdiyyan dapat dibaca setelah selesai salat fardhu. Ini karena salat adalah momen terdekat seorang hamba dengan Allah, sehingga doa-doa yang dipanjatkan setelahnya memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

2. Antara Adzan dan Iqamah

Waktu antara adzan dan iqamah adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: "Doa tidak akan tertolak antara adzan dan iqamah, maka berdoalah." (HR. Tirmidzi). Pada waktu ini, seorang Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa, termasuk doa memohon keteguhan hati, karena pintu langit sedang terbuka.

3. Sepertiga Malam Terakhir

Waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu paling istimewa untuk berdoa. Allah SWT turun ke langit dunia pada waktu ini dan berfirman: "Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya." (HR. Bukhari dan Muslim). Berdoa memohon keteguhan hati di waktu ini sangat dianjurkan karena suasana hening dan hati lebih mudah untuk khusyuk.

4. Ketika Sujud dalam Salat

Sujud adalah momen paling dekat seorang hamba dengan Allah. Rasulullah SAW bersabda: "Sedekat-dekat hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim). Dalam sujud, seorang Muslim dapat memanjatkan doa memohon keteguhan hati dengan penuh kerendahan hati.

5. Hari Jumat

Hari Jumat adalah hari yang penuh berkah, dan di dalamnya terdapat waktu-waktu mustajab untuk berdoa. Dalam sebuah hadis, disebutkan bahwa di hari Jumat terdapat satu waktu yang tidaklah seorang Muslim memohon sesuatu kepada Allah melainkan Allah akan mengabulkannya. Memperbanyak doa memohon keteguhan hati pada hari Jumat sangat dianjurkan.

6. Ketika Menghadapi Ujian atau Musibah

Ketika sedang menghadapi ujian hidup, baik berupa kesulitan maupun kesenangan yang dapat melalaikan, seorang Muslim dianjurkan untuk segera berdoa memohon keteguhan hati. Dalam Penjelasan Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr menjelaskan bahwa doa adalah senjata orang beriman dalam menghadapi segala kondisi.

Hikmah Doa Memohon Keteguhan Hati

1. Menjaga Hati dari Kesesatan

Hikmah pertama adalah terjaganya hati dari kesesatan. Dalam doa Rabbanā lā Tuzigh Qulūbanā, seorang hamba memohon agar Allah tidak membiarkan hatinya menyimpang setelah diberi petunjuk. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan bahwa hidayah adalah anugerah yang harus dijaga dengan terus berdoa, karena hati manusia sangat mudah berubah.

2. Mendapatkan Ketenangan Jiwa

Hikmah kedua adalah ketenangan jiwa. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa memohon keteguhan hati memberikan efek psikologis yang menenangkan. Seorang hamba yang menyerahkan pengarahan hatinya kepada Allah akan merasakan kedamaian dan ketenteraman, karena ia yakin bahwa Allah akan selalu membimbingnya ke jalan yang lurus.

3. Memperkuat Tauhid dan Iman

Hikmah ketiga adalah penguatan tauhid. Doa Ya Muqallibal Qulub mengandung pengakuan bahwa Allah-lah Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati. Imam An-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan bahwa dengan mengucapkan doa ini, seorang hamba mengakui bahwa hanya Allah yang berkuasa mengarahkan hati, dan ini merupakan bentuk tauhid yang sempurna.

4. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW

Hikmah keempat adalah meneladani sunnah. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam berdoa, dan doa-doa yang beliau ajarkan adalah doa-doa yang paling lengkap dan penuh berkah. Dalam Koleksi Doa dan Zikir, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menekankan bahwa mengamalkan doa-doa yang diajarkan Nabi SAW merupakan bentuk cinta kepada beliau dan sunnahnya.

5. Meraih Husnul Khatimah

Hikmah kelima adalah meraih husnul khatimah (akhir hidup yang baik). Dalam Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa memohon keteguhan hati bukanlah semata-mata untuk keselamatan dan kebahagiaan duniawi, tetapi juga untuk kebahagiaan dan keselamatan di akhirat. Dengan istiqamah hingga akhir hayat, seorang Muslim akan meraih husnul khatimah.

 

Pertanyaan Seputar Doa Memohon Keteguhan Hati 

1. Apa doa yang paling sering dipanjatkan Nabi SAW untuk memohon keteguhan hati?

Doa yang paling sering dipanjatkan Nabi SAW adalah Ya muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu). Doa ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Imam Ahmad, dan Al-Hakim, serta dinyatakan shahih oleh Syekh Al-Albani.

2. Kapan waktu terbaik untuk membaca doa memohon keteguhan hati?

Waktu terbaik untuk membaca doa memohon keteguhan hati adalah setelah salat fardhu, antara adzan dan iqamah, sepertiga malam terakhir, ketika sujud dalam salat, hari Jumat, serta ketika menghadapi ujian atau musibah.

3. Apakah doa memohon keteguhan hati terdapat dalam Al-Qur'an?

Ya, doa memohon keteguhan hati terdapat dalam Al-Qur'an, di antaranya Surat Ali Imran ayat 8: Rabbanā lā Tuzigh Qulūbanā Ba'da Idz Hadaitanā. Doa ini mengajarkan seorang hamba untuk memohon agar hatinya tidak menyimpang setelah diberi petunjuk oleh Allah.

4. Apa keutamaan membaca doa Allahumma innii as-aluka ats-tsabata fil amri?

Doa ini adalah perbendaharaan yang sangat berharga, sebagaimana sabda Nabi SAW kepada Syaddad bin Aus: "Jika manusia sibuk menimbun emas dan perak, maka timbunlah olehmu kata-kata ini." Doa ini mencakup seluruh kebaikan dunia dan akhirat, serta menjadikan seseorang teguh dalam Islam dan memiliki tekad kuat dalam ketaatan.

5. Mengapa hati manusia mudah berubah dan goyah?

Karena hati manusia berada di antara dua jari dari jari-jari Ar-Rahman, dan Allah membolak-balikkannya sekehendak-Nya (HR. Muslim). Oleh karena itu, seorang Muslim harus terus berdoa memohon keteguhan hati agar Allah selalu mengarahkannya kepada kebaikan dan ketaatan.