Menkeu Suahasil Umumkan Defisit APBN Agustus 2026 Rp 240,1 Triliun

Umumkan APBN sebagai Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara menuturkan, defisit APBN Agustus 2026 Rp 240,1 triliun atau 0,93% dari PDB.

Diterbitkan 18 September 2026, 11:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan angka defisit APBN masih dalam kondisi terkendali. Catatannya, defisit APBN berada di posisi Rp 240,1 triliun per Agustus 2026.

Angka defisit terlihat dari jumlah pendapatan negara Rp 2.055,6 triliun dan belanja negara Rp 2.295,7 triliun. Sehingga defisit APBN Rp 240,1 triliun atau 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Defisitnya Rp 240,1 triliun dan itu adalah 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)," ucap Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Jumat (18/9/2026).

Informasi, defisit APBN ini naik dari kondisi per 31 Juli 2026 sebesar Rp 235,6 triliun atau 0,91% PDB. Sedangkan pada Agustus 2025 lalu, defisit APBN sebesar Rp 321,3 triliun atau 1,35% dari PDB.

Sementara sasaran APBN, besaran defisit dipatok 2,68% dari PDB sepanjang 2026 ini. Meski begitu, Suahasil memperkirakan adanya penambahan besaran defisit APBN tersebut pada akhir tahun nanti. Hal tersebut sudah masuk dalam proyeksi yang dimuat dalam laporan semester (lapsem).

"Mungkin akan sedikit lebih tinggi, karena kita sudah memproyeksikan di lapsem bahwa defisit APBN akan menuju 2,85% dari PDB, jadi itu nanti dia akan ada proyeksi peningkatan," beber dia.

Suahasil Nazara Ungkap Kondisi APBN

Sebelumnya,  Suahasil Nazara menyampaikan kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) per Agustus 2026. Hasilnya, pendapatan dan belanja negara sesuai rencana dan defisit diklaim dalam batas aman.

Hal ini disampaikan dalam Konferensi Pers APBN Kinerja dan Fakta (APBN KiTa) edisi perdana Suahasil sebagai Menteri Keuangan. Dia menegaskan APBN tetap dalam kondisi yang kuat dengan keseimbangan primer yang positif.

 

Pendapatan Negara

"Kalau kita lihat APBN kita tentu gambar besarnya adalah pendapatan, belanja dan pembiayaan. Di akhir Agustus 2026 kinerja APBN kita itu tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif, defisit tetap dalam batasan yang terkndali," kata Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Jumat (18/9/2026).

Dalam paparannya, Suahasil menampilkan Pendapatan Negara tembus Rp 2.056,6 triliun atau 65,2% dari target sepanjang 2026. Angka tersebut naik 25,4% secara tahunan atau year on year (yoy).

Belanja Negara dan Defisit APBN

Kemudian, belanja negara terkendalibdi angka Rp 2.295,7 triliun atau 59,7% dari target sepanjang tahun. Jumlah itu naik 17,1% secara tahunan.

Angka defisit APBN per Agustus 2026 juga diklaim pada kondisi terkendali pada angka Rp 240,1 triliun atau 0,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Suahasil mencatat keseimbangan primer di angka Rp 154 triliun.

"Ini artinya memang perjalanan APBN nya relatively on track. Pendapatan negara Rp 2.055,6 triliun, 65% dari target, belanja negaranya Rp 2.295 (triliun), maka defisitnya adalah Rp 240,1 triliun yang artinya adalah 0,93 persen dari PDB kita," jelas Suahasil.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6