Harga Emas Pegadaian Hari Ini 18 September 2026: Galeri24 dan UBS Kompak Sentuh Rp 2,5 Juta

Harga emas di Pegadaian melanjutkan kenaikan pada perdagangan Jumat, (18/9/2026). Berikut daftar lengkap harga emas Galeri24, Antam dan UBS.

Diterbitkan 18 September 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan Galeri24, Antam dan UBS di Pegadaian melanjutkan kenaikan pada perdagangan Jumat, (18/9/2026). Namn, harga emas Antam masih tertinggi mencapai Rp 2,66 juta per gram.

Berdasarkan laman Pegadaian saat dipantau pukul 12.20 WIB, harga emas Galeri24 dipatok Rp 2.569.000 per gram. Sementara itu, harga emas Antam dibanderol Rp 2.663.0000 per gram. Sedangkan harga emas UBS ditetapkan Rp 2.594.000 per gram.

Tiga produk logam mulia di Pegadaian itu alami kenaikan dibandingkan kemarin. Pada Kamis, 17 September 2026, harga emas Galeri24 tercatat Rp 2.541.000 per gram. Lalu harga emas Antam dipatok Rp 2.637.000 per gram dan harga emas UBS tembus Rp 2.566.000 per gram.

Adapun harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar dan kebijakan harga yang berlaku.

Jika melihat dari ukuran yang ditawarkan, di emas Galeri24 tersedia mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS dapat dibeli mulai ukuran 0,5 gram hingga 500 gram. Sedangkan emas Antam yang tersedia di Pegadaian memiliki pilihan ukurna mulai 0,5 gram hingga 100 gram.

Daftar Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.347.000
  • 1 gram: Rp 2.569.000
  • 2 gram: Rp 5.075.000
  • 5 gram: Rp 12.593.000
  • 10 gram: Rp 25.119.000
  • 25 gram: Rp 62.459.000
  • 50 gram: Rp 124.819.000
  • 100 gram: Rp 246.515.000
  • 250 gram: Rp 622.255.000
  • 500 gram: Rp 1.244.508.000
  • 1.000 gram: Rp 2.489.014.000

 

Daftar Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.383.000
  • 1 gram: Rp 2.663.000
  • 2 gram: Rp 5.264.000
  • 3 gram: Rp 7.871.000
  • 5 gram: Rp 13.084.000
  • 10 gram: Rp 26.111.000
  • 25 gram: Rp 65.150.000
  • 50 gram: Rp 130.220.000
  • 100 gram: Rp 260.360.000

 

Daftar Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.402.000
  • 1 gram: Rp 2.594.000
  • 2 gram: Rp 5.146.000
  • 5 gram: Rp 12.717.000
  • 10 gram: Rp 25.299.000
  • 25 gram: Rp 63.122.000
  • 50 gram: Rp 125.985.000
  • 100 gram: Rp 251.871.000
  • 250 gram: Rp 629.490.000
  • 500 gram: Rp 1.257.501.000.

 

 

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas dunia menguat lebih dari 2% pada perdagangan Kamis, 17 September 2026 (Jumat pagi Jakarta) kembali bangkit, dari level terendah dalam hampir enam minggu pada sebelumnya. Pergerakan harga emas ini didukung oleh penurunan harga minyak dan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), sementara investor mencermati kenaikan suku bunga terbaruk the Federal Reserve (the Fed) serta sinyal kebijakannya.

Mengutip CNBC, Jumat, (18/9/2026), harga emas spot naik 2,4% menjadi US$ 4.364,29 per ons. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember menguat 0,4% menjadi US$ 4.404,80.

“Kami melihat ada korelasi terbalik yang sangat erat dengan harga energi akibat tekanan inflasi tersebut. Harga energi turun cukup tajam hari ini. Jadi, penurunan harga energi inilah yang mengurangi sebagian tekanan pada pasar emas” ujar Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

Harga minyak melanjutkan penurunannya selama dua hari berturut-turut hingga mencapai level terendah dalam satu minggu seiring meredanya kekhawatiran akan gangguan pasokan, sementara dolar AS melemah dari level tertinggi tujuh minggu, sehingga membuat emas yang dihargai dalam mata uang AS menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun yang menjadi acuan juga turun. Imbal hasil tinggi pada obligasi AS yang bebas risiko cenderung mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil (bunga) tersebut.

The Federal Reserve (the Fed) menaikkan suku bunga pada Rabu dan mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang; Ketua Kevin Warsh turut serta dalam keputusan bulat yang secara efektif mengakui ketidakmampuan pemerintahan Trump sejauh ini dalam mengendalikan inflasi—kondisi yang dikhawatirkan para pembuat kebijakan akan memburuk.

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Para pedagang kini memperkirakan adanya peluang sebesar 51% untuk kenaikan suku bunga AS berikutnya saat para pejabat bank sentral bertemu lagi pada Oktober, naik dari hampir 44% sehari sebelumnya, menurut data alat CME FedWatch.

Meskipun emas dianggap sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi, lingkungan suku bunga tinggi mengurangi daya tariknya karena meningkatkan minat terhadap aset-aset yang memberikan imbal hasil berupa bunga.

"Meningkatnya defisit fiskal, beban utang yang lebih tinggi, pelemahan dolar AS di masa mendatang, serta perkiraan kami bahwa The Fed akan kembali melonggarkan kebijakan tahun depan seharusnya dapat mendukung harga emas, terlepas dari volatilitas jangka pendek," demikian pernyataan UBS dalam sebuah catatan.

Bank of England mempertahankan suku bunga tidak berubah pada Kamis, sementara Bank of Japan diperkirakan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun pada Jumat serta mengisyaratkan kesiapannya untuk terus meningkatkan biaya pinjaman.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6