Liputan6.com, Jakarta - Memilih mobil keluarga tidak hanya soal berapa banyak penumpang yang bisa dibawa. Mobil keluarga, khususnya SUV 7-seater, juga perlu mampu memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas sehari-hari di dalam kota hingga perjalanan jauh bersama keluarga.
Selain kapasitas dan kenyamanan, efisiensi penggunaan energi kini menjadi salah satu pertimbangan konsumen. Salah satu teknologi yang menawarkan perpaduan antara efisiensi dan fleksibilitas adalah Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Teknologi tersebut memadukan motor listrik dengan mesin bensin dalam satu kendaraan. Konsep ini pula yang ditawarkan Wuling Eksion PHEV, SUV 7-seater yang dirancang untuk mendukung beragam kebutuhan perjalanan keluarga.
Advertisement
Mengusung tema "Exploring Family Journeys", Eksion menjadi bagian dari lini kendaraan elektrifikasi Wuling yang mencakup kendaraan listrik (EV) dan Plug-in Hybrid (PHEV).
Lantas, apa yang membuat teknologi PHEV menarik untuk sebuah SUV keluarga? Secara sederhana, PHEV merupakan teknologi yang menggabungkan dua sumber tenaga, yakni motor listrik dan mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE).
Hal yang membedakannya dari mobil hybrid konvensional adalah baterai PHEV dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik dari luar kendaraan.
Dengan kemampuan tersebut, mobil dapat menggunakan tenaga listrik untuk perjalanan sehari-hari dengan jarak tertentu. Ketika membutuhkan perjalanan lebih jauh, mesin bensin tetap dapat digunakan.
Kombinasi ini memberikan fleksibilitas kepada pengguna. Tenaga listrik bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan harian, sementara mesin bensin dapat diandalkan ketika perjalanan lebih panjang.
Pada Wuling Eksion PHEV, kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik mencapai hingga 125 km berdasarkan pengujian CLTC. Sementara itu, jika tenaga listrik dan bensin digunakan secara bersamaan, daya jelajah totalnya disebut mencapai lebih dari 1.000 km.
Bagi keluarga, kemampuan tersebut membuat kendaraan lebih fleksibel digunakan dalam berbagai kondisi. Untuk aktivitas sehari-hari di dalam kota, tenaga listrik dapat dimanfaatkan.
Sementara untuk perjalanan antarkota, pengguna tetap memiliki mesin bensin sehingga tidak terlalu bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian daya di sepanjang perjalanan.
Kemampuan Wuling Eksion PHEV tersebut didukung teknologi LING Power. Sistem penggerak ini menggabungkan dedicated hybrid engine, motor listrik, dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT).
Perpaduan tersebut dirancang untuk menghasilkan penyaluran tenaga yang halus sekaligus responsif.Bagi pengguna, manfaatnya tidak hanya terletak pada performa. Sistem hybrid dapat menyesuaikan penggunaan sumber tenaga sesuai kondisi berkendara.
Dengan demikian, kendaraan dapat mengutamakan efisiensi ketika digunakan dalam aktivitas sehari-hari, tetapi tetap mampu memberikan respons tenaga ketika pengemudi membutuhkannya.
Setiap perjalanan memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, Wuling Eksion PHEV menyediakan beberapa pilihan mode berkendara yang dapat disesuaikan dengan kondisi.
Terdapat tiga pilihan Driving Mode, yaitu:
- Eco, untuk mengutamakan efisiensi
- Normal, untuk penggunaan sehari-hari dengan karakter berkendara yang seimbang
- Sport, untuk pengemudi yang menginginkan respons lebih dinamis.
Selain Driving Mode, tersedia pula empat pilihan Energy Mode yang mengatur pemanfaatan sumber tenaga kendaraan, seperti:
- EV Max, untuk memaksimalkan penggunaan tenaga listrik
- EV First, dengan prioritas penggunaan tenaga listrik
- Hybrid, yang mengoptimalkan penggunaan tenaga listrik dan mesin bensin
- Fuel Priority, yang memprioritaskan penggunaan mesin bensin.
Pilihan tersebut memberikan keleluasaan kepada pengemudi dalam menentukan bagaimana energi kendaraan digunakan.
Sebagai contoh, mode EV dapat dimanfaatkan ketika mobil digunakan untuk aktivitas sehari-hari di dalam kota.
Sementara untuk perjalanan yang lebih jauh, mode Hybrid dapat digunakan untuk mengkombinasikan tenaga listrik dan mesin bensin.
Â
Daya Jelajah hingga 1.000 Km
SUV 7-seater pada dasarnya dituntut mampu melakukan banyak hal. Pada hari kerja, mobil bisa digunakan untuk mengantar anak ke sekolah, berbelanja, atau pergi ke kantor.
Ketika akhir pekan tiba, kendaraan yang sama harus mampu membawa seluruh anggota keluarga sekaligus barang bawaan untuk bepergian ke luar kota.
Dalam kondisi tersebut, kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik hingga 125 km berdasarkan pengujian CLTC dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan harian.
Sementara itu, daya jelajah kombinasi lebih dari 1.000 km memberikan fleksibilitas ketika mobil digunakan untuk perjalanan yang lebih jauh.
Dengan teknologi PHEV, konsumen tidak harus memilih antara kendaraan listrik yang menawarkan efisiensi dan mobil bermesin bensin yang memiliki fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh. Keduanya coba dihadirkan dalam satu kendaraan.
Pola penggunaan mobil keluarga tidak selalu sama. Ada saatnya kendaraan digunakan dengan kapasitas penumpang penuh, tetapi ada pula kondisi ketika mobil hanya digunakan untuk perjalanan rutin di dalam kota.
Karena itu, fleksibilitas menjadi salah satu hal penting pada sebuah SUV keluarga. Wuling Eksion PHEV mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui konfigurasi tujuh tempat duduk dan teknologi plug-in hybrid.
Ketika tersedia akses pengisian daya, baterai dapat diisi dan tenaga listrik digunakan untuk perjalanan. Namun, ketika perjalanan semakin jauh atau tidak tersedia fasilitas pengisian daya, mesin bensin tetap dapat menjadi sumber tenaga.
Konsep tersebut juga dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin mulai beralih ke kendaraan elektrifikasi, tetapi masih membutuhkan fleksibilitas mesin bensin untuk perjalanan jarak jauh.
Salah satu tantangan dalam memilih SUV adalah mendapatkan kendaraan yang tetap praktis, tetapi memiliki efisiensi energi yang baik.
Teknologi PHEV menawarkan salah satu pendekatan melalui penggunaan tenaga listrik pada kondisi tertentu. Motor listrik dapat menjadi sumber tenaga utama ketika kondisi berkendara memungkinkan, sedangkan mesin bensin tetap tersedia ketika dibutuhkan.
Pada Eksion PHEV, pilihan Energy Mode memberikan keleluasaan bagi pengemudi dalam menentukan penggunaan sumber tenaga sesuai kebutuhan.
Artinya, pengemudi dapat menyesuaikan pemanfaatan energi dengan kondisi perjalanan. Tenaga listrik dapat diprioritaskan untuk aktivitas di dalam kota, sedangkan kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin dapat digunakan ketika menempuh perjalanan lebih jauh.
Bagi keluarga, mobil ideal bukan hanya kendaraan yang memiliki kapasitas besar. Mobil tersebut juga harus mampu digunakan untuk berbagai kebutuhan, baik perjalanan harian maupun perjalanan jauh.
Karakter inilah yang coba ditawarkan Wuling Eksion PHEV melalui perpaduan tujuh tempat duduk, tenaga listrik, mesin bensin, dan teknologi LING Power.
Â
Advertisement
Tawarkan Keleluasaan
Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors, mengatakan kehadiran Eksion PHEV memberikan keleluasaan bagi keluarga dalam menjalani berbagai aktivitas perjalanan.
"Kehadiran Eksion PHEV sebagai SUV 7-seater dari Wuling memberikan keleluasaan bagi keluarga untuk berkendara lebih bebas, baik dalam menunjang mobilitas sehari-hari maupun perjalanan bersama keluarga," katanya.
"Didukung teknologi LING Power, Eksion PHEV menawarkan perpaduan antara fleksibilitas dan efisiensi, sehingga konsumen dapat menikmati pengalaman berkendara yang serba bisa tanpa perlu khawatir dengan keterbatasan jarak tempuh." tamba hnya.
Pada akhirnya, daya tarik Wuling Eksion PHEV terletak pada kemampuannya menawarkan perpaduan antara kendaraan listrik dan mobil bermesin bensin.
Tenaga listrik dapat digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari, sedangkan mesin bensin memberikan fleksibilitas ketika kendaraan harus menempuh perjalanan lebih jauh.
Sebagai SUV 7-seater, pendekatan tersebut membuat Wuling Eksion PHEV menarik bagi keluarga yang membutuhkan kendaraan serbaguna.
Bukan hanya mampu membawa lebih banyak penumpang, mobil ini juga menawarkan pilihan penggunaan energi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan, mulai dari rutinitas sehari-hari hingga perjalanan bersama keluarga di akhir pekan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4047359/original/024125100_1654749561-razia-Pajak-STNK-ARBAS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5518693/original/087920200_1772516344-BLT_Ibu_Hamil_-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350923/original/082567200_1789635059-cek_fakta_pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351163/original/080486900_1789642522-cek_fakta_-_Ibu_Hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350594/original/055677800_1789623467-e59bbee78987-120-e1789552493508.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3564618/original/072486300_1631070567-GPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351370/original/057859100_1789663192-IMG-20260917-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5060309/original/046082500_1734756037-1734751894215_tips-parkir-mobil-di-tempat-panas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348674/original/076752300_1789453411-B153.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350302/original/046802200_1789610029-Screenshot_2026-09-17_084833.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349827/original/043833000_1789545887-berita_2.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1217950/original/072660300_1461838247-minyak_rem.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349690/original/040500800_1789540357-berita_1.webp)