Liputan6.com, Jakarta - Investasi emas 24 karat tetap menjadi pilihan menarik bagi banyak kalangan. Pada Jumat, 18 September 2026, harga emas dari berbagai produsen besar di Indonesia menunjukkan variasi yang perlu diperhatikan investor. Selain fluktuasi harga, memahami cara membedakan emas asli dan palsu juga menjadi krusial untuk melindungi nilai investasi.
Emas batangan dari Antam, sebagai salah satu produsen terkemuka, menawarkan berbagai pilihan berat dengan harga yang kompetitif. Sementara itu, Pegadaian menyediakan opsi emas dari Galeri24, Antam, dan UBS, memberikan fleksibilitas bagi pembeli. Hartadinata Abadi juga turut meramaikan pasar dengan daftar harga dasar serta harga buyback yang transparan.
Mengingat maraknya peredaran emas palsu, pengetahuan mengenai ciri-ciri emas asli menjadi sangat penting. Beberapa metode sederhana dapat dilakukan secara mandiri, namun untuk kepastian maksimal, bantuan profesional sangat disarankan. Kehati-hatian dalam setiap transaksi emas akan menjamin keamanan investasi.
Advertisement
Rincian Harga Emas Antam dan Pegadaian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
Pada Jumat (18/9/2026), emas Antam yang dijual langsung memiliki harga Rp 1.361.500 untuk ukuran 0,5 gram. Untuk ukuran 1 gram, harganya mencapai Rp 2.623.000, sedangkan kepingan 2 gram dibanderol Rp 5.196.000. Emas Antam dengan berat 3 gram tercatat seharga Rp 7.776.000, dan ukuran 5 gram senilai Rp 12.930.000. Bagi investor yang mencari berat lebih besar, emas 10 gram dihargai Rp 25.780.000, sementara 25 gram mencapai Rp 64.285.000. Kepingan 50 gram dijual seharga Rp 128.405.000, dan 100 gram seharga Rp 256.660.000. Untuk ukuran 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram, tersedia dalam skema pre order masing-masing dengan harga Rp 641.340.000, Rp 1.282.400.000, dan Rp 2.563.600.000.
Di sisi lain, Pegadaian juga menawarkan emas dari berbagai merek pada tanggal yang sama. Emas Antam yang tersedia di Pegadaian memiliki harga Rp 1.383.000 untuk 0,5 gram, dan Rp 2.663.000 untuk 1 gram. Ukuran 2 gram dibanderol Rp 5.264.000, 3 gram seharga Rp 7.871.000, dan 5 gram mencapai Rp 13.084.000. Untuk kepingan 10 gram, harganya adalah Rp 26.111.000, 25 gram seharga Rp 65.150.000, 50 gram senilai Rp 130.220.000, dan 100 gram dihargai Rp 260.360.000.
Selain Antam, Pegadaian juga menyediakan emas merek UBS. Harga emas UBS 0,5 gram adalah Rp 1.402.000, sedangkan 1 gram dijual Rp 2.594.000. Kepingan 2 gram seharga Rp 5.146.000, 5 gram Rp 12.717.000, dan 10 gram mencapai Rp 25.299.000. Untuk ukuran 25 gram, harganya Rp 63.122.000, 50 gram senilai Rp 125.985.000, dan 100 gram seharga Rp 251.871.000. Emas UBS ukuran 250 gram dan 500 gram masing-masing dibanderol Rp 629.490.000 dan Rp 1.257.501.000.
Advertisement
Pilihan Investasi Emas dari Galeri24 dan Hartadinata Abadi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463382/original/056596000_1767610256-WhatsApp_Image_2026-01-05_at_10.42.50.jpeg)
Produk Galeri24 yang juga tersedia di Pegadaian, menawarkan emas 0,5 gram seharga Rp 1.347.000 dan 1 gram senilai Rp 2.569.000. Untuk ukuran 2 gram, harganya Rp 5.075.000, 5 gram Rp 12.93.000, dan 10 gram mencapai Rp 25.119.000. Kepingan 25 gram dijual Rp 62.459.000, 50 gram seharga Rp 124.819.000, dan 100 gram senilai Rp 249.515.000. Sementara itu, emas Galeri24 ukuran 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram masing-masing dibanderol Rp 622.255.000, Rp 1.244.508.000, dan Rp 2.489.014.000.
Hartadinata Abadi turut menyajikan daftar harga emas 24 karat pada Jumat (18/9/2026), termasuk harga dasar dan harga buyback. Emas 0,1 gram memiliki harga dasar Rp 310.500 dengan harga buyback Rp 233.200. Untuk 0,25 gram, harga dasarnya Rp 731.000 dan harga buyback Rp 583.000. Kepingan 0,5 gram dibanderol Rp 1.285.500 dengan buyback Rp 1.166.000, sementara 1 gram seharga Rp 2.461.000 dengan buyback Rp 2.332.000. Emas 2 gram memiliki harga dasar Rp 4.882.000 dan buyback Rp 4.664.000.
Untuk ukuran yang lebih besar, emas Hartadinata Abadi 5 gram dihargai Rp 12.115.000 dengan buyback Rp 11.660.000. Kepingan 10 gram memiliki harga dasar Rp 24.160.000 dan buyback Rp 23.320.000. Emas 25 gram seharga Rp 60.125.000 dengan buyback Rp 58.300.000, dan 50 gram dibanderol Rp 120.200.000 dengan buyback Rp 116.600.000. Harga dasar untuk 100 gram adalah Rp 240.300.000 dengan buyback Rp 233.200.000. Ukuran 125 gram, 150 gram, 175 gram, dan 200 gram masing-masing memiliki harga dasar Rp 299.750.000, Rp 359.550.000, Rp 419.300.000, dan Rp 479.000.000, dengan harga buyback berturut-turut Rp 291.500.000, Rp 349.800.000, Rp 408.100.000, dan Rp 466.400.000. Terakhir, emas 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram memiliki harga dasar Rp 598.250.000, Rp 1.196.500.000, dan Rp 2.393.000.000, dengan harga buyback Rp 582.500.000, Rp 1.165.000.000, dan Rp 2.330.000.000.
Panduan Memastikan Keaslian Emas 24 Karat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
Untuk memastikan keaslian emas 24 karat yang akan dibeli atau dimiliki, langkah pertama adalah memeriksa fisik emas, termasuk cap atau stempel yang terukir. Emas asli umumnya memiliki cap yang menunjukkan kadar kemurniannya, seperti 999,9 untuk 24 karat, serta tanda dari produsen. Warna kuning yang konsisten dan kilau khas yang tidak mudah pudar atau berkarat juga menjadi indikasi penting; emas 24 karat cenderung memiliki warna oranye kekuningan.
Uji magnet dapat menjadi metode awal yang sederhana. Emas asli bersifat non-magnetik, sehingga tidak akan menempel atau tertarik oleh magnet. Jika emas bereaksi terhadap magnet, kemungkinan besar itu palsu atau mengandung campuran logam lain seperti besi atau nikel. Namun, perlu diingat bahwa beberapa logam non-magnetik juga bisa digunakan untuk memalsukan emas, sehingga tes ini sebaiknya dikombinasikan dengan metode lain.
Metode uji densitas atau kepadatan juga efektif karena emas asli adalah logam padat yang akan langsung tenggelam di air. Emas murni 24 karat memiliki kepadatan sekitar 19,3 gram/ml. Pengujian ini dapat dilakukan dengan menimbang emas dan membagi beratnya dengan volume air yang dipindahkan saat emas dimasukkan ke dalam air. Selain itu, uji goresan pada permukaan keramik tanpa glasir atau ubin dapat menunjukkan apakah emas tersebut asli; emas asli akan meninggalkan jejak atau garis emas, sementara goresan hitam atau warna lain mengindikasikan kepalsuan.
Uji asam nitrat merupakan metode yang lebih canggih dan memerlukan kehati-hatian karena melibatkan bahan kimia berbahaya. Emas asli tidak akan bereaksi atau berubah warna saat ditetesi asam nitrat, berbeda dengan emas palsu atau campuran logam lain yang akan bereaksi dan berubah warna. Meskipun tidak disarankan secara luas karena dapat merusak, uji gigitan juga dapat menjadi indikasi keaslian karena emas murni memiliki sifat lunak yang memungkinkan bekas gigitan.
Beberapa metode lain yang bisa digunakan adalah uji suara, di mana emas asli yang dijatuhkan akan menghasilkan dentingan khas. Perhatikan juga perubahan warna akibat pemakaian; emas asli tidak akan berkarat atau pudar. Emas asli juga tidak memiliki bau logam, sehingga jika tercium bau logam atau amis setelah terkena air atau keringat, kemungkinan itu palsu. Cara paling akurat dan terpercaya untuk memastikan keaslian emas adalah dengan membawanya ke pengrajin emas bersertifikat, toko emas terpercaya, atau butik Antam LM yang memiliki alat khusus dan keahlian untuk menguji kemurnian emas. Selain itu, emas asli, terutama emas batangan, seringkali dilengkapi dengan sertifikat keaslian yang dapat diperiksa, misalnya melalui hologram di bawah sinar ultraviolet.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4047359/original/024125100_1654749561-razia-Pajak-STNK-ARBAS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5518693/original/087920200_1772516344-BLT_Ibu_Hamil_-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350923/original/082567200_1789635059-cek_fakta_pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351163/original/080486900_1789642522-cek_fakta_-_Ibu_Hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)