7 Ayat Al-Qur’an untuk Dibaca saat Menghadapi Masalah, Simak Adab dan Waktu Terbaiknya

Al-Qur'an bukan sekadar kitab suci yang dibaca untuk mendapatkan pahala, melainkan syifa (obat) dan rahmah (rahmat) bagi orang-orang beriman

Diterbitkan 18 September 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan, seseorang terkadang menghadapi persoalan pelik yang terasa sukar terselesaikan. Dalam ajaran Islam, ada solusi agar hati lebih jernih menyingkap berbagai hal. Di antaranya adalah ayat Al-Qur'an untuk dibaca saat menghadapi masalah.

Al-Qur'an bukan sekadar kitab suci yang dibaca untuk mendapatkan pahala, melainkan syifa (obat) dan rahmah (rahmat) bagi orang-orang beriman, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Isra ayat 82. Dalam Penjelasan Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr menegaskan bahwa membaca Al-Qur'an, memiliki pengaruh luar biasa dalam menyembuhkan penyakit dan menghilangkan kecacatan dengan izin Allah.

Doa-doa yang bersumber dari Al-Qur'an, seperti doa Nabi Yunus AS dalam Surat Al-Anbiya ayat 87, merupakan doa-doa yang paling lengkap dan penuh berkah. Imam Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma'ad menyebutkan bahwa doa Nabi Yunus AS mengandung tauhid, pensucian Allah dari segala aib, dan pengakuan dosa yang menjadi wasilah terbaik untuk memenuhi segala kebutuhan.

Dalam Jurnal Kisah Nabi Yunus AS dalam Al-Qur'an karya Misteri dkk., dijelaskan bahwa Nabi Yunus AS meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah dan akhirnya ditelan ikan besar, namun doa yang beliau panjatkan di dalam perut ikan menjadi pelajaran abadi bagi umat Islam tentang kekuatan tauhid dan taubat.

Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Koleksi Doa dan Zikir menyebutkan beberapa doa dan zikir yang diajarkan untuk dibaca ketika berada dalam kesusahan, termasuk doa Nabi Yunus AS yang dijamin pengabulannya oleh Rasulullah SAW.

Ayat-Ayat Al-Qur'an untuk Dibaca saat Menghadapi Masalah

1. Doa Nabi Yunus AS (QS. Al-Anbiya: 87)

Arab: لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

Arti: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."

Rasulullah SAW bersabda: "Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin. Sesungguhnya tidaklah seorang Muslim berdoa dengannya dalam suatu perkara melainkan Allah akan kabulkan baginya." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi dari Sa'ad bin Abi Waqqash).

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam Penjelasan Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah menjelaskan bahwa doa ini mengandung kesempurnaan tauhid, pensucian Allah dari segala aib, dan pengakuan hamba terhadap kezaliman diri, yang mana hal ini merupakan obat yang sangat mujarab di kala mendapat kesusahan, kesedihan, dan kegundahan. Imam Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma'ad menyebutkan bahwa doa ini mengandung empat perkara yang menjadi wasilah kepada Allah: tauhid, pensucian Allah dari segala aib, penghambaan diri kepada Allah, dan pengakuan hamba terhadap dosa.

2. Doa Memohon Petunjuk (QS. Al-Kahfi: 10)

Arab: رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Latin: Rabbanā ātinā min ladunka raḥmatan wa hayyi' lanā min amrinā rasyadā

Arti: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)."

Doa ini merupakan doa Ashabul Kahfi, para pemuda yang mencari perlindungan ke dalam gua untuk mempertahankan keimanan mereka. Mereka berdoa agar Allah melimpahkan rahmat, ketentraman, dan rezeki dari sisi-Nya, serta memohon agar Allah memudahkan jalan yang benar untuk menghindari godaan dan kezaliman orang-orang kafir.

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan seorang hamba untuk berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi situasi yang tidak menentu.

3. Doa Nabi Musa AS (QS. Thaha: 25-28)

Arab: رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Latin: Rabbi-syraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul 'uqdatam mil lisānī yafqahū qaulī

Arti: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku."

Doa ini dipanjatkan Nabi Musa AS ketika diperintahkan berdakwah kepada Raja Firaun. Beliau memohon agar Allah melapangkan dadanya, memudahkan urusannya, dan menjaga perkataannya. Imam An-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan pentingnya memohon kelapangan hati dan kemudahan urusan sebelum menghadapi tugas yang berat.

4. Doa Memohon Keteguhan Hati (QS. Ali Imran: 8)

Arab: رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Latin: Rabbanā lā tuzigh qulūbanā ba'da idz hadaitanā wa hab lanā mil ladunka raḥmah, innaka antal wahhāb

Arti: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membiarkan hati kami menyimpang setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini adalah doa yang diajarkan Allah kepada hamba-Nya agar selalu memohon keteguhan hati dalam iman. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa makna lā tuzigh qulūbanā adalah janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami.

5. Ayat tentang Kesabaran dan Shalat sebagai Penolong (QS. Al-Baqarah: 153)

Arab: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Latin: Yā ayyuhal-ladzīna āmanusta'īnū biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn

Arti: "Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

Dalam artikel RRI, Ustadz Supriandi menjelaskan bahwa Al-Qur'an memberikan petunjuk yang jelas ketika seseorang menghadapi kesulitan hidup, yakni dengan menjadikan kesabaran dan shalat sebagai penolong. Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini mengajarkan bahwa sabar dan shalat adalah dua senjata utama seorang mukmin dalam menghadapi segala ujian.

6. Ayat tentang Kemudahan setelah Kesulitan (QS. Asy-Syarh: 5-6)

Arab: فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Latin: Fa inna ma'al-'usri yusrā, inna ma'al-'usri yusrā

Arti: "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."

Imam Al-Suyuthi menjelaskan bahwa pengulangan ayat ini bukan kebetulan, melainkan penegasan bahwa kesulitan datang sekali, tetapi kemudahan datang berkali-kali dengan bentuk yang mungkin berbeda. Ada kemudahan yang berupa ketenangan hati, keterampilan baru, rezeki, dan peluang usaha.

7. Ayat tentang Tawakal (QS. Ar-Ra'd: 30)

Arab: قُلْ هُوَ رَبِّي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ مَتَابِ

Latin: Qul huwa rabbī lā ilāha illā huwa 'alaihi tawakkaltu wa ilaihi matāb

Arti: "Katakanlah: 'Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat.'"

Dr. Mabruk Attia, seorang pendakwah Islam, mengungkapkan bahwa ayat ini disarankan untuk dibaca saat kondisi sulit, seperti untuk pasien, saat kelaparan, dalam kesusahan, dalam kebingungan, dan dalam keadaan membutuhkan petunjuk Allah SWT. Dengan membaca ayat ini, Allah akan memberikan kemudahan dalam menghadapi kondisi sulit tersebut.

Waktu Terbaik dan Adab Membaca Ayat Al-Qur'an saat Menghadapi Masalah

Waktu Terbaik 1. Sepertiga Malam Terakhir (Waktu Sahur)

Sebaik-baik waktu untuk membaca Al-Qur'an adalah pada sepertiga malam, yaitu waktu sahur. Waktu ini juga merupakan waktu paling terbaik untuk memohon keampunan Allah SWT dengan memperbanyak istighfar. Suasana hening dan hati yang lebih khusyuk menjadikan doa dan bacaan Al-Qur'an lebih berbekas.

2. Setelah Salat Fardhu

Setelah menunaikan salat wajib adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an dan berdoa. Ini karena salat adalah momen terdekat seorang hamba dengan Allah.

3. Antara Adzan dan Iqamah

Waktu antara adzan dan iqamah adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Doa tidak akan tertolak antara adzan dan iqamah, maka berdoalah." (HR. Tirmidzi).

4. Ketika Sujud dalam Salat

Sujud adalah momen paling dekat seorang hamba dengan Allah. Rasulullah SAW bersabda: "Sedekat-dekat hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim).

5. Hari Jumat

Hari Jumat adalah hari yang penuh berkah, dan di dalamnya terdapat waktu-waktu mustajab untuk berdoa dan membaca Al-Qur'an.

Adab Membaca Al-Qur'an

1. Bersuci sebelum Membaca Al-Qur'an

Kita mestilah menjaga kebersihan diri daripada berada dalam keadaan janabah, haid, dan nifas. Sangat digalakkan untuk sentiasa berada dalam keadaan berwudhu agar mudah memegang dan membaca Al-Qur'an pada bila-bila masa.

2. Mengenakan Pakaian yang Bersih dan Rapi

Mengenakan pakaian yang bersih, rapi, dan wangi sebagai bentuk penghormatan terhadap Al-Qur'an.

3. Menghadap Kiblat

Kedudukan yang terbaik ialah kedudukan tashahhud seperti dalam solat sambil menghadap kiblat. Kedudukan ini jelas menzahirkan sifat 'ubudiyyah dan kehambaan seseorang kepada Allah SWT.

4. Memilih Tempat yang Sesuai

Masjid adalah tempat yang sesuai untuk membaca Al-Qur'an. Tempat tersebut mestilah jauh dari gangguan seperti suara bising, jeritan, cakap-cakap kosong, dan senda-gurau.

5. Menghayati dan Merenungkan Ayat-ayat

Tidak terburu-buru memutus bacaan karena teralihkan oleh urusan duniawi, tetapi berusaha menyelesaikan bacaan hingga akhir ayat dan menghayati maknanya.

6. Memulai dengan Ta'awudz dan Basmalah

Sebelum membaca Al-Qur'an, dianjurkan untuk membaca ta'awudz (a'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim) dan basmalah (bismillahir-rahmanir-rahim).

Hikmah Membaca Al-Qur'an saat Menghadapi Masalah

1. Mendapatkan Ketenangan Jiwa dan Hati

Hikmah pertama adalah ketenangan jiwa. Membaca Al-Qur'an dengan penuh kesadaran dan tadabbur akan menenangkan hati yang gelisah dan pikiran yang kacau. Dalam kajian RRI, Ustadz Hendro menegaskan bahwa ketenangan jiwa dapat diraih dengan fokus kepada Allah, tawakal, bersyukur, sabar, serta memperbanyak membaca Al-Qur'an. Al-Qur'an adalah syifa (obat) bagi penyakit hati dan jiwa.

2. Mendapatkan Pertolongan dan Kemudahan dari Allah

Hikmah kedua adalah pertolongan Allah. Dr. Mabruk Attia menjelaskan bahwa dengan membaca ayat-ayat Al-Qur'an tertentu, seperti Surat Ar-Ra'd ayat 30, Allah akan memberikan kemudahan dalam menghadapi kondisi sulit. Bagi yang sakit diberi kesembuhan, dan yang dalam kebingungan diberi petunjuk. Ayat-ayat Al-Qur'an menjadi wasilah untuk mendatangkan pertolongan Allah.

3. Memperkuat Tauhid dan Iman

Hikmah ketiga adalah penguatan tauhid. Doa Nabi Yunus AS, misalnya, mengandung pengakuan akan keesaan Allah dan pensucian-Nya dari segala kekurangan. Al-Hakim At-Tirmidzi menyebutkan bahwa tatkala seorang hamba mengesakan Allah dan mengakui dirinya sebagai hamba yang zalim, maka Allah akan muliakan ia dan beri keutamaan. Membaca ayat-ayat Al-Qur'an saat menghadapi masalah memperkuat fondasi tauhid seorang Muslim.

4. Meneladani Doa Para Nabi dan Orang Saleh

Hikmah keempat adalah meneladani doa para nabi. Al-Qur'an mengabadikan doa-doa Nabi Yunus AS, Nabi Musa AS, Ashabul Kahfi, dan lainnya yang dipanjatkan dalam kondisi genting. Dengan membaca dan mengamalkan doa-doa tersebut, seorang Muslim mengikuti jejak para nabi dan orang-orang saleh dalam menghadapi ujian hidup.

5. Meraih Husnul Khatimah dan Kebahagiaan Abadi

Hikmah kelima adalah meraih husnul khatimah. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan bahwa doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an bukanlah semata-mata untuk keselamatan dan kebahagiaan duniawi, tetapi juga untuk kebahagiaan dan keselamatan di akhirat. Dengan istiqamah membaca Al-Qur'an dan berdoa hingga akhir hayat, seorang Muslim akan meraih husnul khatimah.

 

Pertanyaan Seputar Ayat Al Quran

1. Ayat Al-Qur'an apa yang paling dianjurkan dibaca saat menghadapi masalah?

Ayat yang paling dianjurkan adalah doa Nabi Yunus AS dalam Surat Al-Anbiya ayat 87: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah seorang Muslim berdoa dengannya dalam suatu perkara melainkan Allah akan mengabulkannya (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).

2. Bagaimana cara membaca ayat Al-Qur'an saat menghadapi masalah?

Bacalah dengan penuh khusyuk dan tadabbur, dimulai dengan ta'awudz dan basmalah, dalam keadaan berwudhu, menghadap kiblat, dan menghayati makna ayat. Sebaiknya dilakukan pada waktu sepertiga malam terakhir atau setelah salat fardhu.

3. Apakah ada ayat Al-Qur'an khusus untuk masalah ekonomi?

Dalam Al-Qur'an, Surat Al-Furqan ayat 67 mengajarkan pengelolaan keuangan yang bijak: Walladzīna idzā anfaqū lam yusrifū wa lam yaqturū. Selain itu, Surat Al-A'raf ayat 96 menyebutkan bahwa dengan iman dan takwa, Allah akan membuka keberkahan dari langit dan bumi.

4. Apa keutamaan membaca Al-Qur'an saat menghadapi masalah?

Keutamaannya antara lain: mendapatkan ketenangan jiwa, memperoleh pertolongan dan kemudahan dari Allah, memperkuat tauhid dan iman, meneladani doa para nabi, serta meraih husnul khatimah. Al-Qur'an adalah syifa dan rahmah bagi orang-orang beriman.

5. Kapan waktu terbaik membaca ayat Al-Qur'an saat menghadapi masalah?

Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir (waktu sahur), setelah salat fardhu, antara adzan dan iqamah, ketika sujud dalam salat, dan pada hari Jumat. Sebaiknya juga membaca di tempat yang tenang dan jauh dari gangguan.