UBS AG Beli 2,26 Juta Saham CPIN

UBS AG kini memiliki 984.998.447 saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) atau setara 6,01% saham CPIN.

Diterbitkan 17 September 2026, 18:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pemegang saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yakni UBS AG Ldn membeli saham CPIN pada pertengahan September 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/9/2026), UBS AG Ldn membeli 2.261.447 saham CPIN dengan harga Rp 3.141 per saham pada 14 September 2026. Nilai transaksi pembelian saham CPIN Rp 7,10 miliar.

“Tujuan transaksi UBS membeli saham untuk melakukan lindung nilai atas aktivitas perdagangan derivatif, dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Dalam keterbukaan informasi disebutkan UBS AG merupakan pengendali perseroan.

Setelah transaksi pembelian saham CPIN, UBS AG memiliki 6,01% saham CPIN atau setara 984.998.447 saham CPIN. Sebelumnya, UBS AG mengenggam 982.737.000 saham CPIN atau setara 5,99%.

Berdasarkan data RTI, harga saham CPIN ditutup stagnan di posisi Rp 3.120 per saham. Harga saham CPIN berada di level tertinggi Rp 3.150 dan terendah Rp 3.090 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 5.774 kali dengan volume perdagangan saham 172.778 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 53,8 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,40% menjadi 6,462,43. Indeks saham LQ45 naik 0,22% menjadi 648,38. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.500,40 dan terendah 6.418,12. Sebanyak 384 saham menguat sehingga angkat IHSG. 244 saham melemah dan 164 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.864.767 kali dengan volume perdagangan saham 28,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.731.

Sektor Saham

Mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham kesehatan turun 0,55%. Sektor saham consumer siklikal naik 1,63%, dan catat kenaikan terbesar di antara sektor saham lainnya.

Sektor saham energi menanjak 1,17%, sektor saham basic melesat 0,37%, dan sektor saham industri bertambah 0,82%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,88%, sektor saham keuangan mendaki 0,22%, dan sektor saham properti melompat 0,20%.

Kemudian sektor saham teknologi mendaki 0,67%, sektor saham infrastruktur menguat 0,54%, dan sektor saham transportasi melesat 0,63%.