Liputan6.com, Jakarta - Kisah keberanian mengambil risiko dan teguh pada prinsip sering kali menjadi pembeda antara pekerja biasa dan pengusaha yang mampu mengubah dunia. Hasso Plattner, sosok visioner asal Jerman yang lahir di Berlin menjelang akhir Perang Dunia II, membuktikan hal tersebut. Keyakinan kuat pada gagasannya berhasil mematahkan keraguan raksasa teknologi dunia sekaligus mengubah peta bisnis global.
Dikutip dari Research Starters di EBSCOhost, Jumat (18/9/2026), perjalanannya bermula setelah Plattner menyelesaikan pendidikan teknik komunikasi di University of Karlsruhe pada 1968. Ia mengawali karier di IBM Mannheim, Jerman. Saat bertugas di sana, Plattner dan empat rekannya melihat peluang besar untuk mengembangkann sebuah perangkat lunak pengolahan data real-time yang mampu mengintegrasikan seluruh operasional bisnis korporasi.
Namun, manajemen IBM saat itu menolak mentah-mentah ide tersebut dan justru memerintahkan mereka fokus menjual perangkat keras saja.
Advertisement
Dilansir dari laman resmi Hasso Plattner Foundation, Keputusan sempit manajemen IBM tak lantas memadamkan mimpi Plattner. Didorong keyakinan akan pentingnya sistem informasi yang cepat dan terintegrasi, ia dan empat temannya nekat mendanai sendiri ide mereka. Pada 1972, mereka mengambil keputusan berani, mengundurkan diri dari IBM dan mendirikan perusahaan sendiri yang dinamai SAP (Systems, Applications, and Products in Data Processing).
Di masa-masa awal, proyek ini dikerjakan di luar jam kerja atau saat akhir pekan dan malam hari dengan memanfaatkan komputer sewaan. Kerja keras dan keberanian mempertahankan visi itu berbuah manis. Perangkat lunak analisis bisnis buatan mereka sukses menjadi standar baru di dunia industri global yang dipakai oleh ribuan korporasi besar dunia.
Seiring kesuksesan fenomenal bisnis yang dirintis dari nol tersebut, kekayaan pribadi Plattner melesat tajam. Forbes mencatat estimasi kekayaan bersih (net worth) Hasso Plattner kini mencapai sekitar US$ 14,2 miliar atau sekitar Rp 251 triliun (kurs Rp 17.742 per US$), mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tokoh terkaya dan paling berpengaruh di industri teknologi global.
Â
Budaya Kerja Humanis dan Design Thinking
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351248/original/064082800_1789647487-HP_dschoolPotsdam_3.webp)
Keberhasilan Plattner tak lepas dari karakter kepemimpinannya yang unik. Ia menerapkan gaya manajemen berbasis konsensus yang dipadukan dengan kebiasaan berdebat secara sehat. Pendekatan ini memastikan setiap keputusan besar diambil lewat pemikiran analitis yang matang dan kesepakatan bersama antar pendiri. Bagi Plattner, inovasi perangkat lunak tidak boleh melenceng dari kebutuhan nyata penggunanya.
Dilansir dari wawancaranya di This is Design Thinking!, dorongan untuk terus berinovasi membawa Plattner pada metode Design Thinking. Pada pertengahan 2000-an, ia mendanai pendirian Hasso Plattner Institute of Design di Stanford University (dikenal sebagai d.school) serta HPI School of Design Thinking di Potsdam, Jerman.
Plattner paham betul bahwa kelemahan utama inovator teknik ada pada minimnya budaya berfokus pada pengguna (user-centric) serta rasa takut mengambil risiko. Melalui Design Thinking, ia mendorong generasi muda untuk menyelesaikan masalah langsung dari akarnya, bukan sekadar merawat gejalanya. Bagi Plattner, melatih mentalitas wirausaha yang berani bertanggung jawab adalah kunci keberlanjutan inovasi.
Advertisement
Pendidikan dan Filantropi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351247/original/065307900_1789647473-Cebit_2009.webp)
Di luar dunia teknologi dan bisnis, Plattner dikenal luas atas kontribusinya di bidang pendidikan dan seni. Ia menganggap akses pendidikan sebagai pilar utama kesuksesannya. Hal inilah yang mendorongnya mendirikan Hasso Plattner Institute(HPI) di Potsdam, sebuah lembaga riset dan pendidikan rekayasa sistem TI independen yang diakuinya sebagai pencapaian terbesar kedua setelah SAP.
Aksi sosialnya diwujudkan secara konkret saat ia bergabung dalam The Giving Pledge, yaitu komitmen untuk mendonasikan sebagian besar kekayaannya untuk aksi kemanusiaan, sains, lingkungan, dan seni. Ia bahkan mendirikan Museum Barberini dan Das Minsk di Potsdam untuk memamerkan koleksi seni global sekaligus mendukung seniman lokal.
Perjalanan Hasso Plattner menyatukan pelajaran hidup yang berharga: keberanian memeluk ketidakpastian, memegang teguh gagasan yang sempat ditolak, serta menginvestasikan kembali kesuksesan untuk pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun warisan bisnis yang berdampak melintasi zaman.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350923/original/082567200_1789635059-cek_fakta_pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351163/original/080486900_1789642522-cek_fakta_-_Ibu_Hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309917/original/099505800_1785297828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-29T105932.156.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351246/original/058238800_1789647459-DAS_MINSK_163_Dietmar_Gust_2.webp)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4316216/original/042909700_1675755230-000_337W7LP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1977011/original/095134600_1520574611-Kiran_Mazumdar-Shaw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2800237/original/050038400_1557370572-000_1G757K.jpg)