Liputan6.com, Jakarta - Akhir pekan di Jakarta tak selalu harus diisi dengan cafe hopping, berkeliling pusat perbelanjaan, atau pergi ke luar kota. Ada pilihan yang lebih tenang, tapi tetap menyimpan rasa penasaran: menghabiskan waktu di galeri seni dan berhadapan dengan wajah-wajah yang sama sekali tidak dikenal.
Pameran tunggal perdana seniman multidisipliner muda Indonesia, Rajata Hakim, menawarkan pengalaman tersebut lewat "Terlihat / Terasa." Sebanyak 63 potret orang asing memenuhi ruang ArtSphere Gallery, Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan, hingga 27 September 2026.
Setiap wajah seperti mengundang pengunjung berhenti sejenak, mengamati guratan, lalu diam-diam membentuk cerita sendiri.
Advertisement
"Saya ingin melihat apa yang terjadi ketika orang merasa sudah mengetahui seseorang hanya karena mereka bisa melihatnya, padahal wajah hanya memberi sebagian kecil informasi tentang manusia yang ada di baliknya," kata Rajata dalam keterangannya pada Lifestyle Liputan6.com, Kamis, 17 Septembe 2026.
Ia membuat potret-potret tersebut menggunakan cat akrilik di atas kertas kalkir berukuran A4. Karya-karya itu merupakan bagian dari proyek yang sebelumnya menghadirkan 150 wajah orang asing secara utuh dalam pameran 1830 di Taman Ismail Marzuki.
Sebanyak 63 karya kemudian dibawa ke ArtSphere dan ditempatkan berdampingan dengan karya lain yang menggunakan kanvas, kayu, tas, medium transparan, serta instalasi.
Pengalaman melihat menjadi semakin menarik ketika beberapa potret dipertemukan dengan suara pemilik wajahnya. Para partisipan mendeskripsikan diri secara anonim melalui rekaman suara yang menemani karya.
Pengunjung pun memiliki kesempatan membandingkan kesan pertama yang muncul dari sebuah wajah dengan cara seseorang memperkenalkan dirinya sendiri.
Â
Tak Menuntut Pemahaman Khusus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350996/original/065775300_1789636756-1.jpeg)
Ada jarak kecil yang terasa di antara keduanya. Wajah mungkin tampak ramah, serius, pendiam, atau penuh percaya diri. Suara bisa menghadirkan sisi yang sama sekali berbeda. Ruang itulah yang menjadi bagian penting dari pengalaman menikmati pameran tersebut.
Bagi pengunjung yang datang tanpa latar belakang seni, karya-karya tersebut juga tidak menuntut pemahaman khusus. Mereka cukup melihat, memperhatikan, dan membiarkan interpretasi muncul. Tidak ada jawaban tunggal mengenai siapa seseorang hanya dari wajah yang terpampang di depan mata.
Rajata bahkan membawa permainan persepsi itu ke dalam karya yang menampilkan sosok Pangeran Diponegoro. Wajah figur sejarah tersebut sengaja disamarkan. Sosok yang sedang menunggang kuda putih tetap hadir, tapi identitasnya tidak diberikan secara gamblang.
Advertisement
Arsip dan Memori
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350999/original/007210800_1789636802-4.jpeg)
Rajata berkata, "Saya ingin publik mengalami momen ketika mereka merasa mengenali sebuah sosok, tapi pada saat yang sama tidak memiliki kepastian. Dari situ muncul kemungkinan untuk menebak, mengingat kembali apa yang mereka ketahui, bahkan menyadari bahwa ingatan mereka sendiri bisa membentuk sebuah gambaran."
Karya tersebut memperlihatkan ketertarikan putra presenter Sarah Sechan dan Emir Hakim itu pada arsip dan memori. Keterlibatannya dalam Project 1830 juga memperkenalkannya pada konsep amongraga dan amongrasa, yang kemudian menjadi bagian dari cara ia memahami proses berkarya.
Amongraga berkaitan dengan disiplin membentuk gagasan menjadi sesuatu yang dapat dilihat. Di sisi lain, amongrasa menyentuh pengalaman batin yang memberi makna pada bentuk tersebut.
Â
Â
Mempertahankan Ruang Kosong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350998/original/057287900_1789636784-3.jpeg)
Kurator "Terlihat / Terasa,"Â Melissa Sunjaya, melihat praktik Rajata sebagai proses yang tidak buru-buru memberikan kesimpulan. Karya-karyanya justru mempertahankan ruang kosong agar pengalaman personal dan ingatan pengunjung dapat ikut bekerja.
"Yang menarik dari Rajata adalah caranya membiarkan ketidakpastian tetap hidup di dalam karya. Pengunjung tidak hanya melihat objek, tapi juga membawa ingatan, asumsi, dan pengalaman mereka sendiri ketika berhadapan dengannya," jelas Melissa.
Pendekatan itu terlihat dari tepian karya yang tidak selalu dibuat sempurna dan guratan yang dibiarkan menyimpan jejak proses. Ada sesuatu yang terasa belum selesai, namun justru di situlah karya memperoleh kedekatan dengan manusia. Pengalaman seseorang pun jarang hadir dalam bentuk yang benar-benar rapi dan mudah dijelaskan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350923/original/082567200_1789635059-cek_fakta_pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351163/original/080486900_1789642522-cek_fakta_-_Ibu_Hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309917/original/099505800_1785297828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-29T105932.156.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350997/original/034060100_1789636773-2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550037/original/091698900_1692855763-PENERTIPAN_KABEL_FIBER_OPTIK-FANANI_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349872/original/028998100_1789547923-WhatsApp_Image_2026-09-16_at_13.40.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349724/original/003218900_1789541899-WhatsApp_Image_2026-09-16_at_13.40.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348238/original/092431200_1789396109-pensi_sma_3_jakarta-20260914-118-busan.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4078365/original/010041200_1656929598-20220704-Rekayasa_Lalu_Lintas_di_Kawasan_Bundaran_HI-FANANI_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347484/original/052975700_1789338155-20260913_200540.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346503/original/010033600_1789165814-f7ad0f51-dfb1-4f54-ac23-a9da99b3cf60.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346304/original/079645600_1789121775-MAMAMOO-2-1.jpeg)