Sukses

Penjualan Mayora Indah Tumbuh 18,7 Persen pada Semester I 2021

Liputan6.com, Jakarta - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 13,15 triliun pada semester pertama tahun ini. Penjualan naik 18,7 persen dibandingkan pada semester I-2020 sebesar Rp 11,08 triliun.

Merujuk laporan keuangan Mayora Indah dalam keterbukaan informasi BEI, ditulis Sabtu (31/7/2021), penjualan tersebut didominasi penjualan lokal sebesar Rp 7,74 triliun. Sementara sisanya sekitar Rp 5,4 triliun berasal dari ekspor.

Pada periode yang sama, Perseroan mencatatkan beban pokok penjualan sebesar Rp 9,56 triliun, beban usaha sebesar Rp 2,37 triliun. Sehingga diperoleh laba usaha sebesar Rp 1,25 triliun.

Setelah dikurangi dengan beban lain-lain dan pajak, Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 959,80 miliar pada semester I-2021. Turun tipis 0,3 persen dari laba bersih periode yang sama di 2020 sebesar Rp 962,6 miliar.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 930,56 miliar pada semester I 2021. Perolehan laba tersebut susut 0,84 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 938,47 miliar. Laba per saham Mayora Indah tercatat Rp 42 pada semester I 2021.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Aset

Dari sisi aset perseroan hingga Juni 2021 tercatat sebesar Rp 20,19 triliun. Terdiri dari aset lancar sebesar Rp 13,3 triliun dan aset tidak lancar Rp 6,9 triliun.

Liabilitas perseroan tercatat sebesar 7,96 triliun. Terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 3,23 triliun, dan sisanya Rp 4,72 triliun merupakan liabilitas jangka panjang. Sementara ekuitas Perseroan hingga 31 Juni tercatat sebesar Rp 12,23 triliun.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 30 Juli 2021, saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun 3,08 persen ke posisi Rp 2.200 per saham.

Saham MYOR dibuka stagnan di posisi Rp 2.270. Saham MYOR berada di level tertinggi Rp 2.290 dan terendah Rp 2.200 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.732 kali dengan volume perdagangan 58.519. Nilai transaksi harian Rp 13,1 miliar.