Menhut: Indonesia - Prancis Perkuat Kerjasama Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

Kerja sama dalam bidang kehutanan terkait pengelolaan hutan berkelanjutan, konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati hingga mitigasi iklim dan bencana.

Diterbitkan 28 Mei 2025, 18:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan Indonesia dan Prancis menandatangani nota kesepahaman (Letter of Intent/LoI), salah satunya pengelolaan hutan berkelanjutan. Menurut dia, kedua negara menjalin kerja sama di 12 area.

Penandatangan kerja sama disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (28/5/2025). Kerja sama ini ditandatangani oleh Raja Juli Antoni dan Menteri Ekonomi, Keuangan dan Kedaulatan Industri dan Digital Prancis.

"Membersamai Pak Presiden prabowo penandatangan nota kesepahaman antara pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah Prancis, terutama di bidang saya, di bidang kehutanan, ada 12 area yang akan dikerja samai," jelas Raja Juli di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/5/2025).

Menurut dia, kerja sama dalam bidang kehutanan terkait pengelolaan hutan berkelanjutan, konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati hingga mitigasi iklim dan bencana. Raja Juli mengatakan kerja sama ini merupakan yang penting yang nantinya sangat bermanfaat.

"Sustainable forest management, kemudian ada konservasi dan proteksi keanekaragaman hayati, juga ada sister park antara Indonesia dan prancis juga soal mitigasi iklim, mitigasi bencana dan juga area-area lain yang juga menurut saya ada area-area yang akan sangat bermanfaat," jelas dia.

"12 area itu adalah yang sama (fokus) kita akan bekerja sama secara teknis untuk perbaikan kedua negara," sambung Raja Juli Antoni.

 

Pertemuan Prabowo dengan Presiden Prancis

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (28/5/2025). Prabowo meyakini Indonesia dan Prancis dapat memberikan sumbangan untuk menjaga stabilitas geopolitik dan geoekonomi ditengah ketidakpastian dunia.

"Saya menyambut baik pertemuan hari ini karena keadaan geopolitik internasional dengan geoekonomi penuh dengan ketidakpastian. Prancis dan Indonesia dapat memberi sumbangan yang baik kepada stabilitas geopolitik dan geoekonomi," jelas Prabowo saat pertemuan bilateral.

Dia menyampaikan hubungan dipolomatik Indonesia-Prancis telah terjalin selama 75 tahun. Prabowo menyebut hubungan bilateral Indonesia-Prancis selama ini dilandasi kerja sama politik yang kuat dan kokoh.

"Berakar pada saling menghormati dan prinsip-prinsip yang kita anut bersama, yaitu kedaulatan kemerdekaan menghormati hak-hak asasi manusia dan demokrasi," ujarnya.

Prabowo menuturkan masih banyak potensi kerja sama yang dikembangkan antara Indonesia-Prancis.

Dia mengaku terhormat bisa menerima dan menyambut kunjungan Presiden Macron ke Indonesia.

"Di tengah kemitraan kita yang terus berkembang, masih banyak potensi yang bisa kita gali dan peluang baru yang perlu kita manfaatkan," tutur dia.

"Selamat datang di Indonesia, terima kasih atas kehormatan besar diberikan kepada kami dengan kunjungan Yang Mulia," sambung Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6