Menhut Ungkap Titik Panas Sumatera-Kalimantan Terbaru

Menhut mengatakan, dari pengecekan di lapangan, jumlah hotspot tidak selalu menunjukkan adanya titik api atau firespot.

Diterbitkan 01 September 2026, 14:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Hotspot di Riau dan Jambi nol per 31 Agustus, menunjukkan penurunan signifikan.
  • Kalimantan Barat dan Tengah masih tinggi, namun data real-time menunjukkan penurunan hotspot.
  • Pemerintah waspada puncak El Nino September, fokus mitigasi dampak kesehatan karhutla.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengklaim titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah terbakar mengalami penurunan per tanggal 31 Agustus pukul 23.59 WIB.

"Alhamdulillah, paling pojok ya ini tanggal 31 teman-teman, dua provinsi yang paling bawah yaitu Riau dan Jambi itu hotspot-nya sudah nol," kata Raja Juli kepada wartawan di Gedung Kementerian Kehutanan, Selasa (1/9/2026).

"Jadi alhamdulillah kalau hotspot-nya nol, insyaallah di bawahnya juga pasti tidak ada firespot," ujarnya.

Raja Juli juga mengatakan, dari pengecekan di lapangan, jumlah hotspot tidak selalu menunjukkan adanya titik api atau firespot. Dia mencontohkan kondisi di Sumatera Selatan, yang tercatat memiliki 37 hotspot, tetapi setelah dilakukan pengecekan hanya ditemukan 11 firespot.

Meski demikian, Raja Juli tetap mengingatkan karakteristik lahan gambut yang membuat asap kerap muncul meski api telah padam. Sebab itu, proses pendinginan masih terus dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan.

Berdasarkan data per Senin, 31 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB, masih terdapat 22 hotspot di Kalimantan Selatan dan 20 hotspot di Sumatera Selatan. Sementara itu, di Kalimantan Barat mencapai 272 titik, serta Kalimantan Tengah sebanyal 253 titik.

"Dua masih tinggi, dua masih tinggi sekali yaitu Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah ya," ucap dia.

 

Data Real Time

Namun, berdasarkan pemantauan secara real time melalui sistem SiPongi Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut siang ini, jumlah hotspot di sejumlah wilayah tersebut kembali mengalami penurunan.

Raja Juli menerangkan, jumlah hotspot di Kalimantan Tengah yang sebelumnya tercatat 253 titik turun menjadi 83 titik berdasarkan pemantauan terbaru.

Sementara itu, hotspot di Kalimantan Barat yang sebelumnya mencapai 272 titik juga turun menjadi 109 titik.

Selain itu, dia menyebut puncak fenomena El Nino akan berlangsung pada September. Meski mengalami penurunan, dia menegaskan harus tetap waspada terhadap peristiwa karhutla yang sejumlah titik yang terjadi di Indonesia.

Selain melakukan pemadaman, Raja Juli mengatakan pemerintah juga berupaya untuk meminimalisir dampak dari kebakaran tersebut, terutama risiko gangguan kesehatan akibat asap.

"Pemerintah ingin memastikan angka karhutla ditekan serendah-rendahnya. Masyarakat yang terdampak oleh karhutla ini juga diminimalisir jangan sampai terjadi yang kena ISPA dan sebagainya," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6