Pengakuan Polisi yang Tutup Kasus Orang Hilang di Jeju

Seorang polisi di Jeju mengaku sengaja menutup kasus orang hilang, demi menghindari beban kerja.

Diterbitkan 01 September 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Seoul - Kepolisian Provinsi Jeju, Korea Selatan, mengungkap bahwa seorang polisi mengaku sengaja menutup beberapa kasus orang hilang sebelum waktunya demi menghindari tambahan beban kerja.

Dikutip dari The Korea Times, Selasa (1/9/2026), pengakuan tersebut disampaikan pada Selasa, setelah muncul kontroversi terkait penanganan kasus orang hilang di Pulau Jeju.

Kontroversi mencuat setelah diketahui bahwa polisi menutup kasus hilangnya Jang Mi-ran, perempuan berusia 37 tahun yang telah berbulan-bulan tidak diketahui keberadaannya. Kasus tersebut ditutup meski polisi belum memastikan keberadaan Jang.

Pekan lalu, Kepolisian Provinsi Jeju mengatakan telah mencopot sementara keempat anggota polisi dalam rantai komando di Kantor Polisi Jeju Seobu dari tugas mereka sambil menunggu penyelidikan.

Jenazah Jang Ditemukan di Perkebunan Palem

Kepolisian Jeju pada pekan lalu juga mengungkap hasil autopsi terhadap jenazah yang ditemukan di sebuah perkebunan palem di Pulau Jeju.

Hasil autopsi memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Jang Mi-ran.

Ketika pertama kali ditemukan, posisi tubuh Jang mengindikasikan bahwa ia meninggal akibat gantung diri. Namun, polisi kemudian mengatakan penyebab kematiannya tidak dapat ditentukan karena kondisi tubuh yang telah mengalami pembusukan.

Kasus Lain Kembali Disorot

Keraguan terhadap kewajaran penyelidikan polisi semakin menguat setelah petugas yang menangani kasus Jang Mi-ran dituduh menutup kasus orang hilang lainnya dengan cara serupa pada Juli.

Kasus tersebut melibatkan seorang pria berusia 60-an tahun yang dilaporkan hilang. Pria itu ditemukan meninggal dunia pada bulan lalu, 51 hari setelah dinyatakan hilang.

Pengungkapan tersebut membuat cara polisi menangani kasus orang hilang di Jeju kembali menjadi sorotan, terutama setelah petugas yang menangani kasus Jang disebut mengakui bahwa penutupan kasus dilakukan untuk menghindari pekerjaan tambahan yang muncul jika kasus tetap dibuka.