Liputan6.com, Jakarta - Rencana liburan ke Pulau Jeju, Korea Selatan, mulai dipertimbangkan kembali oleh sejumlah wisatawan setelah empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan meninggal dunia dalam kurun tiga hari.
Kabar tersebut memicu kekhawatiran, terutama bagi wisatawan yang telah menjadwalkan perjalanan ke destinasi populer itu. Sebagian memilih membatalkan rencana, sementara lainnya mulai mempertanyakan keamanan sejumlah kawasan di Jeju.
Kang, wisatawan berusia 29 tahun yang rutin mengunjungi Jeju, menjadi salah satu yang mengubah rencana. Biasanya, ia menghabiskan sekitar satu pekan di pulau tersebut setiap musim gugur untuk menikmati suasana lokal dan berjalan-jalan di kawasan permukiman.
Advertisement
"Dulu, saya sering berjalan-jalan di kawasan permukiman, menikmati perjalanan yang santai. Namun, setelah kejadian hilangnya seseorang baru-baru ini, saya mulai merasa takut berjalan sendirian di Jeju," ujarnya melanisr Vietnam.vn, Kamis, 27 Agustus 2026.
Kekhawatiran juga ramai dibahas di forum daring Korea Selatan. Sejumlah pengguna mengaku mulai ragu melanjutkan perjalanan yang telah disiapkan, termasuk seorang calon wisatawan yang memiliki rencana ke Jeju pada Oktober.
Situasi serupa dirasakan keluarga yang hendak berlibur bersama anak. Rencana perjalanan bahkan membuat sang anak merasa takut setelah mengetahui rangkaian kejadian tersebut.
Lee, pekerja kantoran berusia 23 tahun, juga mengkhawatirkan keselamatan ibunya yang berencana mengunjungi Jeju akhir tahun. Ia menyarankan agar perjalanan tersebut ditunda hingga situasi dirasa lebih aman.
4 Jenazah Ditemukan dalam Tiga Hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2805066/original/057753000_1557820020-20190514-Pesona-Menakjubkan-Pulau-Jeju-Korea-Selatan2.jpg)
Empat orang yang sebelumnya masuk dalam laporan hilang ditemukan meninggal di sejumlah lokasi berbeda di Jeju dalam waktu tiga hari, yaitu 22, 23, dan 24 Agustus 2026.
Salah satu kasus yang mendapat perhatian adalah penemuan jenazah Jang Mi-ran, perempuan berusia 37 tahun yang dilaporkan hilang sejak Mei. Jenazahnya ditemukan di sebuah lahan pertanian di Halim pada 24 Agustus, hanya sekitar 400 meter dari tempat ia pernah menginap dalam waktu cukup lama.
Kasus tersebut semakin menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya kekeliruan dalam penanganan laporan orang hilang. Petugas yang menangani perkara Jang disebut menutup laporan dengan alasan telah menghubungi orang yang bersangkutan.
Jenazah pria berusia sekitar 60 tahun yang juga dikaitkan dengan penanganan petugas tersebut telah ditemukan dua hari sebelumnya di kawasan Gujwa. Dua jenazah lain ditemukan di Jocheon dan Aewol. Keempat kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan belum dinyatakan memiliki hubungan satu sama lain.
Advertisement
Pelaku Penginapan Mulai Menerima Kekhawatiran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325641/original/090074000_1756009263-hongbin-FG6Kx5XOTzk-unsplash.jpg)
Kabar mengenai penemuan jenazah turut berdampak pada pelaku usaha akomodasi di sejumlah kawasan Jeju. Pemilik penginapan di Hallim mengaku mulai menerima pertanyaan dari calon tamu yang merasa khawatir dengan kondisi keamanan di sekitar tempat menginap.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena kawasan itu sebelumnya dikenal cukup nyaman bagi wisatawan yang bepergian seorang diri. Pemilik penginapan tersebut berusaha meyakinkan bahwa lingkungan sekitar memiliki penerangan yang memadai.
Lampu jalan tersedia di sepanjang kawasan dan beberapa lampu tambahan dipasang dengan jarak kurang lebih 20 hingga 30 meter. Kondisi tersebut dinilai membuat area tetap dapat digunakan oleh wisatawan tanpa perlu menganggap seluruh kawasan Jeju sebagai lokasi yang berbahaya.
Pemilik akomodasi lain di sekitar wilayah tersebut juga mengaku menerima lebih banyak telepon dari orang-orang yang menanyakan keamanan. Kekhawatiran publik berkembang setelah informasi mengenai kasus orang hilang dan penemuan jenazah tersebar melalui media sosial.
Jumlah Wisatawan Domestik Jeju Ikut Menurun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474367/original/079887700_1768473909-rawkkim-8z57N1YIxws-unsplash.jpg)
Industri pariwisata Jeju telah menghadapi penurunan kunjungan wisatawan domestik sebelum munculnya rangkaian kasus terbaru. Data Jeju Tourism Corporation mencatat sebanyak 963.401 wisatawan domestik berkunjung sepanjang Juli 2026.
Angka tersebut turun 12,4 persen atau 136.620 orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah kunjungan pada Juli 2026 juga menjadi yang terendah sejak pandemi COVID-19 mulai berlangsung pada 2020.
Untuk pertama kalinya setelah periode tersebut, jumlah wisatawan domestik yang datang dalam satu bulan berada di bawah satu juta orang. Penurunan masih terlihat pada Agustus.
Periode 1 hingga 23 Agustus mencatat rata-rata 35.295 wisatawan domestik setiap hari, lebih rendah dari 35.575 orang per hari pada periode yang sama tahun sebelumnya. Jeju sendiri tetap dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama Korea Selatan.
Pulau yang berada sekitar 130 kilometer dari daratan utama tersebut menawarkan lanskap vulkanik, pantai, desa tradisional, dan Gunung Halla sehingga kerap dijuluki "Hawaii-nya Korea" berkat pemandangan alamnya yang indah, serta iklim yang relatif sejuk sepanjang tahun.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5327298/original/085035000_1756177391-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__83_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316841/original/059462500_1785991327-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-06T113319.126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334197/original/046223400_1787824544-HOAX__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2805067/original/063382200_1557820021-20190514-Pesona-Menakjubkan-Pulau-Jeju-Korea-Selatan3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409526/original/062736400_1479454522-Korea_Selatan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1415452/original/054209400_1479960905-Pulau_Jeju.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331713/original/014010800_1787560952-2024-genesis-g70-first-drive-review.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474367/original/079887700_1768473909-rawkkim-8z57N1YIxws-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325639/original/028076400_1756009262-n-riazi-RjD376jWJXQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4813938/original/075369100_1714122003-daniel-bernard-qjsmpf0aO48-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2247367/original/062175600_1528768799-20180612-Jabat-Tangan-Perdana-Trump-dan-Kim-Jong-un-Memulai-KTT-AP-20.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5202224/original/000781700_1745892987-000_36ZQ88K.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2840823/original/083380000_1561946232-koka.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694577/original/055475300_1503994464-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP4.jpg)