Fashion Wellness Naik Daun, Alas Kaki dari Fitflop x Pantone Hadirkan Kenyamanan di Kaki dan Hati

Tren fashion wellness menonjolkan warna dan ergonomi. FitFlop x Pantone hadirkan koleksi Spring/Summer 2026 bertema The Colour of Comfort.

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kesadaran akan kesehatan emosional mulai mengubah cara perempuan memilih busana. Berdasarkan laporan NielsenIQ (NIQ) 2025, semakin banyak konsumen memasukkan kesehatan emosional sebagai bagian penting dari gaya hidup.

Perubahan ini mendorong lahirnya fashion wellness, pendekatan yang memadukan desain, material, dan warna untuk menghadirkan pengalaman berpakaian yang mendukung kesejahteraan tubuh dan pikiran.

Pilihan yang dulu dianggap sederhana, seperti warna pakaian atau jenis alas kaki, kini dinilai dapat memengaruhi suasana hati, rasa percaya diri, dan kenyamanan saat beraktivitas. Industri pun merespons dengan menghadirkan produk yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga nyaman dikenakan.

Dalam psikologi warna, setiap rona dipercaya membangkitkan respons emosional yang berbeda. Biru kerap dihubungkan dengan ketenangan, hijau memberi kesan seimbang dan menyegarkan, sementara nuansa pastel menghadirkan rasa lembut, hangat, dan menenangkan.

Pantone Color Institute menempatkan warna sebagai bahasa visual yang memengaruhi persepsi dan emosi, sehingga pemilihan palet kini dilakukan lebih terukur untuk mendorong pengalaman positif bagi pengguna.

Warna dan Respons Emosional

 

Penerapan konsep ini meluas ke berbagai kategori, mulai dari pakaian dan tas hingga alas kaki, seiring kebutuhan akan busana yang mendukung kenyamanan psikologis sehari-hari. Vice President Pantone Color Institute, Laurie Pressman, menekankan jangkauan sensasi yang dihadirkan warna.

"Setiap warna dipilih untuk menghadirkan rasa ringan, nyaman, dan ketenangan emosional, membuktikan bahwa warna mampu memberikan pengalaman yang melampaui aspek visual dan terasa dalam setiap langkah," jelas Laurie Pressman.

Selain warna, aspek ergonomi semakin krusial. Sepatu yang nyaman dipandang sebagai investasi untuk menopang mobilitas harian, bukan sekadar pelengkap tampilan.

Perempuan modern kerap berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain selama berjam-jam, mulai bekerja, menghadiri rapat, hingga meluangkan waktu bersama keluarga atau teman. Kebutuhan akan alas kaki yang mendukung pijakan dan pergerakan pun kian relevan.

Desain ergonomis, teknologi biomekanik, dan material ringan naik kelas menjadi standar baru di segmen footwear premium, dengan tujuan mengurangi rasa lelah sekaligus menjaga kenyamanan sepanjang hari.

Kolaborasi FitFlop x Pantone: The Colour of Comfort

Gelombang fashion wellness menginspirasi kolaborasi terbaru FitFlop x Pantone yang dirilis untuk koleksi Spring/Summer 2026. Bertema The Colour of Comfort, kolaborasi ini mengeksplorasi bagaimana warna dan kenyamanan saling melengkapi untuk menghadirkan pengalaman memakai alas kaki yang menyenangkan.

Koleksi tersebut menampilkan 12 produk dalam empat siluet: iQushion Flip Flops, Delicato Poise Mary-Janes, Delicato Poise Ballerinas, dan Retro-Q FF Suede Trainers. Seluruhnya dibalut palet warna pastel dan nuansa hangat yang dipilih karena mampu membangkitkan rasa tenang, ringan, dan optimistis.

Chief Product and Brand Officer FitFlop, Louise Noble, menegaskan peran setara warna dan kenyamanan dalam membentuk pengalaman pengguna saat memakai produk.

"Warna memiliki kekuatan untuk memengaruhi cara kita merasakan sesuatu, sama seperti kenyamanan yang memengaruhi cara kita bergerak dan seberapa percaya diri kita menjalani keseharian. Bersama Pantone, kami ingin menyatukan kedua gagasan tersebut dengan cara yang modern, membangkitkan semangat, dan benar-benar nyaman dikenakan," ujar Louise Noble.

Busana Sebagai Bagian Dari Self-Care

Seiring berkembangnya konsep self-care, fashion dipandang sebagai cara merawat diri. Mengenakan busana atau alas kaki yang nyaman bukan lagi kompromi terhadap gaya, melainkan keputusan sadar untuk mendukung kualitas hidup sehari-hari.

Pendekatan ini menempatkan kenyamanan emosional sejajar dengan kenyamanan fisik, selaras dengan meningkatnya perhatian pada kesehatan mental.

Pemilihan material yang lembut di kulit, siluet yang mendukung pergerakan, serta warna yang menenangkan kini kian menjadi bagian dari rutinitas wellness yang menyeluruh.