Rupa-Rupa Ulos Tutup Indonesia Fashion Week 2026

Tidak hanya desainer Indonesia, ulos juga dikreasikan brand Malaysia di penutupan Indonesia Fashion Week 2026.

Diterbitkan 03 Agustus 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sekali lagi, ulos dirayakan dalam ragam rupa saat penutupan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 berlangsung di Jakarta, Minggu malam, 2 Agustus 2026. Setelah pesona berbagai wilayah di Sumatera Utara dipertontonkan lewat tarian, wastra ikonik itu sepenuhnya mengambil alih runway.

Show dibuka dengan rajarezza, brand asal Malaysia yang menata ulos jadi kain yang dililit dengan macam-macam gaya. Beberapa dibiarkan bertumpuk, sementara yang lain dibuat menggantung membentuk siluet yang lebih loose.

Ulos juga ditata dalam gaya atasan bertumpuk sebagai statement. Dengan setelan bermaterial satin, keseluruhan tampilannya jadi lebih formal, sementara saat dikombinasikan dengan celana longgar, gayanya lebih santai, memperlihatkan keserbagunaan wastra Sumatera Utara tersebut.

Landasan pacu kemudian berganti nuansa sejenak melalui koleksi Michalis Pantelidis. Rangkaian desainnya memperlihatkan penataan ragam scarf di berbagai kesempatan, mulai dari busana kerja sampai liburan.

Kembali ke topik utama, Dekranasda Kabupaten Simalungun bersama Navikara by Junot Hutabarat menghadirkan 10 look yang merangkai kisah baru tentang ulos dan keberlanjutan. Keindahan ulos khas Simalungun berpadu dengan karakter denim rework yang kaya tekstur, menciptakan harmoni antara warisan budaya dan semangat menjaga bumi.

Koleksi ini menjadi pengingat bahwa mode tidak hanya berbicara tentang keindahan yang dikenakan, tapi juga tentang pilihan untuk merawat alam melalui karya yang lebih bertanggung jawab. Itu diwujudkan melalui celana longgar, outer, rok maxi, A-line long skirt, dan kemeja.

Kreasi Ulos

Lampu sorot runway meredup untuk berganti memperlihatkan koleksi kolaborasi Dekranasda Sumatera Utara X Hendy Huang. Ulos dikreasikan dalam nuansa elegan dan sedikit edgy di tangan Hendy.

Structured top berpadu dengan detail rumbai di sana-sini jadi beberapa potongan yang terlihat. Beberapa atasan tampak seperti interpretasi kebaya brokat klasik, sementara ada juga atasan berbahan velvet yang memberi kesan mewah tak terelakan.

Ulosnya kebanyakan dililit sebagai bawahan, sementara beberapa disampirkan di bahu dan dibiarkan menjuntai. Hingga akhirnya, landasan pacu diambil alih kreasi Poppy Dharsono X Torang Sitorus.

Kerja sama mereka menghadirkan ulos dalam tampilan yang lebih segar melalui koleksi penuh warna yang merepresentasikan keberagaman. "Kami mengeluarkan ulos yang colorful, melambangkan keberagaman. Semua lapisan masyarakat bisa memilih warna yang sesuai dengan karakter mereka," ungkap Torang sebelum show di Jakarta, Minggu.

Perjalanan Panjang

Momen tersebut menjadi perayaan atas kerja panjang para penenun, perajin, dan pelaku wastra Sumatra Utara dalam membawa ulos menuju panggung mode nasional. "Terima kasih pada APPMI, Ibu Poppy Dharsono, dan BTN. Ini menjadi keberhasilan bagi warga Sumatra Utara. Hari ini kita merayakan ulos bersama-sama dengan rasa bangga," ujarnya.

Sehelai ulos memang membawa perjalanan panjang tentang ingatan, identitas, dan tangan-tangan yang merawat tradisi dari generasi ke generasi. Kain warisan Sumatra Utara itu menjadi napas utama penyelenggaraan IFW 2026 pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Koleksi adibusana yang ditampilkan pada malam penutup memperlihatkan bagaimana ulos dapat bergerak mengikuti zaman tanpa kehilangan makna. Songket, tenun ikat, dobel lungsi, sirat, hingga marsimata berpadu dalam eksplorasi siluet yang lebih ringan dan modern.

Wajah Baru Ulos

Permainan warna pastel, pewarnaan alami, dan sentuhan ornamen menghadirkan wajah baru ulos yang lebih dekat dengan generasi muda. Melalui tema "Ulos Simetria," Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sekaligus Presiden IFW Poppy Dharsono menilai, tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan untuk membangun masa depan industri mode Indonesia.

Ketua Dekranasda Sumatra Utara Kahiyang Bobby Nasution melihat IFW 2026 sebagai momentum memperkenalkan keberagaman ulos dari berbagai daerah dengan cerita dan fungsi yang berbeda. Sementara itu, BTN menunjukkan dukungannya terhadap ekosistem kreatif melalui akses layanan keuangan dan program KUR bagi pelaku UMKM fesyen serta desainer.

BTN Indonesia Fashion Week 2026 menghadirkan lebih dari 200 desainer, 500 tenant fesyen dan UMKM, serta mencatat lebih dari 35 ribu pengunjung dengan transaksi melampaui Rp 10 miliar, memperkuat peran fesyen sebagai penggerak ekonomi kreatif.

Â