Sukses

Donatella Versace Sumbang Miliaran Rupiah Demi Berantas Corona di Italia

Liputan6.com, Jakarta -  Wabah virus corona atau Covid-19 sudah terjadi di banyak negara dan bahkan hampir di setiap negara. Para pelaku mode dunia ikut bahu-membahu melawan virus corona.

Kali ini giliran desainer ternama asal Italia, Donatella Versace yang merogoh kocek pribadinya untuk membantu penanganan kasus Covid-19. 

Tak tanggung-tanggung, Donatella Versace bersama putrinya, Allegra, mendonasikan 200 ribu euro atau sekitar Rp3,2 miliar untuk sebuah rumah sakit yang menangani pasien kasus virus corona di Milan, Italia.

"Di waktu seperti ini, rasanya penting buat kita untuk bersatu dan saling mendukung mereka yang berada di garda terdepan melawan virus corona demi menolong ribuan jiwa tiap hari. Karena itu, Allegra dan saya menyumbangkan 200 ribu euro kepada rumah sakit San Raffaele di Milan," tutur Donatella dalam pernyataan resminya seperti dilansir dari WWD, 13 Maret 2020.

Sebelumnya, label Versace dikabarkan menyumbang sekitar Rp2,1 miliar kepada Palang Merah China untuk menyokong biaya pengadaan suplai peralatan medis yang sudah menipis pasca mewabahnya virus corona.

Donatella menambah daftar panjang desainer Italia yang menyisihkan sebagian dari hartanya untuk melawan virus corona.

Duo desainer Domenico Dolce dan Stefano Gabbana mengumumkan, akan membantu menyokong dana untuk penelitian yang kini sedang dilakukan para profesor di Humanitas University, Italia. Penelitian berfokus pada penemuan solusi untuk membantu melawan virus corona. Namun jumlah donasinya tak disebutkan.

2 dari 3 halaman

Peningkatan KorbanCorona di Italia

Lalu ada desainer senior Giorgio Armani yang juga tak mau ketinggalan membantu. Ia memberikan dana yang sangat besar, sekitar Rp20,6 miliar untuk disalurkan ke berbagai rumah sakit dan institusi di Italia yang menangani kasus virus corona.

Italia merupakan negara yang paling parah terdampak virus corona selain China. Menurut Reuters, kematian akibat virus corona melonjak drastis sejak pekan lalu.

Kasus wabah corona yang terjadi di negara tersebut meningkat sekitar 21,7 persen. Sampai dengan Sabtu, 14 Maret 2020, ada 21 ribu lebih kasus terpapar virus corona dan 1.441 orang meninggal dunia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Restoran dan Cafe Milik WNI di Amerika Dirusak