Sukses

Ekspedisi Warisan Kuliner Bango: Satai Pentul Kambing

Liputan6.com, Jakarta Selain Idul Fitri, hari raya Idul Adha di setiap tahunnya juga pasti menorehkan kesan tersendiri dalam hidup Anda. Melengkapi pemahaman akan pentingnya cinta, pengorbanan, dan ketuhanan, tradisi kumpul-kumpul mengolah menu bakar seperti satai kambing dan membagi-bagikannya kepada sesama menjadi tindak penghayatan atas nilai-nilai itu.

Mengaitkan dengan Indonesia yang kaya akan budaya kuliner tradisional, Anda bisa menyajikan menu tradisional Indonesia berbahan dasar kambing yang berbeda di tiap tahunnya. Masalahnya hanyalah Anda mungkin tak cukup tahu apa saja menu-menu itu.

Kecap Bango memiliki program untuk mengekplorasi harta kuliner Indonesia yang selama ini belum banyak diketahui. Ekspedisi Warisan Kuliner Bango yang saat ini masih terus berlangsung memiliki tujuan untuk menelusuri, mendokumentasikan, dan mempopulerkan aneka warisan kuliner tradisional dari Barat hingga Timur Nusantara.

Dari perjalanan itu, tim Ekspedisi Warisan Kuliner Bango berhasil menemukan beberapa resep istimewa dari para penjaja masakan legendaris, komplit dengan cara unik dan otentik dalam mengolah daging kambing. Bumbu-bumbu yang digunakan pun adalah tradisi khas daerah mereka masing-masing.

Berikut ini adalah salah satu resep spesial yang inspirasinya didapat dari hasil Ekspedisi Warisan Kuliner Bango, yakni Satai Pentul Kambing.

SATAI PENTUL KAMBING
(Untuk: 4 porsi)

Bahan:
350 g daging kambing, cincang halus
50 g lemak kambing, cincang halus
4 sdm Kecap Manis Bango
4 sdm santan kental
1 ½ sdt air asam jawa
Tusuk satai

Bumbu yang dihaluskan:
8 butir bawang merah
3 siuang bawang putih
2 sdt ketumbar bubuk
2 cm lengkuas
1 cm jahe
2 batang serai, ambil bagian putihnya
¼ sdt jintan
½ sdm garam
½ sdt merica putih bubuk

Cara Membuat:

  • Di dalam mangkuk, aduk rata daging kambing, lemak kambing, Kecap Manis Bango, santan kental dan air asam jawa.
  • Ambil sedikit adonan. Lilitkan agak tebal di atas tusuk satai. Ulangi hingga adonan habis.
  • Bakar di atas bara api hingga matang. Angkat.
  • Sajikan segera ditemani lontong atau ketupat.

Tips:

  • Pilihlah daging kambing berwarna merah segar dan cerah. Daging yang segar tak memiliki aroma prengus yang menyengat. Pastikan juga daging bertekstur kenyal dan padat. Jika akan membeli daging kambing yang berlemak, pastikan lemak berwarna putih.
  • Jangan mencuci daging kambing, karena pencucian bisa membuat aroma prengus muncul. Sebagai alternatif, bungkus daging dengan daun pepaya selama 1 jam atau lumuri dengan nanas parut dan diamkan sekitar 10 menit sebelum diolah. Hal ini berfungsi untuk mengempukkan daging tapi tidak mempengaruhi rasanya.
  • Karena tekstur dagingnya yang liat, daging kambing akan membutuhkan waktu lama untuk dimasak. Gunakan api kecil agar daging tetap juicy dan bumbu dapat meresap sempurna.

[Baca Juga: Resep Sate Kambing Saus Pedas Gurih]

(Adv)