Rahasia Cara Mengolah Jeroan Kambing Agar Tidak Alot dan Bebas Bau Prengus

Ingin tahu cara mengolah jeroan kambing agar tidak alot dan empuk lumer di mulut? Temukan panduan lengkap membersihkan hingga merebus jeroan.

Diterbitkan 01 Juni 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mengolah jeroan kambing seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang, terutama saat menghadapi teksturnya yang cenderung alot dan bau prengus yang kuat. Namun, jangan khawatir, dengan teknik yang tepat, Anda bisa menghasilkan jeroan kambing yang empuk, lezat, dan bebas bau tak sedap. Kunci utama dalam cara mengolah jeroan kambing agar tidak alot dan berbau terletak pada proses pembersihan yang higienis serta teknik perebusan awal yang benar.

Banyak yang mungkin beranggapan bahwa cara mengolah jeroan kambing agar tidak alot itu rumit, padahal sebenarnya tidak demikian. Dengan mengikuti langkah-langkah yang sistematis, berbagai jenis jeroan seperti babat, usus, paru, hati, dan jantung dapat diubah menjadi hidangan yang menggugah selera. Proses ini tidak hanya efektif menghilangkan bau tak sedap, tetapi juga memastikan tekstur jeroan menjadi lembut dan mudah dinikmati.

Berikut ini telah Liputan6.com susun secara lengkap cara mengolah jeroan kambing agar tidak alot dan empuk lumer di mulut, serta bebas dari bau prengus yang mengganggu. 

Penyortiran dan Pembersihan Awal yang Menyeluruh

Sebelum memulai proses pelunakan, jeroan kambing harus dibersihkan secara cermat dan terpisah berdasarkan jenisnya. Pembersihan awal ini merupakan langkah krusial untuk menghilangkan lendir, kotoran, dan sisa darah yang menjadi penyebab utama bau amis. Proses ini juga penting untuk menghindari kontaminasi silang kotoran antar jenis jeroan, menjadikannya kunci utama dalam cara mengolah jeroan kambing agar tidak alot.

Membersihkan jeroan dengan teliti akan sangat mempengaruhi hasil akhir masakan Anda. Pastikan setiap bagian jeroan mendapatkan perhatian khusus agar tidak ada sisa kotoran yang tertinggal. Kehigienisan dalam tahap ini adalah fondasi untuk menghasilkan hidangan jeroan yang lezat dan aman dikonsumsi.

  • Untuk Babat dan Usus: Cuci babat dan usus di bawah air mengalir hingga kotoran kasar hilang. Untuk usus, balik bagian dalamnya dan bersihkan kotoran yang menempel dengan menyiram air menggunakan selang sambil diurut-urut sampai air yang keluar bening. Jika babat masih berwarna gelap (hitam/hijau tua), rendam dalam air hangat (bukan mendidih) sekitar 5 menit, lalu kerok lapisan hitamnya menggunakan sendok atau pisau hingga bersih dan berwarna putih. Menggosok babat dengan garam kasar juga efektif mengangkat lendir dan kotoran.
  • Untuk Paru dan Hati: Buang bagian urat-urat besar atau gumpalan darah yang mungkin menempel pada paru dan hati. Langkah ini penting agar teksturnya tidak mengeras saat dimasak.

Peringatan Penting: Hindari mencampur jeroan dengan daging murni saat mencuci atau merebus. Hal ini karena bau khas jeroan dapat menempel dan merusak aroma daging, sehingga mempengaruhi kualitas masakan secara keseluruhan.

Perebusan Tahap Pertama: Mengeliminasi Bau dan Kotoran

Merebus jeroan langsung dalam waktu lama bersama bumbu masakan dapat menyebabkan teksturnya mengeras dan mengunci bau prengus di dalam seratnya. Oleh karena itu, perebusan awal sangat diperlukan untuk mengurangi bau amis dan meluruhkan sisa kotoran yang mungkin masih menempel. Tahap ini adalah kunci untuk memastikan jeroan kambing Anda bebas bau, dan merupakan salah satu cara mengolah jeroan kambing agar tidak alot yang paling efektif.

Proses perebusan pertama ini bertujuan untuk "mencuci" jeroan dari dalam, mengeluarkan kotoran dan senyawa penyebab bau. Jangan lewatkan tahapan ini jika Anda ingin hasil masakan jeroan yang optimal dan tidak mengecewakan.

  1. Didihkan air dalam jumlah yang cukup banyak di dalam panci besar.
  2. Setelah air mendidih sempurna, masukkan jeroan yang sudah dibersihkan sebelumnya. Rebus selama 10–15 menit tanpa menutup panci.
  3. Selama perebusan, buih-buih kotoran berwarna keabu-abuan akan muncul di permukaan air. Buang buih tersebut atau angkat jeroan, lalu buang seluruh air rebusan pertama ini.
  4. Bilas kembali jeroan dengan air bersih dingin. Langkah ini sangat efektif untuk menghilangkan sebagian besar bau prengus dan lendir yang dapat membuat jeroan alot.

Perebusan Tahap Kedua: Pelunakan dengan Bumbu Aromatik

Setelah melewati tahap pembersihan dan perebusan awal, kini saatnya masuk ke tahap pelunakan yang sesungguhnya. Tahap ini merupakan kunci untuk melunakkan serat jeroan dan memberikan aroma yang sedap menggunakan bahan-bahan alami. Ini adalah bagian penting dari cara mengolah jeroan kambing agar tidak alot dan empuk.

Penggunaan bumbu aromatik pada tahap ini tidak hanya berfungsi sebagai penetralisir bau, tetapi juga sebagai agen pelunak alami. Kombinasi rempah dan daun-daunan tertentu akan bekerja secara sinergis untuk menghasilkan jeroan yang tidak hanya empuk tetapi juga kaya rasa. Pastikan Anda menggunakan api sedang cenderung kecil untuk proses perebusan ini.

  1. Siapkan air baru di dalam panci bersih dan masukkan jeroan yang sudah dibilas.
  2. Tambahkan Bahan Pelunak & Aromatik:
    • Daun Jambu Biji atau Daun Pepaya: Gunakan 5 lembar daun jambu biji atau 2 lembar daun pepaya. Remas sedikit daunnya sebelum dimasukkan. Enzim alami seperti papain pada daun pepaya sangat efektif memecah protein dalam daging dan jeroan sehingga cepat empuk. Daun jambu biji juga mengandung enzim alami yang dapat mengurai jaringan keras dan menghilangkan bau amis.
    • Rempah Penolak Bau: Masukkan 3 lembar daun salam, 2 batang serai (memarkan), 1 jempol lengkuas (memarkan), dan 1 jempol jahe (memarkan). Rempah-rempah ini membantu mengurangi bau prengus dan memberikan aroma harum pada jeroan.
  3. Rebus menggunakan api sedang cenderung kecil dengan panci tertutup rapat.
  4. Rebus selama 45–60 menit jika menggunakan panci biasa, atau cukup 20–25 menit jika menggunakan panci presto (pressure cooker).
  5. Periksa keempukan jeroan dengan menusuknya menggunakan garpu. Jika sudah terasa empuk dan mudah ditembus, matikan kompor dan tiriskan.

Pemotongan Jeroan yang Tepat

Setelah direbus hingga empuk, angkat jeroan dari panci dan tiriskan hingga agak dingin sebelum dipotong. Tahap pemotongan ini juga memiliki peranan penting dalam menjaga tekstur jeroan agar tetap nikmat saat disajikan. Jangan terburu-buru memotong jeroan saat masih panas.

Memotong jeroan pada waktu yang tepat akan mencegahnya menjadi kering atau mengkerut. Ukuran potongan juga perlu disesuaikan dengan jenis masakan yang akan Anda buat, agar bumbu dapat meresap sempurna dan tampilan hidangan menjadi lebih menarik.

  • Potong-potong jeroan sesuai selera, misalnya bentuk kotak-kotak untuk gulai atau irisan tipis melebar untuk paru goreng krispi.

Tips Penting: Selalu potong jeroan setelah direbus empuk, bukan saat masih mentah. Memotong jeroan mentah dapat menyebabkan bentuknya mengkerut, sarinya keluar, dan teksturnya menjadi kering serta alot saat matang. Ini adalah bagian krusial dari cara mengolah jeroan kambing agar tidak alot.

Pengolahan ke Masakan Utama

Selamat! Jeroan kambing Anda kini sudah matang, empuk, dan bebas bau prengus. Jeroan ini siap diolah lebih lanjut ke dalam bumbu masakan utama yang Anda inginkan. Tahap ini adalah finalisasi untuk menciptakan hidangan jeroan yang lezat dan menggugah selera.

Dengan jeroan yang sudah empuk dan bersih, Anda bisa berkreasi dengan berbagai resep favorit. Baik itu gulai, soto, tongseng, atau sekadar digoreng, jeroan akan menyerap bumbu dengan lebih baik dan menghasilkan cita rasa yang maksimal. Ini membuktikan bahwa cara mengolah jeroan kambing agar tidak alot memang membutuhkan kesabaran dan teknik yang tepat.

  • Untuk Gulai/Soto/Tongseng: Masukkan potongan jeroan di tahap akhir, yaitu saat kuah bumbu sudah matang dan mendidih. Masak selama 10–15 menit agar bumbu meresap sempurna ke dalam jeroan yang sudah empuk.
  • Untuk Paru/Babat Goreng: Lumuri potongan jeroan dengan bumbu halus (seperti bawang putih, ketumbar, kunyit, garam), diamkan sekitar 15 menit agar bumbu meresap, lalu goreng dalam minyak panas hingga kecokelatan dan renyah.

Tips Tambahan Anti-Gagal

Jika Anda tidak memiliki daun jambu biji atau daun pepaya, ada alternatif lain yang bisa Anda gunakan untuk membantu melunakkan jeroan. Salah satu bahan yang cukup efektif adalah baking soda.

Anda bisa menambahkan 1 sendok teh baking soda ke dalam air rebusan tahap kedua. Baking soda dapat meningkatkan pH air dan mempercepat pelunakan jaringan ikat pada babat dan usus kambing tanpa mengubah rasanya secara signifikan. Pastikan untuk membilas jeroan sekali lagi setelah matang sebelum dibumbui untuk menghilangkan sisa baking soda yang mungkin menempel.

 

Pertanyaan Seputar Cara Mengolah Jeroan Kambing agar Tidak Alot

1. Mengapa jeroan kambing sering menjadi alot saat dimasak?

Jeroan kambing dapat menjadi alot karena mengandung banyak serat otot dan jaringan ikat. Jika dimasak terlalu sebentar, teksturnya masih keras. Sebaliknya, jika dimasak terlalu lama dengan suhu yang tidak tepat, beberapa jenis jeroan justru bisa menjadi kenyal dan sulit dikunyah. Oleh karena itu, waktu dan teknik memasak sangat menentukan hasil akhirnya.

2. Apakah jeroan kambing perlu direbus terlebih dahulu?

Ya, sebagian besar jeroan kambing sebaiknya direbus terlebih dahulu sebelum diolah menjadi berbagai hidangan. Perebusan membantu melunakkan tekstur, mengurangi bau prengus, serta membersihkan sisa kotoran yang mungkin masih menempel. Setelah direbus hingga empuk, jeroan bisa diolah kembali menjadi sate, gulai, tongseng, atau tumisan.

3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengempukkan jeroan kambing?

Waktu yang dibutuhkan berbeda-beda tergantung jenis jeroannya. Hati biasanya lebih cepat matang dibanding babat atau usus. Secara umum, perebusan dapat berlangsung antara 30 menit hingga lebih dari 1 jam. Jika menggunakan panci presto, waktu memasak bisa jauh lebih singkat karena tekanan tinggi membantu melunakkan jaringan yang keras.

4. Bagaimana cara mengurangi bau khas jeroan kambing?

Bau khas jeroan dapat dikurangi dengan mencuci jeroan hingga bersih, kemudian merebusnya bersama rempah-rempah seperti jahe, serai, daun salam, daun jeruk, atau lengkuas. Beberapa orang juga merendam jeroan terlebih dahulu dalam air jeruk nipis atau cuka selama beberapa menit sebelum direbus untuk membantu mengurangi aroma yang terlalu kuat.

5. Apakah ada tips khusus agar jeroan kambing tetap empuk setelah dimasak?

Salah satu tips yang sering digunakan adalah tidak memasak jeroan berulang kali dalam waktu lama setelah teksturnya empuk. Setelah direbus hingga matang, jeroan sebaiknya segera diolah sesuai kebutuhan. Memotong jeroan setelah proses perebusan juga dapat membantu menjaga kelembutan teksturnya. Selain itu, penggunaan bumbu yang meresap dan teknik memasak yang tepat akan membuat jeroan lebih nikmat dan mudah dikunyah.