Liputan6.com, Jakarta - Khutbah Jumat tanggal 5 Juni 2026 tentang Idul Adha tentunya masih relevan untuk disampaikan. Idul Adha atau Hari Raya Kurban merupakan salah satu perayaan terbesar dalam Islam yang dirayakan setiap tanggal 10 Dzul Hijjah. Hari ini dikenal juga sebagai Hari Raya Haji karena bertepatan dengan puncak ibadah haji di Mekah, yakni wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzul Hijjah dan penyembelihan hewan kurban pada tanggal 10 Dzul Hijjah. Idul Adha memiliki dua dimensi ibadah yang sangat agung: ibadah haji sebagai rukun Islam kelima, dan ibadah kurban sebagai wujud ketaatan serta kedermawanan seorang Muslim.
Khutbah Jumat yang bertepatan dengan musim haji dan Idul Adha memiliki posisi yang sangat strategis. Bagi jutaan umat Islam di seluruh Indonesia yang tidak berangkat ke Tanah Suci, khutbah Jumat menjadi jendela spiritual untuk memahami makna Idul Adha secara mendalam — mulai dari hikmah pengorbanan Nabi Ibrahim 'alaihissalam, keutamaan ibadah kurban, hingga pelajaran tauhid yang terkandung dalam manasik haji. Seorang khatib yang menyampaikan khutbah dengan materi yang tepat akan mampu menghidupkan semangat keislaman jamaah.
Artikel ini menyajikan teks lengkap Khutbah Jumat tanggal 5 Juni 2026 tentang Idul Adha yang siap digunakan oleh para khatib, ustaz, guru agama, maupun siapa saja yang membutuhkan bahan ceramah berkualitas. Disusun berdasarkan dalil Al-Qur'an dan hadis yang sahih, naskah ini mencakup khutbah pertama, khutbah kedua. Dengan membaca artikel ini hingga tuntas, Anda akan memiliki panduan lengkap yang bisa langsung dipraktikkan di mimbar maupun dipelajari secara mandiri.Simak teks khutbah Jumat 5 Juni 2026 berikut ini, sebagaimana telah disusun Liputan6.com berdasarkan dalil shahih, Selasa (2/6/2026).
Advertisement
Mukadimah & Khutbah Pertama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2336374/original/082096200_1534823979-Salat-Idul-Adha-1439-H5.jpg)
Khutbah pertama merupakan inti dari penyampaian materi dalam shalat Jumat. Pada bagian ini, khatib menyampaikan pujian kepada Allah, shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, wasiat takwa, hingga uraian materi utama yang mencakup keutamaan Idul Adha, hikmah ibadah haji, dan ketentuan kurban. Berikut adalah naskah khutbah pertama secara lengkap:
1. Pembukaan (Muqaddimah)
Alhamdulillahi Rabbil 'aalamiin, wash shalaatu was salaamu 'alaa Rasulillaah, wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa man tabi'ahuu bi ihsaanin ilaa yaumid diin. — Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, sahabat, dan siapa saja yang mengikuti beliau dengan baik hingga Hari Kiamat.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan sebenar-benar takwa. Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 102:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Yaa ayyuhal ladziina aamanuttaqullaaha haqqa tuqaatih wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun
artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim."
Pada hari yang mulia ini, 5 Juni 2026, masih di bulan Dzul Hijjah 1447 H, kita berkumpul untuk menunaikan shalat Jumat sekaligus merenungi keagungan Idul Adha. Hari ini adalah hari yang Allah agungkan, hari di mana kaum Muslimin di seluruh penjuru bumi bersatu dalam ibadah, dalam doa, dan dalam pengorbanan. Marilah kita jadikan momen ini sebagai titik kebangkitan spiritual kita masing-masing.
2. Keutamaan Hari Raya Idul Adha
Idul Adha bukan sekadar hari libur atau perayaan sosial biasa. Ia adalah hari yang Allah tetapkan sebagai puncak syiar Islam yang paling agung. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Fashalli lirabbika wanhar
artinya: "Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah."
Ayat ini secara eksplisit memerintahkan umat Islam untuk mendirikan shalat dan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk syukur kepada Allah. Para ulama tafsir, seperti Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, menjelaskan bahwa perintah 'shalat' pada ayat ini merujuk pada shalat Idul Adha, sedangkan 'berkurban' adalah menyembelih hewan kurban setelah shalat Id. Keduanya merupakan ibadah yang dilaksanakan secara berurutan pada hari yang sama.
Mengenai keistimewaan hari Idul Adha, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud:
إِنَّ أَعْظَمَ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ
Inna a'zhamal ayyaami 'indallahi yaumun nahr tsumma yaumul qarr
artinya: "Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari Nahr (10 Dzul Hijjah), kemudian hari Qar (11 Dzul Hijjah)." (HR. Abu Dawud no. 1765, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud).
Ini menunjukkan bahwa hari Idul Adha, yakni 10 Dzul Hijjah, adalah hari paling mulia dalam setahun menurut pandangan Allah — bahkan lebih agung dari hari-hari di bulan Ramadhan. Idul Adha juga merupakan puncak ibadah haji yang menjadi Rukun Islam kelima, di mana lebih dari 2 juta jamaah haji dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci (data Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, 2024).
3. Hikmah di Balik Ibadah Haji
Ibadah haji adalah perjalanan spiritual terbesar dalam Islam yang mengandung pelajaran tauhid yang luar biasa mendalam. Setiap ritual haji — dari ihram, tawaf, sa'i, wukuf di Arafah, hingga melempar jumrah — semuanya mengandung jejak dan teladan dari Nabi Ibrahim 'alaihissalam dan keluarganya. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan kisah pengorbanan ini sebagai pelajaran bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman.
Saat seorang jamaah haji mengucapkan talbiyah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak
artinya: 'Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu, segala puji, nikmat, dan kekuasaan milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu' — ia sedang menegaskan keesaan Allah di hadapan seluruh semesta.
Ibadah haji juga mengajarkan nilai persamaan dan persatuan umat Islam yang melampaui batas suku, bangsa, dan warna kulit. Semua jamaah mengenakan pakaian ihram yang sama — dua lembar kain putih tanpa jahitan — sebagai simbol kesederhanaan dan kesetaraan di hadapan Allah. Tidak ada perbedaan antara raja dan rakyat, antara orang kaya dan fakir, ketika mereka sama-sama berdiri di hadapan Ka'bah. Nilai inilah yang menjadi salah satu keindahan Islam yang diakui secara universal, sebagaimana dijelaskan dalam buku Fiqh Ibadah karya Dr. Wahbah Az-Zuhaili.
4. Keutamaan Ibadah Kurban
Kurban atau udhiyyah secara bahasa berarti 'yang mendekat' — yakni hewan sembelihan yang dipersembahkan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Secara istilah, kurban adalah menyembelih hewan ternak tertentu (kambing, domba, sapi, kerbau, atau unta) pada hari Idul Adha dan hari-hari Tasyriq (11–13 Dzul Hijjah) dengan niat ibadah kepada Allah. Ibadah ini merupakan sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi setiap Muslim yang mampu.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dengan sangat tegas tentang orang yang mampu tetapi tidak berkurban:
مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا
Man kaana lahu sa'atun wa lam yudhahhi falaa yaqrabanna mushallana
artinya: "Siapa yang memiliki kelapangan (kemampuan) tetapi tidak menyembelih kurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami." (HR. Ahmad no. 8273 dan Ibnu Majah no. 3123).
Hadis ini menunjukkan betapa seriusnya Islam memandang ibadah kurban bagi orang yang mampu. Adapun keutamaan kurban sangat luar biasa: setiap tetes darah hewan kurban yang mengalir akan menjadi saksi kebaikan di hari kiamat. Menurut hadis riwayat At-Tirmidzi (no. 1493), pada setiap helai bulu hewan kurban terdapat kebaikan. Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni bahkan menegaskan bahwa kurban adalah ibadah harta yang paling utama pada hari Idul Adha, melebihi sedekah biasa.
5. Syarat dan Ketentuan Kurban
Agar ibadah kurban sah dan diterima Allah, seorang Muslim perlu memperhatikan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat. Berikut adalah ketentuan utama yang wajib diketahui:
Jenis Hewan yang Sah untuk Kurban:
- Kambing atau domba: satu ekor untuk satu orang (berlaku juga pahalanya untuk seluruh keluarga)
- Sapi atau kerbau: satu ekor untuk tujuh orang (dibagi rata secara niat dan patungan)
- Unta: satu ekor untuk tujuh orang (paling utama menurut banyak ulama)
Syarat Usia Hewan:
- Kambing/domba: minimal berumur 1 tahun (sudah berganti gigi susu)
- Sapi/kerbau: minimal berumur 2 tahun
- Unta: minimal berumur 5 tahun
Hewan Harus Bebas dari Cacat Berikut:
- Buta sebelah matanya atau keduanya
- Pincang yang nyata (tidak dapat berjalan normal)
- Sakit yang jelas terlihat
- Sangat kurus hingga tidak berlemak
Waktu Penyembelihan:
Penyembelihan dilakukan mulai setelah shalat Idul Adha pada tanggal 10 Dzul Hijjah hingga matahari terbenam pada tanggal 13 Dzul Hijjah (akhir hari Tasyriq). Total ada 4 hari waktu penyembelihan. Hewan yang disembelih sebelum shalat Id tidak sah sebagai kurban, sebagaimana ditegaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
Advertisement
Khutbah Kedua
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
Khutbah kedua dalam shalat Jumat biasanya lebih singkat dari khutbah pertama, namun tidak kalah penting. Pada khutbah kedua, khatib menyampaikan kembali wasiat takwa, memanjatkan doa untuk para jamaah haji, umat Islam di seluruh dunia, para pemimpin, serta menutup dengan permohonan ampunan kepada Allah. Berikut adalah naskah khutbah kedua:
1. Pembukaan Khutbah Kedua
Alhamdulillah. Wash shalaatu was salaamu 'alaa Sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii ajma'iin. Segala puji kembali kita panjatkan kepada Allah atas segala nikmat yang tiada terhitung. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, kepada keluarganya, dan kepada seluruh sahabatnya.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, pada kesempatan yang mulia ini, sekali lagi khatib berpesan kepada diri khatib sendiri dan kepada seluruh hadirin: bertakwalah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, tunaikanlah segala kewajiban yang Allah perintahkan, dan jauhilah segala larangan-Nya. Takwa adalah bekal terbaik menuju akhirat, dan takwa adalah kunci kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Pada Idul Adha yang penuh berkah ini, marilah kita perbaharui komitmen kita kepada Allah: untuk menjadi hamba yang lebih taat, lebih dermawan, lebih peduli kepada sesama, dan lebih sungguh-sungguh dalam menjalankan ajaran Islam. Jadikan semangat pengorbanan Nabi Ibrahim sebagai inspirasi dalam kehidupan kita sehari-hari.
2. Doa untuk Jamaah Haji dan Umat Islam
Ya Allah, ya Rabb kami, terimalah ibadah haji para tamu-Mu yang saat ini sedang berada di Tanah Suci. Jadikanlah perjalanan mereka sebagai haji mabrur, haji yang diterima dan diampuni, yang tidak ada balasannya kecuali surga, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
Ya Allah, mudahkanlah seluruh rangkaian ibadah haji: wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah, tawaf, sa'i, hingga tahallul. Lindungi mereka dari kelelahan, penyakit, dan segala bahaya. Kembalikan mereka kepada keluarganya dalam keadaan sehat, selamat, dan membawa oleh-oleh doa yang terkabul.
Ya Allah, curahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia — di Indonesia, di Palestina, di Suriah, di Afghanistan, di Afrika, dan di mana pun mereka berada. Angkatlah kesulitan mereka, hilangkan penderitaan mereka, dan teguhkan hati mereka di atas iman dan Islam.
3. Doa untuk Pemimpin dan Negeri
Ya Allah, ya Ghaffar, berikanlah hidayah, taufik, dan kemudahan kepada para pemimpin kami. Bimbinglah mereka untuk senantiasa mengambil keputusan yang adil, bijaksana, dan berpihak kepada rakyat. Jauhkanlah mereka dari sifat zalim, serakah, dan lalai dari amanah yang dipercayakan kepada mereka.
Ya Allah, ya Razzaq, limpahkanlah kemakmuran dan keberkahan kepada negeri Indonesia yang kita cintai ini. Jadikanlah negeri ini aman, damai, subur, dan menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh warganya. Persatukanlah hati-hati umat Islam Indonesia dalam ukhuwah Islamiyah yang kokoh, saling mencintai karena Allah.
Ya Allah, lindungilah negeri ini dari bencana, perpecahan, fitnah, dan segala bentuk kezaliman. Jadikanlah Indonesia sebagai negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur — negeri yang baik dan mendapat ampunan Allah — sebagaimana doa Nabi Sulaiman yang diabadikan dalam Al-Qur'an Surah Saba' ayat 15.
4. Doa Penutup
Allahummaghfir lil muslimiina wal muslimaat, wal mu'miniina wal mu'minaat, al ahyaa'i minhum wal amwaat, innaka samii'un qariibun mujiibud da'awaat. — Ya Allah, ampunilah seluruh muslimin dan muslimat, mu'minin dan mu'minat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Dekat, dan Maha Mengabulkan doa.
Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban naar. — Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta jauhkanlah kami dari siksa api neraka.
Ya Allah, jauhkanlah kami dari segala bala dan musibah, dari wabah penyakit, dari fitnah agama dan dunia, dari kezaliman sesama manusia, dan dari segala keburukan yang tampak maupun yang tersembunyi. Jadikanlah akhir kehidupan kami dalam keadaan husnul khatimah — akhir yang indah di atas iman dan Islam. Aamiin ya Rabbal 'aalamiin.
Pertanyaan Umum Seputar Khutbah Jumat Idul Adha 5 Juni 2026
Q1: Kapan tepatnya tanggal 5 Juni 2026 jatuh dalam kalender Hijriah?
A: Tanggal 5 Juni 2026 diperkirakan bertepatan dengan 9 Dzul Hijjah 1447 H (hari Arafah) atau 10 Dzul Hijjah 1447 H (hari Idul Adha), tergantung pada hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh pemerintah. Penentuan awal Dzul Hijjah di Indonesia dilakukan oleh Kementerian Agama RI melalui sidang isbat. Jika 1 Dzul Hijjah jatuh pada 26 Mei 2026, maka 10 Dzul Hijjah (Idul Adha) bertepatan dengan 4 Juni 2026, dan 5 Juni 2026 adalah 11 Dzul Hijjah (hari Tasyriq pertama). Khutbah Jumat tanggal tersebut tetap sangat relevan dengan tema Idul Adha karena masih dalam rangkaian hari-hari mulia Dzul Hijjah.
Q2: Apakah khutbah Jumat bisa menggunakan tema Idul Adha jika hari raya sudah lewat?
A: Bisa, dan sangat dianjurkan. Tema Idul Adha tetap relevan selama masih dalam bulan Dzul Hijjah, terutama karena masih dalam rangkaian hari Tasyriq (11–13 Dzul Hijjah) yang merupakan waktu penyembelihan kurban. Bahkan para ulama menganjurkan agar materi tentang kurban terus disampaikan sepanjang hari Tasyriq agar umat yang belum berkurban segera menunaikannya sebelum waktu habis.
Q3: Apa perbedaan antara khutbah Jumat biasa dan khutbah Idul Adha?
A: Terdapat beberapa perbedaan mendasar: (1) Waktu pelaksanaan: Khutbah Jumat dilaksanakan sebelum shalat Jumat (khutbah mendahului shalat), sedangkan khutbah Idul Adha dilaksanakan setelah shalat Id. (2) Waktu hari: Khutbah Jumat dilaksanakan setiap Jumat, sementara khutbah Idul Adha hanya pada 10 Dzul Hijjah. (3) Rukun: Khutbah Jumat adalah syarat sah shalat Jumat, sedangkan khutbah Idul Adha hukumnya sunnah. Namun, naskah tema keduanya bisa serupa, yaitu menekankan takwa, kurban, dan keteladanan Nabi Ibrahim 'alaihissalam.
Q4: Apakah boleh berkurban untuk orang yang sudah meninggal?
A: Boleh, jika sudah diwasiatkan oleh almarhum semasa hidupnya atau diniatkan oleh ahli warisnya sebagai bentuk sedekah jariah. Mayoritas ulama membolehkan hal ini, dengan dalil bahwa pahala sedekah dapat sampai kepada orang yang telah wafat. Namun, kurban yang paling utama dan dianjurkan adalah untuk diri sendiri dan keluarga yang masih hidup, mengikuti teladan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang berkurban untuk dirinya dan keluarganya.
Q5: Bagaimana hukumnya jika tidak mampu berkurban?
A: Tidak berdosa sama sekali. Kurban adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi yang mampu secara finansial — bukan wajib bagi semua orang. Standar 'mampu' adalah memiliki kelebihan harta di luar kebutuhan pokok diri dan keluarganya. Jika seseorang tidak mampu secara finansial, ia tidak wajib berkurban dan tidak berdosa meninggalkannya. Sebagai gantinya, ia tetap bisa berpartisipasi dalam semangat Idul Adha dengan memperbanyak zikir, sedekah sesuai kemampuan, dan turut bergembira bersama komunitas Muslim.
Q6: Apakah daging kurban boleh diberikan kepada non-muslim?
A: Boleh, dengan catatan diberikan sebagai bentuk sedekah dan dalam konteks hubungan baik antarsesama manusia. Para ulama seperti Imam Nawawi dalam Al-Majmu' membolehkan pemberian daging kurban kepada non-muslim fakir miskin sebagai wujud kepedulian sosial dalam Islam. Namun, yang lebih utama adalah mendistribusikan daging kurban kepada kaum muslimin yang membutuhkan, terutama fakir miskin muslim di sekitar kita.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5166509/original/037413000_1742274435-20250318-Latihan_Timnas_Prancis-AFP_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2344293/original/044855700_1535517013-20180828-Trump-Dapat-Kartu-Merah-dari-Presiden-FIFA-AP20180828-Trump-Dapat-Kartu-Merah-dari-Presiden-FIFA-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300875/original/054411300_1784416107-000_C2JW4HR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300879/original/072698600_1784417748-000_C2JX6TK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4350032/original/059095500_1678233390-AP23066634640543.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300878/original/067363300_1784417747-000_C2JX6TP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300874/original/043662800_1784416104-000_C2JW4HK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287292/original/040577200_1783207898-000_B9AE3Q6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5088769/original/054146300_1736499225-000_36T66N4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7831469/original/012176400_1780651630-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_13.01.18__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239408/original/049205600_1780024133-5808621281987571588.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675134/original/082353600_1780469988-1000336312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7517869/original/075662500_1780290249-Cara_Menghilangkan_Bau_Daging_di_Freezer_Usai_Idul_Adha.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7516880/original/051039500_1780289122-Untitled3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239877/original/052325600_1780024780-17674852802150296434.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7147268/original/077510400_1779935388-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7446700/original/022803500_1780222178-1500_x_845.jpg)