5 Tulisan Arab Doa Memohon Ampunan kepada Allah, Latin, Arti dan Panduan Pengamalannya

Umat Islam dianjurkan istiqamah memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat.

Diterbitkan 18 Juli 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam dianjurkan istiqamah memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari, manusia tak luput dari alpa dan salah. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui tulisan Arab doa memohon ampunan kepada Allah, sekaligus latin dan artinya agar lebih meresap ke dalam hati.

Lebih dari itu, memohon ampun kepada Allah bukan hanya dilakukan ketika seseorang melakukan dosa, tetapi juga menjadi ibadah harian yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk ketundukan, kerendahan hati, dan penghambaan kepada Allah SWT.

Dalam Islam, tidak ada manusia yang luput dari kekhilafan. Karena itu, Allah SWT membuka pintu taubat selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya dengan penuh penyesalan dan keikhlasan.

Allah SWT berfirman: "Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisa': 106). Salah satu cara terbaik adalah memperbanyak doa memohon ampunan yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Merujuk berbagai literatur, berikut ini adalah bacaan doa memohon ampunan kepada Allah teks Arab, Latin, arti, dan pengamalannya sehari-hari.

Bacaan Doa Memohon Ampunan kepada Allah

Doa 1: Istighfar Pendek

Bacaan ini adalah istighfar paling ringkas yang diajarkan Rasulullah SAW dan menjadi pembuka dzikir setelah shalat fardhu. Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Buku Dzikir Pagi dan Petang mencantumkan bacaan ini sebagai amalan pertama setelah salam.

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

Latin: Astaghfirullāhal-‘azhīm (dibaca 3 kali)

Arti: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

Dalam Buku Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Sholat Fardhu, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahtani menjelaskan bahwa doa-doa istighfar yang bersumber dari hadis sahih merupakan dzikir terbaik karena lafaznya diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Doa 2: Istighfar Lengkap

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا اِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Latin: Astaghfirullāhal-‘azhīm, alladzī lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, wa atūbu ilaih

Arti: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.”

Diriwayatkan dalam berbagai hadits dan tercantum dalam Buku Kumpulan Doa Sehari-hari Kemenag. Dijelaskan bahwa membiasakan doa memohon ampunan merupakan bagian dari pendidikan spiritual agar seorang muslim selalu menjaga hubungan dengan Allah dalam setiap keadaan.

Doa 3: Sayyidul Istighfar, Penghulu Doa Memohon Ampunan

Doa ini adalah istighfar paling utama dan paling sempurna, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr menjelaskan bahwa doa ini menjadi ungkapan istighfar paling agung karena merangkum makna-makna yang mengharuskan pengampunan dosa.

Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Latin: Allāhumma anta rabbī, lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa ana ‘abduka, wa ana ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mas-tatha‘tu, a‘ūdzu bika min syarri mā shana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u bidzanbī, faghfir lī, fa innahū lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.

Arti: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tiada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berpegang pada perjanjian-Mu dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr menjelaskan bahwa Sayyidul Istighfar adalah istighfar paling agung dan paling utama karena merangkum makna-makna yang mengharuskan pengampunan dosa.

Doa ini mengajarkan makna terdalam dari penghambaan sejati—ia tidak hanya meminta ampun, tetapi juga mengakui kelemahan manusia. Sebagaimana disebutkan dalam Buku Kumpulan Doa Sehari-hari Kemenag, doa ini adalah bentuk pengakuan bahwa Allah telah mencurahkan nikmat-Nya sementara hamba senantiasa berbuat dosa.

Doa ini diriwayatkan dalam HR. Bukhari dan tercantum dalam Buku Kumpulan Doa Sehari-hari Kementerian Agama RI serta Hisnul Muslim karya Syaikh Sa'id al-Qahthani.

Doa 4: Istighfar Rasulullah SAW Ketika Sujud

Doa ini adalah istighfar yang dibaca Rasulullah SAW ketika sujud, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar. Doa ini mencakup permohonan ampunan atas segala dosa secara menyeluruh.

Arab: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ كُلَّه، دِقَّهُ وَجُلَّه، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَه، وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّه

Latin: Allāhumma-ghfir lī dzanbī kullah, diqqahū wa jullah, wa awwalahū wa ākhirah, wa ‘alāniyatahū wa sirrah

Arti: “Ya Allah, ampunilah aku dari segala dosa, baik yang kecil maupun yang besar, yang awal maupun yang akhir, dan dosa yang terang-terangan maupun yang tersembunyi.” Doa ini dicantumkan oleh Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar

Doa 5: Doa Memohon Maaf dan Kekuatan

Doa ini dianjurkan dibaca setiap selesai shalat lima waktu sebagai permohonan ampunan di akhirat atas segala dosa.

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةِ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

Latin: Allāhumma innī as’alukal-‘afwa wal-‘āfiyah fid-dīni wad-dun-yā wal-ākhirah, wal-ḥamdulillāhi rabbil-‘ālamīn

Arti: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu maaf dan keselamatan dalam agama, dunia, dan akhirat. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

Adab Membaca Doa Memohon Ampunan kepada Allah

1. Ikhlas karena Allah

Istighfar hendaknya dilakukan semata-mata mengharap ridha Allah, bukan sekadar kebiasaan lisan.

2. Menghadirkan penyesalan

Taubat yang diterima adalah taubat yang disertai penyesalan atas dosa yang telah dilakukan.

3. Meyakini Allah Maha Pengampun

Berdoalah dengan keyakinan penuh bahwa Allah menerima taubat hamba-Nya.

4. Menghadap kiblat bila memungkinkan

Menghadap kiblat termasuk adab yang dianjurkan ketika berdoa.

5. Bertekad meninggalkan maksiat

Istighfar hendaknya diiringi niat kuat untuk tidak mengulangi dosa yang sama.

Waktu Tepat Memanjatkan Doa Memohon Ampunan kepada Allah

1. Setelah sholat fardhu

Rasulullah SAW biasa membaca istighfar sebanyak tiga kali setelah salam.

2. Pada sepertiga malam terakhir

Waktu ini termasuk saat yang paling utama untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah.

3. Saat sahur

Allah memuji orang-orang yang beristighfar pada waktu sahur (QS. Ali 'Imran: 17).

4. Setelah melakukan kesalahan atau dosa

Jangan menunda taubat. Segeralah memohon ampun kepada Allah ketika menyadari kesalahan.

5. Pada waktu pagi dan petang

Sayyidul Istighfar termasuk dzikir yang sangat dianjurkan dibaca pada pagi dan sore hari.

Hikmah Istiqamah Membaca Doa Memohon Ampunan kepada Allah

1. Dosa-dosa diampuni Allah

Istighfar merupakan sebab utama dihapuskannya dosa bagi hamba yang bertaubat dengan sungguh-sungguh.

2. Hati menjadi lebih tenang

Seseorang yang sering beristighfar akan merasakan ketenangan karena hatinya selalu kembali kepada Allah.

3. Mendatangkan keberkahan rezeki

Al-Qur'an menjelaskan bahwa istighfar menjadi sebab turunnya hujan, bertambahnya harta, dan keturunan sebagaimana disebutkan dalam QS. Nuh ayat 10–12.

4. Menjadi sebab masuk surga

Hadis tentang Sayyidul Istighfar menjelaskan bahwa orang yang membacanya dengan penuh keyakinan memperoleh kabar gembira berupa surga apabila meninggal pada hari atau malam tersebut.

5. Memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah

Istiqamah dalam beristighfar menumbuhkan rasa tawadhu', syukur, dan kesadaran bahwa seluruh ampunan hanya berasal dari Allah SWT.

Pertanyaan Seputar Doa Memohon Ampun

1. Apa doa memohon ampun kepada Allah yang paling utama?

Doa yang paling utama adalah Sayyidul Istighfar karena diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dan disebut sebagai penghulu istighfar dalam hadis sahih riwayat Al-Bukhari.

2. Kapan waktu terbaik membaca doa memohon ampun kepada Allah?

Waktu yang dianjurkan antara lain setelah sholat fardhu, pagi dan petang, sepertiga malam terakhir, saat sahur, dan setiap kali menyadari kesalahan atau dosa.

3. Berapa kali membaca istighfar setelah sholat?

Rasulullah SAW mencontohkan membaca "Astaghfirullah" sebanyak tiga kali setelah selesai sholat fardhu.

4. Apa perbedaan istighfar biasa dengan Sayyidul Istighfar?

Istighfar biasa berupa permohonan ampun secara singkat, sedangkan Sayyidul Istighfar merupakan doa yang memuat pengakuan tauhid, nikmat Allah, dosa hamba, serta permohonan ampun secara sempurna.

5. Apa manfaat membiasakan doa memohon ampun kepada Allah setiap hari?

Di antaranya memperoleh ampunan Allah, ketenangan hati, keberkahan hidup, dimudahkan dalam urusan, serta menjadi sebab meraih rahmat dan surga apabila diamalkan dengan penuh keimanan.