Band JUKE Rilis EP Inikah Cinta, Bangkitkan Nuansa Musik Era 2000-an

Band JUKE menyebut perilisan EP ini merupakan mimpi yang akhirnya terwujud setelah melalui proses panjang.

Diterbitkan 18 Juli 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Band JUKE rilis EP perdana "Inikah Cinta", hidupkan nuansa musik 2000-an.
  • Vokalis Jue optimistis karya band tetap relevan di tengah dominasi media sosial.
  • JUKE usung pop alternatif romantis, berencana tur kafe, Bandung jadi target.

Liputan6.com, Jakarta - Band pop rock alternatif asal Jakarta, JUKE, resmi merilis EP perdana bertajuk Inikah Cinta. Kehadiran mini album ini menjadi penanda perjalanan panjang mereka dalam berkarya sekaligus menghidupkan kembali nuansa musik band era 2000-an yang pernah berjaya di Indonesia.

Vokalis JUKE, Jue, mengungkapkan bahwa perilisan EP ini merupakan mimpi yang akhirnya terwujud setelah melalui proses panjang. Ia pun optimistis karya band masih memiliki tempat di tengah dominasi konten media sosial dan perubahan tren industri musik.

"Pasti setiap band memiliki mimpi, kita ingin karya kita dikenal banyak orang. Di satu sisi memang sudah jalannya saya jumpa Bang Edmond. Kita tanya untuk promosi bagaimana, akhirnya dikenalkan teman dan mencoba masuk ke label, lalu diterima. Kita tahu segmen band sekarang mungkin kurang terekspos karena banyak akun media sosial yang sedang hits. Tapi kami tetap yakin, namanya berkarya pasti ada hasil yang baik," ujar Jue saat ditemui di kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

EP Inikah Cinta berisi sejumlah lagu yang mengangkat cerita kehidupan sehari-hari, mulai dari cinta, kehilangan, hingga hubungan keluarga. Jue menyebut seluruh lagu yang ada di dalamnya lahir dari pengalaman pribadi yang memiliki nilai emosional mendalam.

"Kalau saya, lagu yang paling berkesan adalah 'Waktu Berlalu.' Semua lagu memang saya yang ciptakan dan semuanya punya nilai historis," ujarnya.

Tema Pop Alternative Romantis

Dalam bermusik, band yang beranggotakan Jue, Wayu, Adi, Rijal, Fatar, dan Yani ini memilih mengusung warna pop alternative romantis yang kental dengan nuansa musik Indonesia di era 2000-an. Mereka mengaku terinspirasi oleh band-band besar yang pernah mendominasi industri musik nasional.

"Kami mengusung tema pop alternative romantis. Kami lebih ke era 2000-an karena menurut kami musik di era itu fenomenal. Banyak band yang melahirkan karya besar seperti Nidji, Peterpan, dan D'Masiv. Kami ingin membangkitkan semangat itu lagi," jelas Jue.

Perjalanan JUKE

Perjalanan musik JUKE sendiri bermula dari proyek sederhana yang dibangun Jue bersama seorang rekannya. Awalnya mereka hanya membuat lagu untuk bersenang-senang sebelum berkembang menjadi grup musik dengan formasi lengkap.

"JUKE terbentuk sejak 2012 dari saya dan teman saya. Awalnya iseng bikin lagu. Lalu pada 2017 mulai terbentuk format band. Awalnya cuma duo. Nama JUKE sendiri tercetus dari Chris. Waktu itu kami hanya teman nongkrong, sementara saya posisinya drummer. Formasi yang sekarang ini terbentuk setelah saya mempromosikan lagu ke radio. Dari situ kami ditawari manggung pada 2025," kenang Jue.

Rangakaian Tur Kafe

Setelah merilis EP perdana, JUKE berencana menyapa para pendengar melalui rangkaian tur kafe. Bandung menjadi salah satu kota yang masuk radar mereka karena memiliki jumlah pendengar digital yang cukup besar.

"Setelah ini, insyaAllah kami akan melakukan tur kafe. Dari data streaming yang kami miliki, pendengar kami cukup banyak di Bandung. Jadi kemungkinan kami akan mengeksplorasi ke sana," pungkas Jue.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Revaldo Sukses Bikin Penonton Kesal Lewat Perannya di Film Sihir Tanah Kubur

M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan