Liputan6.com, Jakarta - Kenikmatan dunia adalah ujian sementara, yang terkadang melalaikan. Kealpaan inilah yang kerap membuahkan kebiasaan yang bisa menjadi penyesalan di alam kubur. Kematian yang datang, menutup rapat pintu penyesalan, apalagi taubat.
Ustadz Abu Ubaidah Yusuf dalam Ebook Siksa Kubur Sebuah Aqidah yang Absolut menjelaskan alam barzakh merupakan fase pertama pengadilan akhirat. Siksa dan nikmat di dalamnya adalah keniscayaan. Pada fase ini, kebiasaan buruk semasa di dunia itu menyebabkan malapetaka.
Allah berfirman: "Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian dikembalikan kepada azab yang besar" (QS. At-Taubah: 101). Imam Qatadah menafsirkan siksaan kedua tersebut terjadi di alam kubur. Penyesalan di ruang gelap gulita alam kubur itu sudah terlambat dan tiada guna.
Advertisement
Abu Asma Andre dalam Ebook Kehidupan Alam Kubur mengajak umat mengenali dosa harian yang kerap diremehkan agar selamat dari azab di alam barzakh. Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang bakal disesali di alam kubur.
10 Kebiasaan Pemicu Penyesalan di Alam Kubur
Alam barzakh akan mengadili setiap perbuatan yang dilakukan di dunia. Berikut adalah sepuluh kebiasaan buruk yang sering dianggap sepele namun membuahkan penyesalan dan siksa di alam kubur:
1. Meremehkan Kebersihan dari Air Kencing (Tidak Istinja')
Banyak orang terburu-buru saat buang hajat sehingga pakaian atau badannya terkena percikan najis. Rasulullah SAW melewati dua kuburan dan bersabda, "Sesungguhnya keduanya sedang disiksa... salah satunya karena tidak menjaga dari air kencing".
Al-Hafizh Ibnu Rajab dikutip dalam Ebook Siksa Kubur Sebuah Aqidah yang Absolut menjelaskan bahwa suci dari najis adalah syarat mutlak ibadah shalat. Perantara shalat ini menjadi hal pertama yang diperkarakan di dimensi barzakh.
2. Namimah (Mengadu Domba)
Menyebarkan provokasi untuk merusak hubungan persaudaraan adalah kebiasaan yang membinasakan. Lanjutan hadits dua kuburan di atas: "...adapun yang kedua dia suka mengadu domba".
Yusuf Abu Ubaidah as-Sidawi dalam Buku Amalan-Amalan Pelebur Dosa menegaskan bahwa dosa lisan sangat berbahaya karena menghancurkan ukhuwah sosial. Pelakunya dihukum berat sebelum datangnya hari kiamat.
3. Ghibah (Menggunjing)
Membicarakan aib orang lain sering kali dijadikan bumbu pergaulan, padahal ini adalah kejahatan besar. Dalam riwayat lain mengenai hadits dua kuburan, Rasulullah secara tegas menyebutkan "Ghibah, mengadu domba dan tidak bersuci dari air kencing" sebagai penyebab siksa.
Abu Asma Andre dalam Ebook Kehidupan Alam Kubur dan Keadaan Penghuninya Sampai ke Hari Kebangkitan memaparkan bahwa ghibah adalah dosa yang melanggar hak manusia (Haqqul Adami). Dosa ini tidak akan diampuni kecuali orang yang dighibahi memaafkannya.
4. Berzina dan Tidak Menjaga Kemaluan
Pergaulan bebas dan tidak menjaga syahwat mengantarkan pelakunya pada siksaan fisik yang mengerikan.
Hadits riwayat Abu Umamah Al-Bahili mengisahkan Nabi SAW melihat sekelompok orang di neraka/barzakh yang tubuhnya menggelembung besar dan sangat busuk baunya, yang ternyata adalah para pezina.
Yusuf Abu Ubaidah as-Sidawi dalam Buku Amalan-Amalan Pelebur Dosa mewanti-wanti umat untuk menutup segala pintu zina, karena kebiasaan mengumbar syahwat adalah tiket menuju siksa yang dihinakan di alam penantian.
5. Meminum Khamr (Minuman Keras)
Mabuk-mabukan adalah pangkal dari segala keburukan dan kejahatan. Dalam hadits mimpi Nabi SAW riwayat Abu Umamah, diperlihatkan golongan orang yang meminum khamr di neraka.
Abu Asma Andre dalam Ebook Kehidupan Alam Kubur mencantumkan riwayat ini untuk menegaskan bahwa para pemabuk yang tidak bertaubat akan langsung dieksekusi dengan azab di alam kubur sebelum pengadilan kiamat tegak.
6. Berbuka Puasa Sebelum Waktunya
Meremehkan kewajiban puasa Ramadhan dengan berbuka secara sengaja sebelum azan Maghrib. Rasulullah SAW melihat kaum yang digantung dengan urat kakinya, sementara sudut mulut mereka terkoyak dan mengalirkan darah, yaitu mereka yang berbuka sebelum waktunya.
Menyepelekan syariat puasa adalah bentuk penghinaan terhadap ketetapan Allah, yang balasannya disegerakan di alam kubur.
7. Melalaikan Shalat Wajib
Menunda atau meninggalkan shalat lima waktu adalah kebiasaan yang mematikan pertahanan iman. "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka peliharalah shalat..." (Tersirat dari banyak sabda Nabi SAW bahwa shalat adalah tiang agama).
Al-Hafizh Ibnu Rajab menerangkan bahwa hak Allah yang pertama kali diadili adalah shalat. Kelalaian mendirikannya membuat kubur menjadi sempit dan gelap gulita.
8. Kikir dan Tidak Beramal Jariyah
Enggan berbagi harta dan tidak memiliki investasi akhirat membuat seseorang miskin di alam barzakh.
"Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya". (al-Hadits).
Sutejo Ibnu Pakar dalam Buku Tradisi Amaliyah Warga NU memperingatkan bahwa tanpa sedekah jariyah atau kiriman doa (hadiyuwan), seorang mayit akan menyesal karena terputus dari aliran pahala yang sangat ia butuhkan untuk melapangkan kuburnya.
9. Menyombongkan Kemewahan Dunia
Bangga dengan harta, jabatan, dan pakaian, namun melupakan kematian. "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur." (QS. At-Takatsur: 1-2).
Umar bin Abdul Aziz dalam Ebook Kehidupan Alam Kubur menasihati bahwa ketampanan, kecantikan, dan kemewahan yang dibanggakan akan habis dimakan cacing tanah. Kesombongan duniawi hanya akan membuahkan penyesalan ketika tubuh dihimpit bumi.
10. Kesyirikan dan Kemunafikan Beragama
Hidup dalam keraguan, percaya pada takhayul/dukun, atau sekadar ikut-ikutan beragama tanpa keyakinan. Saat ditanya malaikat di kubur, orang munafik/kafir hanya bisa menjawab "Hah, hah, aku tidak tahu". Ustadz Abu Ubaidah Yusuf dalam Ebook Siksa Kubur menegaskan bahwa kemunafikan ini akan dijawab dengan pukulan palu besi raksasa yang menghancurkan tubuh mayit berkeping-keping.
Cara Menghindari Kebiasaan Buruk Tersebut
1. Memperbarui Taubat (Istighfar)
Merutinkan istighfar setiap hari ibarat sabun yang membersihkan kotoran dosa lisan dan perbuatan sebelum maut menjemput.
2. Menjaga Thaharah dan Shalat
Disiplin menjaga kesucian dari najis (terutama kencing) dan menegakkan shalat di awal waktu sebagai perisai utama dari azab kubur.
3. Beramal Jariyah
Menyisihkan harta untuk sedekah, mewakafkan fasilitas umum, dan mendidik anak agar menjadi shalih sehingga doa mereka senantiasa mengalir ke alam barzakh.
4. Membiasakan Ziarah Kubur
Rutin mengunjungi pemakaman untuk mengingat kematian (tadzkiratul maut), yang efektif melunakkan hati dan menghancurkan kesombongan duniawi.
Pertanyaan Seputar Dosa yang Menyebabkan Siksa Kubur
1. Mengapa air kencing bisa menyebabkan siksa kubur?
Karena kesucian dari najis adalah syarat mutlak sahnya shalat. Jika seseorang meremehkan kebersihan setelah buang air, shalatnya tidak sah. Kelalaian ini adalah pelanggaran pertama yang diadili di alam barzakh.
2. Apakah menangisi orang yang meninggal juga mendatangkan siksa kubur?
Menangis karena sedih diperbolehkan. Namun, meratap secara histeris, berteriak, dan menyobek-nyobek baju (niyahah) adalah hal yang dilarang dan dapat menyebabkan mayit disiksa jika hal tersebut adalah tradisi yang diwasiatkan atau dibiarkannya semasa hidup.
3. Bagaimana cara agar selamat dari pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir?
Keselamatan tidak bergantung pada hafalan di dunia, melainkan pada kemurnian tauhid, amal shalih, ketepatan mendirikan shalat, dan memperbanyak membaca Al-Qur'an (seperti Surah Al-Mulk) yang akan menjadi pembela saat interogasi.
4. Apakah dosa ghibah akan diampuni jika kita bertaubat?
Ghibah (menggunjing) terkait dengan hak sesama manusia (Haqqul Adami). Taubat dari ghibah tidak sempurna sebelum kita meminta maaf langsung kepada orang yang dighibahi dan memohonkan ampunan untuknya.
5. Bisakah orang yang hidup menolong keluarga yang menyesal di alam kubur?
Sangat bisa. Keluarga yang masih hidup dapat menolong ahli kubur dengan cara melunasi utang-utangnya, mendoakan ampunan (tahlil/ziarah), dan bersedekah jariyah atas nama mereka, yang pahalanya akan sampai dan meringankan siksa.
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380981/original/046199200_1760441878-klaim_link_magang_kemnaker.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4991143/original/006955300_1730744947-codifyformatter__85_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3202507/original/071215900_1596847894-AP20220691523830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618472/original/047612700_1782607192-000_B8JU4KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287291/original/083160400_1783207895-063_2284678786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256851/original/004151200_1670703759-7_AP22344709351178.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299482/original/065812300_1784259465-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297796/original/002584500_1784106935-didier.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299317/original/088764800_1784212809-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297046/original/098584500_1784067058-Spain_s_Mikel_Oyarzabal__left__celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300004/original/015093400_1784283318-000_C2EH69E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4246766/original/006828700_1669910509-AP22335568653043.jpg)