Idul Adha Ceramah Dulu atau Sholat Dulu? Simak Penjelasannya

Pertanyaan Idul Adha ceramah dulu atau sholat dulu kerap muncul menjelang pelaksaan Hari Raya Qurban. Simak ulasannya

Diterbitkan 09 April 2026, 14:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam merayakan dua hari besar, Idul Fitri dan Idul Adha. Seperti sholat Jumat, terdapat khutbah dalam pelaksanaan sholat kedua ied ini. Pertanyaan yang umum adalah, Idul Adha ceramah dulu atau sholat dulu?

Pertanyaan ini penting dijawab mengingat masih banyak umat Islam yang mengetahui rukun sholat Idul Adha. Terlebih, sholat Idul Adha adalah amalan sunnah muakadah atau yang sangat dianjurkan di hari raya Idul Adha.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya yang pertama kali kami lakukan pada hari kami ini (Idul Adha) adalah melaksanakan salat, kemudian kami kembali untuk menyembelih hewan kurban." Dalil ini menegaskan bahwa aktivitas ibadah di pagi hari Idul Adha dimulai dengan sujud, sebelum melaksanakan ibadah lainnya, berkurban.

Berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai tata cara sholat Idul Adha, termasuk salah satunya khutbah yang menjadi bagian intergralnya, merujuk Buku Praktek Shalat ‘Ied, Galih Maulana, Lc, Panduan Tata Cara Sholat Idul Adha, Ta'mir Masjid Baitus Salam dan sumber relevan lainnya.

Mana yang Lebih Dulu, Khutbah atau Shalat?

Berdasarkan dalil-dalil yang shahih, urutan yang benar dalam pelaksanaan shalat Idul Adha adalah shalat terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan khutbah. Hal ini berbeda dengan shalat Jumat yang didahului oleh dua khutbah baru kemudian shalat.

Dalam kitab Al-Muhadzdzab dan syarahnya Al-Majmu' karangan Imam As-Syairazi, dijelaskan pada shalat Id tidak terdapat kumandang azan dan iqamah sebagaimana riwayat Ibnu Abbas RA "Aku menyaksikan shalat Id bersama Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, dan Utsman RA. Mereka semua melakukan shalat sebelum khutbah tanpa azan dan iqamah".

Ibnu Abbas RA juga meriwayatkan: "Pada Idul Fitri atau Idul Adha, aku berangkat bersama Rasulullah. Beliau salat lalu berkhutbah. Kemudian mendatangi kaum wanita, memberi mereka nasihat dan menyuruh bersedekah." (HR. Bukhari)

Dari Jabir bin Abdillah RA, ia berkata: "Aku mendatangi salat pada hari ied bersama Rasulullah ï·º, lalu beliau memulai dengan shalat sebelum berkhutbah dengan tanpa azan dan iqamah." (HR. Muslim 885).

Dari Abu Sa'id RA, diriwayatkan: "Rasulullah SAW keluar ke tanah lapang pada hari Idul Fitri dan Idul Adha, maka pertama kali yang dilakukannya adalah shalat." (HR. Bukhari no. 956).

Para ulama dari berbagai mazhab, termasuk Syafi'iyyah, Hanafiyyah, Malikiyyah, dan Hanabilah, sepakat bahwa shalat Id dilaksanakan terlebih dahulu sebelum khutbah. Khutbah disampaikan setelah shalat sebagai bentuk tuntunan dan nasihat, bukan sebagai syarat sahnya shalat Id.

Apakah Shalat Idul Adha Sah Tanpa Khutbah?

Shalat Idul Adha tetap sah meskipun tanpa khutbah, karena khutbah Id hukumnya sunnah, bukan wajib. Hal ini sangat berbeda dengan shalat Jumat yang tidak sah tanpa khutbah.

Imam Burhanuddin dalam kitabnya menyatakan jika tidak ada khutbah dalam pelaksanaan shalat hari raya, maka shalat hari rayanya tetap diperbolehkan (sah).

Merujuk laman Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menjelaskan, shalat Idul Adha dapat dilakukan tanpa adanya khutbah. Kalau shalat Jumat itu, shalat Jumatnya tidak sah kalau tidak ada khutbahnya. Oleh karena itu, berbeda dengan shalat Id.

Para ulama, baik yang mewajibkan shalat Id maupun yang tidak, telah sepakat bahwa khutbah Id hukumnya tidak wajib. Ibnu Qasim menyatakan, semua ulama baik yang mewajibkan shalat Id, atau yang tidak mewajibkan, telah sepakat bahwa khutbah id hukumnya tidak wajib, kami tidak mengetahui seorang ulama pun yang mewajibkannya.

Dengan demikian, bagi yang shalat Id secara munfarid (sendirian) di rumah, tidak perlu menyampaikan khutbah. Jika shalat berjamaah di rumah bersama keluarga, disunnahkan untuk berkhutbah sebagai bentuk nasihat, namun tidak wajib. Khutbah yang disampaikan setelah shalat Id inilah yang kemudian sering disebut sebagai ceramah Idul Adha.

Hukum, Waktu dan Tata Cara Shalat Idul Adha

Shalat Idul Adha merupakan shalat sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah).

1. Waktu Shalat

Mulai dari terbitnya matahari (setinggi tombak, sekitar pukul 07.00–08.00) hingga masuk waktu zuhur. Untuk shalat Idul Adha, dianjurkan untuk mengawalkan waktu pelaksanaannya, berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan diakhirkan. Hal ini agar memberi kesempatan yang luas kepada masyarakat yang hendak berkurban selepas rangkaian shalat Id.

2. Tempat Pelaksanaan

Shalat Idul Adha disunnahkan dilaksanakan di tanah lapang (mushalla) untuk menampakkan syiar Islam dan memungkinkan lebih banyak jamaah bergabung. Namun, apabila ada udzur seperti hujan atau kondisi darurat lainnya, boleh dilaksanakan di masjid.

"Kebiasaan Rasulullah SAW ketika sudah sampai di tempat sholat langsung memulai sholat Id." (HR. Bukhari)

3. Niat Shalat Idul Adha

Shalat Idul Adha dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan satu kali salam. Berikut bacaan niatnya:

Niat untuk Imam (memimpin):

  • Arab-Latin: Ushalli sunnatan li 'idil adha rak'ataini imaman lillahi ta'ala
  • Artinya: "Saya berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

Niat untuk Makmum (mengikuti):

  • Arab-Latin: Ushalli sunnatan li 'idil adha rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala
  • Artinya: "Saya berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

 

Tata Cara Pelaksanaan Shalat

Rakaat Pertama

  • Takbiratul Ihram (takbir pertama) sambil mengangkat kedua tangan.
  • Membaca doa iftitah dengan suara pelan (sirr).
  • Melakukan takbir tambahan (takbir zawa-id) sebanyak 7 kali (di luar takbiratul ihram), sambil mengangkat kedua tangan setiap kali takbir.
  • Di antara setiap takbir, disunnahkan membaca dzikir memuji Allah, misalnya: "Subhanallahi wal hamdulillahi wa laa ilaha illallahu wallahu akbar" (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar).
  • Setelah takbir ke-7, membaca ta'awwudz (a'udzu billahi minas syaithanir rajim), kemudian membaca Surat Al-Fatihah.
  • Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat Al-A'la atau Qaf dengan suara keras (jahr).
  • Melanjutkan rukuk, i'tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud seperti shalat biasa.
  • Berdiri untuk rakaat kedua.

Rakaat Kedua

  • Melakukan takbir tambahan sebanyak 5 kali (di luar takbir ketika berdiri dari sujud), sambil mengangkat kedua tangan.
  • Di antara setiap takbir, kembali membaca dzikir yang sama seperti pada rakaat pertama.
  • Setelah takbir ke-5, membaca Surat Al-Fatihah.
  • Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat Al-Ghasyiyah atau Asy-Syams dengan suara keras.
  • Melanjutkan rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
  • Duduk tasyahud akhir.
  • Salam (ke kanan dan ke kiri).

Khutbah Setelah Shalat

Setelah selesai melaksanakan shalat, imam atau khatib berdiri untuk menyampaikan khutbah. Khutbah dilaksanakan dalam dua kali khutbah dengan sekali duduk di antara keduanya, mirip dengan khutbah Jumat.

Sunnah dalam khutbah Idul Adha:

  • Khatib disunnahkan memulai khutbah pertama dengan takbir hingga 9 kali, dan khutbah kedua dengan takbir 7 kali.
  • Rukun khutbah Id tidak berbeda dengan rukun khutbah Jumat: memuji Allah, membaca shalawat, berwasiat takwa, dan membaca ayat Al-Qur'an.
  • Tidak disyaratkan bagi khatib untuk berdiri dalam khutbah Id (boleh duduk).

People also Ask:

Apakah sholat Idul Adha ceramah dulu atau sholat dulu?

Sholat Idul Adha dilakukan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan khotbah (ceramah). Ini adalah urutan berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW, berbeda dengan sholat Jumat yang khotbahnya sebelum sholat. Setelah sholat berjamaah, jamaah dianjurkan duduk mendengarkan khotbah, meski tidak wajib hukumnya.

Kapan khutbah Idul Adha dilakukan?

Khutbah Idul Adha dilaksanakan setelah shalat Idul Adha (2 rakaat) selesai, tepat pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah. Khutbah disampaikan dalam dua bagian oleh khatib dengan posisi berdiri, diawali dengan takbir, dan jamaah disunnahkan duduk tenang mendengarkan setelah menunaikan shalat, berbeda dengan Jumat yang khutbahnya sebelum shalat.

Apakah ceramah dulu baru sholat Idul Fitri?

Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah, sholat Ied khutbah dulu atau sholat dulu? Jawaban yang tepat adalah salat Ied dikerjakan terlebih dahulu sebanyak dua rakaat, kemudian dilanjutkan dengan khutbah. Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas.

Apakah khutbah dulu atau sholat dulu?

Khutbah Jumat dilaksanakan lebih dulu daripada sholat, sedangkan sholat Id (Idul Fitri/Adha) dilakukan lebih dulu daripada khutbah. Pada sholat Jumat, khutbah adalah syarat sah yang harus didahulukan. Sebaliknya, sholat Id adalah ibadah pokok yang dilakukan sebelum khutbah.