Liputan6.com, Jakarta - Kehidupan di dunia ini hanyalah fase persinggahan yang singkat sebelum manusia melanjutkan perjalanan menuju keabadian. Oleh sebab itu, melaksanakan amalan harian untuk bekal alam kubur menurut sunnah menjadi kewajiban bagi setiap muslim agar selamat di akhirat.
Alam barzakh atau alam kubur merupakan pintu gerbang pertama menuju hari akhirat. Di fase antara ini, setiap manusia akan mulai merasakan balasan nyata dari segala sesuatu yang telah mereka perbuat selama masa hidupnya.
Di alam transisi tersebut, tumpukan harta tidak lagi memiliki makna. Rasulullah dengan tegas bersabda, "Jika manusia meninggal, terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak soleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).
Advertisement
Ibnu Al-Jauzi dalam Kitab Shaid Al-Khathir menjelaskan bahwa hamba yang menyadari kematian memutus amalnya pasti akan bergegas merutinkan amal kebaikan sebagai investasi spiritual utama di alam barzakh.
Merujuk buku 10 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir setelah Meninggal, karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad, dan sumber kredibel lainnya, berikut ini adalah amalan harian sebagai bekal di alam barzakh, agar selamat di akhirat.
Amalan-Amalan Harian untuk Bekal Alam Kubur Menurut Sunnah
Berdasarkan tinjauan syariat dan pemaparan para ulama, terdapat amalan-amalan rutin yang jika dikerjakan setiap hari akan menjadi pelita dan penyelamat di alam barzakh.
1. Mengajarkan dan Menyebarkan Ilmu
Berbagi pengetahuan yang bermanfaat setiap hari merupakan ibadah paling utama yang pahalanya melintasi batas kematian. Mengajarkan ilmu adalah tugas pewaris para Nabi yang membimbing manusia ke jalan lurus.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa mengajarkan satu ayat dari Kitabullah, maka ia akan mendapat pahala selama ayat itu dibaca" (HR. Abu Sahl Al-Qathan).
Ibnu Al-Jauzi dalam Kitab Shaid Al-Khathir menerangkan bahwa ketika seseorang menyadari kematian memutus amalnya, ia harus proaktif melakukan amalan berkelanjutan seperti menulis dan menyebarkan buku agama, sebab karya ulama adalah "anaknya yang kekal" yang pahalanya terus mengalir.
2. Rutinitas Sedekah Jariyah
Membiasakan diri menyisihkan harta setiap hari untuk kepentingan umum, seperti berdonasi untuk fasilitas umat (air, masjid, atau pendidikan), adalah amalan yang memproteksi hamba dari api neraka dan azab kubur.
Sabda Nabi SAW, "Jika manusia meninggal, terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak soleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).
Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq Al-Abbad dalam buku 10 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir setelah Meninggal menjelaskan bahwa sedekah yang manfaatnya berlangsung lama, seperti mewakafkan sumur air untuk manusia dan hewan, menjamin aliran pahala bagi penyedekah selama benda aslinya dimanfaatkan.
3. Membaca Surah Al-Mulk Setiap Malam
Menjadikan Surah Al-Mulk sebagai wirid harian sebelum tidur adalah sunnah yang secara spesifik ditujukan sebagai perisai (Al-Mani'ah) dari siksa kubur.
Hadis Nabi SAW: "Ada suatu surah dari Al-Qur'an yang terdiri dari tiga puluh ayat dan dapat memberi syafaat bagi yang membacanya, sampai dia diampuni, yaitu: Tabaarakalladzii biyadihil mulku..." (HR. At-Tirmidzi).
Ibnu Katsir dalam Kitab Tafsir Al-Qur'an Al-Adzim (Tafsir Ibnu Katsir) mengutip riwayat sahabat Ibnu Mas'ud yang menegaskan bahwa Surah Al-Mulk adalah pelindung. Jika malaikat azab datang dari arah kepala, kaki, atau perut, surah ini akan membela dan mencegah azab tersebut menyentuh si mayit di dalam kuburnya.
4. Mendidik Anak dengan Keteladanan Saleh
Proses mendidik anak tidak terjadi dalam semalam, melainkan rutinitas harian orang tua. Pembinaan spiritual yang diajarkan setiap hari akan melahirkan generasi yang mendoakan mereka ketika telah wafat.
Sabda Nabi SAW, "Seseorang akan diangkat derajatnya di surga, lalu bertanya, 'Bagaimana ini bisa terjadi?' Dijawab, 'Karena doa anakmu yang memohon ampun untukmu'" (HR. Ibnu Majah).
Syaikh Abdurrazzaq menekankan bahwa menjaga amanah pendidikan anak memastikan seluruh kebaikan harian sang anak—seperti shalat dan sedekahnya—juga meneteskan ganjaran yang setara ke rekening amal orang tua mereka di alam kubur tanpa terputus.
5. Konsisten dalam Ketaatan dan Menjaga Syariat
Berjaga (ribath) dalam konteks modern dapat dimaknai sebagai konsistensi dan kewaspadaan setiap hari dalam mempertahankan iman, ketaatan, dan membela agama Allah dari fitnah syubhat.
"Setiap orang yang meninggal akan terputus amalannya, kecuali orang yang berjaga (berribath) di jalan Allah. Sesungguhnya amalannya akan terus tumbuh hingga Hari Kiamat, dan dia akan dilindungi dari fitnah kubur" (HR. Abu Dawud).
Dalam penjabaran kitab Al-'Aqibah fi dzkri al-maut karya Abdulhaq Al-Isybili beserta pandangan ulama fikih, ribath bukan sekadar menjaga perbatasan fisik militer, melainkan menjaga perbatasan syariat di dalam kehidupan sehari-hari dari serbuan kemaksiatan. Konsistensi ini memberikan keamanan total dari pertanyaan menyulitkan malaikat di alam kubur.
6. Menjaga Kesempurnaan Bersuci (Istinja') dari Najis
Membersihkan diri dari najis, terutama setelah buang air kecil (kencing), sering kali diremehkan oleh sebagian orang. Padahal, ketidaksempurnaan dalam bersuci merupakan salah satu penyebab utama dan terbanyak datangnya siksa kubur.
Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW melewati dua kuburan, lalu bersabda: "Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa karena dosa besar (menurut pandangan manusia). Salah satunya disiksa karena tidak menutupi diri (atau tidak bersuci dengan bersih) dari kencingnya..." (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam Adz-Dzahabi dalam kitab Al-Kabair (Dosa-Dosa Besar) memasukkan tindakan meremehkan kebersihan dari air kencing ke dalam kategori dosa besar. Beliau menegaskan bahwa shalat seseorang tidak akan sah jika tubuh atau pakaiannya masih terkena najis kencing, yang pada akhirnya mendatangkan kemurkaan Allah di alam kubur.
7. Menjaga Lisan
Lisan adalah anggota tubuh yang paling sering menjerumuskan manusia. Mengendalikan ucapan setiap hari dari kebiasaan menyebarkan fitnah, mengadu domba (namimah), dan membicarakan aib orang lain (ghibah) adalah amalan krusial untuk menyelamatkan diri di alam kubur.
Merupakan lanjutan dari hadis Ibnu Abbas di atas mengenai dua penghuni kubur yang disiksa: "...Sedangkan yang satunya lagi disiksa karena suka berjalan ke sana-kemari menebarkan namimah (adu domba)." (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin dan Al-Adzkar memberikan bab khusus mengenai bahaya namimah. Beliau menjelaskan bahwa adu domba merusak persaudaraan umat Islam dan menimbulkan kerusakan fatal di masyarakat, sehingga hukuman di alam barzakh disegerakan bagi pelakunya.
8. Membaca Doa Perlindungan dari Siksa Kubur di Setiap Shalat
Membiasakan diri berlindung kepada Allah dari empat fitnah besar—termasuk azab kubur—tepat sebelum salam pada setiap shalat wajib maupun sunnah adalah rutinitas harian yang sangat dianjurkan.
Rasulullah bersabda, "Jika salah seorang dari kalian selesai membaca tasyahud (akhir), hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara, dengan mengucapkan: 'Allahumma inni a'udzubika min 'adzabi jahannam, wa min 'adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamat, wa min syarri fitnatil masihid dajjal' (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari keburukan fitnah Dajjal)." (HR. Muslim).
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam kitab Sifat Shalatin Nabi menjelaskan bahwa membaca doa ini di rakaat terakhir sebelum salam adalah sunnah muakkad (sangat ditekankan). Sebagian ulama salaf bahkan memerintahkan untuk mengulangi shalat jika seseorang lupa membaca doa ini, yang menunjukkan betapa pentingnya esensi doa tersebut.
9. Merutinkan Tilawah Al-Qur'an
Selain pengkhususan Surah Al-Mulk di malam hari, menjadikan tilawah (membaca) Al-Qur'an sebagai wirid harian secara umum akan mendatangkan cahaya dan pendamping setia di alam kubur yang gelap gulita.
Rasulullah bersabda, "Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya." (HR. Muslim).
Imam An-Nawawi dalam kitab At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur'an menerangkan bahwa Al-Qur'an akan menjelma menjadi sosok yang indah dan wangi di dalam kubur, yang akan menenangkan jenazah dan menemaninya hingga hari kebangkitan, mencegah rasa takut dan kesepian akibat ditinggalkan oleh keluarga.
10. Memperbanyak Mengingat Kematian (Dzikrul Maut)
Amalan hati berupa mengingat kematian (dzikrul maut) setiap hari adalah terapi spiritual yang ampuh untuk melembutkan hati, mencegah pelakunya dari bermaksiat, dan mendorongnya untuk segera bertobat.
Rasulullah SAW bersabda, "Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian)." (HR. At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah).
Imam Al-Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin pada bab khusus Dzikrul Maut wa Ma Ba'dahu (Mengingat Kematian dan Fase Sesudahnya) memaparkan bahwa orang yang secara sadar mengingat kematian setiap hari akan senantiasa mempersiapkan bekal terbaik. Ia tidak akan tertipu oleh gemerlap dunia dan akan menjalani kesehariannya dengan penuh ketundukan pada aturan syariat.
Hikmah Melaksanakan Amalan Harian untuk Bekal Alam Kubur
1. Perisai dari Fitnah Kubur
Amalan harian yang dilakukan secara istiqamah akan hadir dalam bentuk fisik yang indah untuk membela hamba saat dihadapkan pada ujian Munkar dan Nakir.
2. Alam Kubur Menjadi Taman Surga (Raudhah min Riyadhil Jannah)
Amal saleh yang terus memancarkan cahaya akan memperluas pandangan jenazah dan menghembuskan udara segar surga ke liang lahatnya.
3. Investasi Kebaikan Abadi (Pasif Income Pahala)
Amalan berbasis jariyah memastikan hamba tetap mendulang pahala setiap detiknya, meskipun jasadnya telah hancur terkubur tanah.
4. Menumbuhkan Mentalitas Zuhud di Dunia
Kesadaran harian terhadap alam kubur akan mengikis keserakahan duniawi dan memfokuskan energi seseorang pada sesuatu yang bernilai keabadian (akhirat).
5. Akselerasi Derajat di Akhirat
Semakin banyak amal jariyah dan doa yang diakumulasikan, derajat roh di alam barzakh akan terus dinaikkan oleh Allah hingga hari kebangkitan kelak.
Â
Pertanyaan Seputar Amalan HarianÂ
Apa saja amalan harian yang menjauhkan dari siksa kubur?
Amalan utamanya meliputi mendirikan shalat lima waktu berjamaah, membaca Surah Al-Mulk sebelum tidur, sedekah rutin harian, serta selalu beristighfar dan bertaubat dari dosa.
Apakah Surah Al-Mulk harus dibaca setiap malam sebelum tidur?
Ya, merujuk pada sunnah yang diajarkan Rasulullah, membaca Surah Al-Mulk setiap malam akan bertindak sebagai pencegah (Al-Mani'ah) dari siksa kubur.
Bagaimana cara orang tua agar diterangi kuburnya oleh keluarga yang masih hidup?
Dengan mendidik anak-anak menjadi pribadi saleh yang mendoakan, memohonkan ampun, serta bersedekah mengatasnamakan orang tuanya.
Apakah sedekah Subuh dapat menjadi penyelamat di alam kubur?
Tentu. Segala bentuk sedekah (terutama sedekah jariyah yang manfaatnya mengalir panjang) yang dikeluarkan saat dalam keadaan sehat dan hidup merupakan penyelamat andal dari siksa.
Apa amalan yang pahalanya utuh mengalir walau kita sudah wafat?
Sedekah jariyah (mewakafkan tanah, fasilitas umum), mengajarkan dan menulis ilmu bermanfaat, serta doa dari anak yang saleh.
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4146753/original/028527300_1662354830-cek_fakta_sepeda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290480/original/063078400_1783482944-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-08T105431.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290534/original/015072300_1783484497-Switzerland_goalkeeper_Gregor_Kobel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290421/original/027818600_1783480531-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290385/original/086691300_1783478548-Egypt_s_Mostafa_Zico__11__and_Egypt_s_Haissem_Hassan__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290384/original/064848900_1783478396-Argentina_s_Lionel_Messi_celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8306243/original/097675000_1782171964-000_B7XN2AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312895/original/060240200_1782180154-000_B7XU3W8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259229/original/005106400_1781492480-AP26165671114272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288987/original/029872300_1783373948-000_B9FD7P2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290285/original/019592500_1783448923-AP26188662265039.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290283/original/065124300_1783447708-063_2285092809.jpg)