Liputan6.com, Jakarta - Bayangkan pagi hari di rumah Anda disambut oleh semilir angin yang membawa aroma manis dan harum dari pohon buah di pekarangan. Atau saat sore hari, buah-buahan yang baru matang memenuhi halaman dengan wangi khas yang menggugah selera. Bagi pecinta tanaman dan kebun, memiliki pohon buah yang buahnya harum saat matang adalah pengalaman yang tak ternilai, bukan hanya karena kelezatan buahnya, tetapi juga karena aroma yang mampu menciptakan suasana rumah yang lebih hangat dan menyenangkan.
Indonesia, sebagai negara tropis dengan kekayaan hayati yang luar biasa, memiliki beragam jenis pohon buah yang buahnya harum saat matang. Dari yang sudah sangat populer seperti mangga arumanis dan nangka, hingga yang eksotis dan langka seperti buah kepel dan terap khas Kalimantan, semuanya menawarkan keunikan aroma masing-masing.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap 11 jenis pohon buah dengan aroma harum khas saat matang, lengkap dengan karakteristik, manfaat, dan tips menanamnya di pekarangan rumah Anda.
Advertisement
1. Mangga Arumanis — Si Manis Legendaris
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672125/original/055025400_1778470330-Pohon_Mangga_Arumanis_di_Halaman_Rumah.jpg)
Mangga arumanis adalah salah satu varietas mangga paling populer di Indonesia, terutama dikenal karena aroma wangi yang sangat kuat dan khas saat matang di pohon. Daging buahnya tebal, berwarna kuning terang, dan rasanya sangat manis. Uniknya, kulit buah mangga arumanis tetap berwarna hijau meskipun sudah matang sempurna, jadi Anda tidak bisa mengandalkan perubahan warna sebagai tanda kematangan.
Dalam praktiknya, pohon mangga arumanis dapat tumbuh mencapai tinggi 5 hingga 10 meter dengan kondisi ideal di dataran rendah hingga menengah. Keunggulan utamanya tentu terletak pada kombinasi daging buah yang tebal, rasa manis yang pekat, serta semerbak aroma harum yang memanjakan penciuman. Bagi Anda yang memiliki keterbatasan lahan di pekarangan rumah, saat ini sudah tersedia versi mini atau metode tabulampot (tanaman buah dalam pot) yang sangat praktis dirawat.
Kehadiran pohon mangga arumanis di sekitar hunian tidak hanya mempercantik lanskap taman, tetapi juga memberikan suplai buah segar berkualitas tinggi. Dengan perawatan berupa penyiraman teratur dan pemangkasan berkala, pohon ini akan tumbuh subur dan produktif menghasilkan buah setiap tahunnya.
Advertisement
2. Cempedak — Aroma Tajam Menusuk, Kerabat Dekat Nangka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310252/original/082011100_1785311876-Cempedak.jpg)
Cempedak (Artocarpus integer) adalah kerabat dekat nangka yang berasal dari Asia Tenggara, menyebar luas di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Buah cempedak memiliki bentuk, rasa, dan keharuman seperti nangka, tetapi aromanya lebih tajam dan menusuk—bahkan sering disamakan dengan aroma durian. Daging buahnya dapat dimakan segar atau digoreng dengan tepung sebagai camilan, sementara bijinya bisa direbus atau dibakar. Di Kalimantan, kulit cempedak bahkan diolah menjadi mandai, hidangan khas yang diawetkan dengan air garam.
Secara morfologi, pohon cempedak mampu tumbuh menjulang hingga ketinggian 10 sampai 20 meter pada lingkungan dataran rendah tropis. Selain keharumannya yang sangat kuat menyebar ke berbagai penjuru halaman, tanaman ini memiliki nilai serbaguna yang tinggi karena hampir seluruh bagian buah dan batangnya dapat dimanfaatkan. Kayunya yang kuat juga sering dipakai untuk perabotan.
Di berbagai daerah di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan sebutan lokal yang beragam, seperti tiwadak di Banjar, campedak di Sunda, hingga nongko cino di Jawa. Menanam pohon ini di pekarangan yang agak luas akan memberikan nuansa kebun tropis yang autentik sekaligus hasil panen yang melimpah.
3. Nangka — Aroma Manis Pekat yang Menggoda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8046921/original/025857600_1780889845-nangka.jpeg)
Nangka adalah pohon berukuran sedang yang buahnya memiliki aroma manis, pekat, dan harum memenuhi ruangan begitu kulitnya dibelah saat matang sempurna. Aroma nangka sangat khas dan mudah dikenali, manis, sedikit floral, dan sangat menggoda. Buah nangka dapat dimakan segar, diolah menjadi kolak, atau dimasak sebagai sayur (nangka muda).
Pohon nangka umumnya dapat tumbuh subur hingga ketinggian 10 sampai 20 meter dengan rentang wilayah adaptasi dari dataran rendah hingga menengah. Keunggulan utama dari tanaman ini terletak pada ukuran buahnya yang besar dengan daging buah berlimpah serta aromanya yang sangat kuat mendominasi udara sekitar.
Meskipun sangat bermanfaat, Anda perlu merencanakan lokasi penanamannya dengan baik karena ukuran tajuk dan batang pohon nangka dewasa membutuhkan ruang yang cukup luas. Penempatan yang tepat di sudut pekarangan akan membuat pohon ini tumbuh kokoh sekaligus menjadi peneduh alami yang menyejukkan rumah.
Â
Advertisement
4. Buah Kepel (Burahol) — Rahasia Wangi Putri Keraton
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310253/original/088443400_1785311876-Kepel.jpg)
Buah kepel (Stelechocarpus burahol) adalah tanaman langka yang menjadi kegemaran para putri keraton Jawa sejak zaman dahulu. Buah ini memiliki kemampuan unik: mengonsumsi buah kepel yang matang dapat membuat keringat, napas, dan air seni menjadi harum—itulah mengapa buah ini disebut sebagai "deodoran alami". Saat matang, daging buah kepel berwarna jingga dan mengeluarkan aroma khas bunga dan sawo. Pohon kepel tumbuh tegak dengan buah yang tumbuh langsung di batang (cauliflory).
Pohon istimewa ini dapat tumbuh mencapai ketinggian sekitar 20 meter di lingkungan dataran rendah tropis. Selain statusnya yang kini termasuk sebagai tanaman langka di Indonesia, buah kepel menawarkan pengalaman sensorik yang luar biasa berkat perpaduan aroma bunga dan buah sawo yang lembut.
Dikenal juga dengan nama lokal seperti burahol, kecindul, simpol, cindul, atau turalak, tanaman ini sangat cocok dibudidayakan oleh para kolektor tanaman langka. Menanam buah kepel di pekarangan rumah turut serta membantu upaya pelestarian flora nusantara yang bernilai historis tinggi.
Â
5. Buah Bisbul (Buah Mentega) — Lembut dan Harum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310254/original/094799800_1785311876-Bisbul.jpg)
Bisbul, yang sering disebut sebagai buah mentega karena dagingnya yang lembut, memiliki aroma sangat harum mirip perpaduan wangi durian. Kulit buahnya berbulu halus seperti beludru dengan warna merah ungu yang cantik. Tekstur dagingnya yang lembut dan creamy membuatnya sangat istimewa untuk dinikmati langsung saat matang.
Tanaman ini tumbuh dalam kategori ukuran sedang hingga besar pada dataran rendah tropis. Keunggulan utamanya tidak hanya terletak pada keharuman buahnya yang khas, tetapi juga pada tekstur daging buahnya yang unik menyerupai mentega meleleh di mulut.
Dari segi estetika, pohon bisbul memiliki penampilan tajuk yang rimbun dan menarik, sehingga sangat ideal dijadikan sebagai tanaman hias sekaligus penghasil buah di pekarangan rumah Anda. Perawatannya yang relatif mudah menjadikannya pilihan favorit bagi pemilik kebun pemula.
Â
Advertisement
6. Terap/Tarap — Aroma Wangi Kuat dari Kalimantan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310255/original/001325700_1785311877-Terap.jpg)
Terap atau tarap (Artocarpus odoratissimus) adalah sejenis pohon buah dari marga nangka yang buahnya memiliki bau wangi yang sangat kuat—bahkan nama ilmiahnya odoratissimus berarti "sangat harum". Buah terap mirip nangka namun berukuran kecil, dengan aroma yang kuat menusuk dan harum tercium ke mana-mana. Daging buahnya berwarna keputihan, manis, dan harum sekali, terasa licin lunak dan agak seperti jeli di lidah.
Pohon terap dapat tumbuh menjulang hingga ketinggian 25 meter di kawasan dataran rendah tropis, terutama di wilayah pulau Kalimantan. Keunggulan utamanya adalah sensasi keharuman buahnya yang sangat pekat dan menggugah selera seketika dibelah.
Meskipun sangat lezat dan manis legit, buah terap harus segera dikonsumsi setelah dibuka karena aromanya yang kuat cenderung cepat berkurang jika dibiarkan terlalu lama di udara terbuka. Tanaman ini merupakan salah satu kekayaan botani khas nusantara yang sangat layak dikembangkan di kebun luas.
Â
7. Kasturi (Mangga Kalimantan) — Aroma Harum yang Melegenda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310256/original/008079100_1785311877-Kasturi.jpg)
Kasturi (Mangifera casturi) adalah pohon mangga endemik Kalimantan yang sangat terkenal karena bau harumnya. Buah kasturi berukuran relatif kecil, yakni berkisar antara 50 hingga 84 gram per buah, dengan daging berwarna oranye dan bertekstur serabut, memiliki bau harum manis yang unik.
Pohon mangga langka ini dapat tumbuh tinggi antara 10 hingga 30 meter secara endemik di wilayah Kalimantan Selatan, khususnya sekitar kawasan Banjarmasin. Keharumannya yang melegenda membuat buah ini sangat dicari oleh penikmat buah-buahan lokal autentik.
Sayangnya, saat ini status populasi pohon kasturi berada di ambang terancam punah di habitat hutan liar akibat maraknya penggundulan lahan. Oleh karena itu, membudidayakannya di pekarangan rumah merupakan bentuk kontribusi nyata dalam melestarikan plasma nutfah Indonesia.
Advertisement
8. Buah Bacang — Aroma Harum Menusuk, Kerabat Mangga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310257/original/014797300_1785311877-Bacang.jpg)
Bacang (Mangifera foetida) merupakan tumbuhan satu keluarga dengan mangga yang memiliki aroma sangat khas, harum menusuk hidung—sebagaimana mangga kweni atau durian. Rasanya merupakan perpaduan unik antara sensasi asam dan manis yang menyegarkan. Buah bacang sering diolah menjadi sambal khas yang sangat nikmat disantap bersama sajian ikan goreng atau ikan bakar.
Pohon bacang memiliki pertumbuhan yang kokoh dan bisa mencapai ketinggian hingga 40 meter pada rentang dataran rendah sampai ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Persebarannya mencakup wilayah Sumatera, Kalimantan, Malaysia, Thailand, Singapura, hingga Vietnam.
Satu hal penting yang perlu diperhatikan saat memanen atau mengupas buah ini adalah kandungan getahnya yang dapat memicu rasa gatal apabila bersentuhan langsung dengan kulit sensitif. Di balik tantangan tersebut, keharuman aromanya memberikan kepuasan tersendiri bagi para pecinta kuliner tradisional.
9. Matoa — Buah Tropis Eksotis dari Papua
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3631463/original/066141200_1636734082-IMG-20211112-WA0075_1_.jpg)
Matoa (Pometia pinnata) adalah buah khas Indonesia yang berasal dari Papua. Buah ini memiliki aroma yang cukup harum, terutama ketika sudah matang sempurna. Rasanya sangat unik dan kaya, merupakan perpaduan cita rasa antara kelengkeng, rambutan, dan durian. Daging buahnya berwarna putih bening, bertekstur kenyal, serta banyak mengandung air.
Pohon matoa tumbuh besar dan menjulang tinggi antara 20 hingga 40 meter pada lingkungan dataran tropis hingga ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Selain menawarkan aroma harum yang khas dan rasa buah yang lezat, matoa juga kaya akan kandungan antioksidan serta vitamin C dan E yang baik untuk kesehatan tubuh.
Sebagai flora identitas kebanggaan Papua, pohon matoa kini telah banyak dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia. Ukuran pohonnya yang rindang juga sangat efektif difungsikan sebagai peneduh halaman rumah yang asri.
Advertisement
10. Pohon Maja/Mojo — Aroma Harum dari Bunga hingga Buah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310259/original/021640500_1785311877-Mojo.jpg)
Pohon maja atau mojo (Aegle marmelos) memiliki bunga berwarna putih kehijauan yang tumbuh dalam tandan dan beraroma sangat harum. Buah maja berbentuk bulat dengan cangkang kulit yang keras, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi kuning saat matang dengan citarasa daging yang manis. Pohon ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena konon menjadi inspirasi penamaan Kerajaan Majapahit.
Tanaman ini mampu tumbuh hingga ketinggian 15 meter pada iklim tropis, dengan asal-usul dari India yang kemudian menyebar luas ke kawasan Asia Tenggara. Keunggulannya terletak pada keharuman ganda yang dihasilkan, yakni dari rangkaian bunganya maupun dari buahnya ketika mencapai fase masak.
Pohon maja sangat cocok ditanam pada area pekarangan yang cukup luas sebagai elemen tanaman bernilai estetika, budaya, sekaligus edukasi sejarah nusantara di lingkungan rumah Anda.
11. Jeruk (Berbagai Varietas) — Aroma Segar yang Menenangkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567822/original/032235000_1777340869-Gemini_Generated_Image_mspfwbmspfwbmspf.jpg)
Berbagai jenis jeruk, mulai dari jeruk nipis, jeruk kingkit, hingga jeruk calamondin, memiliki bunga yang harum semerbak dan buah dengan aroma segar yang khas. Jeruk kingkit, misalnya, sangat populer ditanam sebagai tanaman hias bonsai karena karakter perawakan daunnya yang kecil serta buahnya yang harum saat matang. Pohon jeruk di dalam pot juga mampu menjadi dekorasi hidup yang ceria dengan aroma segar dan buah berwarna cerah.
Variasi tinggi pohon jeruk sangat beragam dan sebagian besar jenisnya sangat ideal ditanam menggunakan metode tabulampot di lahan terbatas. Syarat tumbuh utamanya adalah paparan sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari pada dataran rendah hingga menengah.
Keunggulan utama tanaman jeruk terletak pada keselarasan aroma bunga dan buahnya yang menenangkan jiwa. Kehadiran pot jeruk di teras atau balkon rumah akan senantiasa menyebarkan kesegaran alami setiap kali tanaman ini berbuah.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Pohon Buah yang Buahnya Harum Saat Matang
Q: Apa jenis pohon buah yang buahnya paling harum saat matang?
A: Beberapa varietas yang paling terkenal karena intensitas aromanya yang sangat kuat adalah Cempedak (aroma tajam menusuk mirip durian), Terap/Tarap (aroma wangi kuat yang tercium dari kejauhan), Mangga Arumanis (aroma manis khas yang kuat), dan Buah Kepel (aroma bunga serta sawo yang unik). Masing-masing mempunyai karakteristik keharuman yang berbeda.
Q:Â Apakah pohon buah beraroma harum cocok ditanam di pekarangan rumah yang tidak terlalu luas?
A: Hal tersebut bergantung pada jenis tanamannya. Untuk pekarangan dengan lahan terbatas, Anda bisa memilih mangga arumanis mini (tabulampot) atau pohon jeruk dalam pot yang dapat tumbuh subur di area sempit. Sementara itu, pohon seperti cempedak, nangka, dan terap memerlukan ruang terbuka yang lebih luas karena postur batangnya yang besar.
Q:Â Apa itu buah kepel dan mengapa ia dianggap sangat istimewa?
A: Buah kepel (Stelechocarpus burahol) merupakan buah langka kesukaan para putri keraton Jawa karena khasiat historisnya yang dipercaya mampu mengharumkan keringat, napas, dan air seni dari dalam tubuh. Buah ini memancarkan aroma khas perpaduan bunga dan sawo ketika matang sempurna. Sayangnya, populasi tanaman ini kini semakin langka dijumpai di Indonesia.
Q:Â Apa perbedaan mendasar antara buah cempedak, nangka, dan terap?
A: Ketiga jenis pohon buah ini berasal dari satu marga botani yang sama, yaitu Artocarpus. Nangka menghasilkan buah langsung pada batang utama serta cabang besar dengan ukuran buah masif. Cempedak mempunyai aroma yang jauh lebih tajam menusuk mirip durian. Sedangkan Terap/Tarap berbuah di bagian ujung ranting dengan ukuran relatif kecil, namun memiliki aroma yang sangat kuat sesuai arti nama ilmiahnya, odoratissimus (sangat harum).
Q:Â Di manakah saya bisa memperoleh bibit pohon buah langka seperti kepel atau terap?
A: Bibit tanaman langka seperti kepel dan terap umumnya masih didapatkan secara terbatas. Anda dapat mencarinya melalui kebun pembibitan spesialis, taman botani resmi, atau komunitas pelestari tanaman langka nusantara. Khusus untuk pohon terap yang merupakan flora asli Kalimantan, ketersediaan bibitnya tentu akan jauh lebih mudah dijumpai langsung di wilayah Kalimantan.
Q:Â Berapa lama durasi waktu yang dibutuhkan pohon buah untuk mulai berbuah sejak ditanam?
A: Jangka waktunya bervariasi tergantung pada metode perbanyakan dan jenis tanamannya. Pohon jeruk dan mangga arumanis hasil bibit okulasi biasanya sudah mulai berbuah dalam kurun waktu 2 sampai 3 tahun. Sebaliknya, jenis seperti cempedak dan nangka rata-rata memerlukan waktu sekitar 5 hingga 7 tahun sebelum menghasilkan buah perdana. Selalu pastikan Anda membeli bibit unggul dari sumber tepercaya guna menjamin produktivitas optimal.
Q:Â Apakah kelompok pohon buah beraroma harum ini memerlukan perawatan khusus?
A: Secara garis besar, perawatan rutinnya tidak jauh berbeda dari jenis pohon buah pada umumnya, yang meliputi penyiraman teratur, pemupukan berkala, serta pemangkasan dahan guna merangsang pembungaan. Aspek krusial yang wajib diperhatikan adalah kondisi drainase lahan—pastikan struktur media tanah gembur dan tidak tergenang air, serta pastikan pula pohon mendapatkan pasokan sinar matahari secara optimal.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310444/original/096202200_1785317792-cek_fakta_-_pendamping_PKH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310006/original/092233300_1785302392-Screenshot_2026-07-29_104717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291707/original/094355000_1783574182-cempedak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308824/original/035420300_1785204368-baf323f5-3742-4015-8030-6f9bfe433f84.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308607/original/081643000_1785149756-6c4d4266-2ac6-4dfc-b88b-7f0172d7e6ce.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307698/original/079189500_1785061246-Untitled.jpg)