8 Cara Membuat Pohon Rambutan agar Pendek dan Rajin Berbuah

8 cara membuat pohon rambutan tetap pendek dan rajin berbuah dengan perawatan serta pemangkasan yang mudah.

Diterbitkan 12 September 2026, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pohon rambutan yang tumbuh terlalu tinggi sering membuat pemilik kesulitan memanennya. Kondisi ini juga bisa membuat bagian atas pohon kurang terjangkau sehingga berpotensi mengenai kabel listrik atau atap rumah.

Mengubah ukuran pohon menjadi lebih pendek bisa jadi langkah tepat agar pohon bisa dirawat secara rutin. Caranya adalah dengan beberapa upaya sederhana seperti pemangkasan, pengaturan cabang dan lain-lain.

Supaya tidak bungung, berikut Liputan6 hadirkan 8 cara membuat pohon rambutan agar tetap pendek dan buahnya tetap tumbuh subur, Sabtu (12/9).

1. Pangkas Bagian Atas Pohon

Merujuk situs resmi Food and Agriculture Organization of the United Nations berjudul "Pruning technique for rambutan", disebutkan bahwa pemangkasan menjadi langkah tepat untuk merawat pohon rambutan sehingga bisa maksimal dalam berbuah.

Dalam rujukan ilmiah tersebut ditemukan fakta bahwa pemangkasan atau memperpendek jarak pohon dengan rentang sekitar 3 meter antar tajuk dapat menghasilkan buah terbanyak, yaitu 121,15 kg/pohon.

Untuk caranya, berikut selengkapnya:

  • Pilih cabang yang tumbuh tegak ke atas.
  • Potong bagian yang terlalu panjang.
  • Sisakan cabang yang tumbuh ke samping.
  • Periksa kembali bentuk pohon setelah pemangkasan.

2. Bentuk Cabang Sejak Pohon Masih Muda

Pohon yang masih muda lebih mudah diarahkan karena batang dan cabangnya belum terlalu besar. Pemilik bisa memilih beberapa cabang yang tumbuh menyebar ke samping untuk menjadi kerangka tanaman. Cabang yang tumbuh terlalu tegak dapat dipangkas agar tidak mendominasi pertumbuhan.

Pembentukan sejak awal juga membantu menjaga bagian tengah pohon agar tidak dipenuhi cabang. Dengan begitu, cahaya bisa masuk ke bagian tanaman dan pemilik lebih mudah melakukan pemeriksaan.

Perawatan seperti ini tidak perlu dilakukan setiap hari. Cukup periksa pertumbuhan cabang secara berkala dan lakukan pemangkasan ketika ada bagian yang mulai tumbuh menuju atas.

3. Kurangi Cabang yang Saling Bertumpuk

Cabang yang tumbuh terlalu rapat bisa membuat daun menutupi satu sama lain. Kondisi tersebut membuat bagian dalam pohon sulit mendapatkan cahaya. Cabang yang saling bertemu juga dapat membuat pohon tumbuh semakin padat.

Pilih cabang yang posisinya saling bertumpuk, kemudian kurangi salah satunya. Utamakan cabang yang tumbuh ke bagian dalam atau menuju batang lain. Sisakan cabang yang memiliki arah pertumbuhan lebih menyebar.

Langkah ini juga membantu pemilik melihat kondisi tanaman dari luar. Ketika cabang tidak terlalu rapat, proses penyiraman, pemberian pupuk, pemeriksaan daun, dan pemanenan bisa dilakukan tanpa banyak bagian yang menghalangi.

4. Atur Pemberian Pupuk

Pupuk diperlukan untuk membantu pertumbuhan tanaman, tetapi pemberiannya perlu disesuaikan dengan kondisi pohon. Pemberian pupuk yang berlebihan, terutama yang mendorong pertumbuhan daun, bisa membuat tanaman lebih banyak menghasilkan tunas dibandingkan bunga.

Cara yang bisa dilakukan adalah:

  • Gunakan pupuk sesuai petunjuk pada kemasan.
  • Berikan pada area tanah di sekitar tanaman.
  • Jangan menumpuk pupuk tepat di pangkal batang.
  • Sesuaikan pemberian dengan umur dan kondisi pohon.
  • Hindari menambah pupuk hanya karena tanaman belum berbuah.
  • Pemberian pupuk juga perlu disertai perawatan lain.
  • Pohon rambutan membutuhkan air, cahaya, serta ruang tumbuh yang sesuai agar pertumbuhan dan pembentukan buah dapat berlangsung.

5. Atur Penyiraman Tanaman

Air membantu tanaman menjalankan pertumbuhan dan pembentukan bagian baru. Namun, tanah yang terus-menerus tergenang juga bisa mengganggu kondisi akar. Karena itu, penyiraman perlu disesuaikan dengan keadaan tanah dan cuaca.

Saat tidak banyak hujan, tanaman bisa disiram ketika permukaan tanah mulai mengering. Jika hujan turun cukup sering, penyiraman tambahan bisa dikurangi agar air tidak terus menggenang di sekitar batang.

Perhatikan pula kondisi daun dan tanah setelah penyiraman. Kebiasaan melihat tanaman secara langsung membantu pemilik menentukan kebutuhan air tanpa hanya mengikuti jadwal yang sama setiap hari.

6. Berikan Ruang Tumbuh yang Cukup

Pohon rambutan membutuhkan ruang untuk mengembangkan akar dan cabang. Tanaman yang tumbuh terlalu dekat dengan bangunan atau tanaman lain bisa mengalami persaingan dalam memperoleh air dan unsur yang dibutuhkan untuk tumbuh.

Area di sekitar batang sebaiknya dijaga agar tidak dipenuhi rumput atau tanaman lain yang mengambil ruang. Bersihkan bagian tersebut secara berkala tanpa merusak akar yang berada dekat permukaan tanah.

Ruang tumbuh yang terjaga juga memudahkan pemilik melakukan perawatan. Tanah lebih mudah diperiksa, pupuk bisa diberikan pada tempat yang sesuai, dan perubahan kondisi tanaman bisa diketahui lebih cepat.

7. Jangan Biarkan Tunas Tumbuh Tanpa Dikendalikan

Tunas baru dapat muncul dari batang atau cabang setelah tanaman mengalami pertumbuhan. Jika semua tunas dibiarkan, pohon bisa menjadi semakin rimbun dan pertumbuhannya sulit diarahkan.

Periksa bagian batang dan cabang secara berkala. Tunas yang tumbuh menuju bagian dalam atau terlalu dekat dengan cabang lain bisa dikurangi. Sementara itu, tunas yang berada pada posisi yang dibutuhkan bisa dipertahankan.

Kebiasaan ini membantu menjaga bentuk pohon tanpa harus melakukan pemangkasan dalam jumlah banyak sekaligus. Dengan perawatan bertahap, pemilik bisa mengendalikan arah pertumbuhan sejak tunas masih kecil.

8. Jaga Kondisi Pohon Setelah Mulai Berbuah

Ketika pohon mulai menghasilkan bunga dan buah, perawatan tetap perlu dilakukan. Jangan memangkas banyak cabang pada saat tanaman sedang membawa banyak buah karena daun dan cabang masih dibutuhkan untuk menopang pertumbuhan tersebut.

Setelah masa panen selesai, periksa kembali cabang yang tumbuh terlalu panjang atau menuju atas. Bagian tersebut bisa dipangkas secara bertahap untuk menjaga ukuran pohon pada musim berikutnya.

Perawatan setelah panen menjadi bagian yang sering terlewat. Padahal, kondisi pohon setelah buah dipanen menentukan bagaimana tanaman melanjutkan pertumbuhan. Dengan menjaga cabang, air, pupuk, dan area tumbuh, pemilik bisa merawat tanaman untuk menghasilkan buah pada musim berikutnya.

Pertanyaan dan Jawaban Cara Membuat Pohon Rambutan agar Pendek dan Rajin Berbuah

Apakah pohon rambutan bisa dibuat pendek?

Bisa. Tinggi tanaman dapat dikendalikan dengan pemangkasan dan pembentukan cabang sejak tanaman masih muda.

Kapan waktu memangkas pohon rambutan?

Pemangkasan bisa dilakukan setelah masa panen atau ketika terdapat cabang yang tumbuh terlalu panjang dan mengarah ke atas.

Mengapa pohon rambutan tumbuh tinggi tetapi tidak berbuah?

Pertumbuhan tinggi tidak selalu diikuti pembentukan buah. Kondisi tanaman, cahaya, air, nutrisi, dan pemangkasan perlu diperhatikan secara bersamaan.

Apakah pohon rambutan harus sering disiram?

Tidak selalu. Penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi tanah dan curah hujan agar tanaman tidak kekurangan maupun kelebihan air.

Bagaimana agar pohon rambutan cepat berbuah?

Perawatan perlu dilakukan secara menyeluruh dengan mengatur pertumbuhan cabang, menyediakan ruang tumbuh, menjaga kebutuhan air, serta memberikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6