Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS Genggam Saham Perusahaan Kripto Coinbase

Sebelum bergabung, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett menyatakan tidak terlibat urusan kripto selama pejabat etika menangani masalah investasinya.

Diterbitkan 12 September 2026, 15:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Dewan Ekonomi Nasional atau White House National Economic Council Kevin Hassett memiliki saham US$ 1 juta-US$ 5 juta di perusahan raksasa kripto Coinbase pada akhir 2025, saat pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat dengan cepat merombak kebijakan federal terkait kripto. Nilai kepemilikan saham itu setara Rp 17,60 miliar-Rp 88,03 miliar.

Mengutip CNBC, Sabtu (12/9/2026), laporan pengungkapan keuangan tahunan Hassett untuk 2025, yang sebelumnya tidak dipublikasikan mencantumkan investasi itu sebagai saham Coinbase yang hak kepemilikannya resmi diperoleh atau vested. Ia sebelumnya pernah bekerja sebagai penasihat bagi perusahaan itu. Dokumen tersebut menunjukkan ia belum sepenuhnya melepas kepemilikan saham di perusahaan itu meski masa jabatan kedua Trump sudah berjalan hampir 11 bulan.

Walaupun dokumen itu baru saja dirilis, isinya tidak menunjukkan apakah Hassett masih memegang saham itu, karena laporan tersebut hanya mencakup periode 2025.

Tiga hari setelah menjabat pada 2025, Trump membentuk Kelompok Kerja Presiden untuk Pasar Aset Digital di bawah naungan NEC. Perintah eksekutifnya menetapkan posisi Hassett di Gedung Putih atau perwakilan yang ditunjuknya sebagai anggota kelompok tersebut dan mengharuskan rekomendasi akhir kelompok itu disampaikan kepada Trump melalui kantor Hassett.

Kelompok yang, yang dipimpin oleh penasihat kripto Gedung Putih saat itu, David Sacks, kemudian mengusulkan perubahan regulasi besar-besaran yang mencakup pasar aset digital, perbankan, stablecoin dan perpajakan.

Pemerintahan itu juga telah membatalkan kebijakan kripto era Biden, membentuk cadangan bitcoin pemerintah, serta mendorong Kongres untuk menyusun kerangka kerja regulasi federal yang lebih luas.

Hassett, yang menjadi penasihat Coinbase dari 2021 hingga Januari 2025 sebelum bergabung dengan Gedung Putih, menyatakan ia tidak terlibat dalam urusan kripto selama pejabat etika menangani masalah investasinya.

 

Respons Hassett

Gedung Putih menolak menjawab pertanyaan CNBC mengenai apakah Hassett masih memegang saham tersebut atau apakah kepemilikan saham itu menghalanginya untuk menangani masalah-masalah yang berada dalam lingkup tugas kantornya.

Saat CNBC menanyakan perihal saham tersebut pada Juni 2025, Hassett mengatakan belum menjualnya karena tidak ingin menimbulkan kesan ia sedang mengatur waktu penjualan demi keuntungan tertentu (timing the market). Ia mengaku telah menerima arahan dari "pihak yang menangani masalah etika" dan sedang menentukan "apa yang perlu dilakukan."

"Sementara itu, saya telah mengundurkan diri dari penanganan masalah apa pun yang berkaitan dengan kripto," ujar Hassett dalam acara "Squawk Box" di CNBC.

Menanggapi pertanyaan CNBC mengenai laporan keuangan terbaru tersebut, pihak Gedung Putih mengindikasikan sikap untuk tidak terlibat dalam urusan terkait kripto itu masih terus berlanjut.

"Sejak awal, Kevin Hassett telah dan terus mematuhi sepenuhnya semua ketentuan etika, termasuk langkah mengundurkan diri dari keterlibatan dalam segala urusan terkait mata uang kripto," ujar juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, dalam sebuah pernyataan kepada CNBC.

 

Respons Pengamat

Kepemilikan aset tersebut menimbulkan pertanyaan, menurut seorang pakar etika, mengenai apakah kepemilikan saham Hassett di Coinbase menciptakan potensi benturan kepentingan dengan tugas resminya, serta apakah penanganan konflik tersebut melalui langkah pengunduran diri diri (recusal) telah membuat salah satu penasihat ekonomi utama Trump itu tidak terlibat dalam prioritas kebijakan besar yang ditangani oleh dewan yang dipimpinnya.

"Menurut saya, ia menghadapi benturan kepentingan yang nyata, atau setidaknya adanya kesan demikian," kata kepala penasihat hukum sekaligus direktur etika dan antikorupsi di Democracy Defenders Fund, Virginia Canter.

Hal yang belum jelas adalah apa arti langkah pengunduran diri tersebut dalam praktiknya yakni rapat, keputusan, atau diskusi kebijakan mana saja yang dihindari Hassett, serta seberapa besar dampaknya terhadap pekerjaannya sebagai direktur NEC.

 

Muncul Nama Baru di NEC

Laporan akhir kelompok kerja kripto mencantumkan nama Robin Colwell, wakil asisten presiden untuk kebijakan ekonomi nasional sebagai perwakilan NEC, bukan Hassett.

Namun, menurut Canter, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai pengacara bidang etika di Securities and Exchange Commission (SEC), langkah pengunduran diri memiliki keterbatasan dalam mengatasi masalah.

Jika pengunduran diri Hassett mencakup cakupan luas terkait kripto, hal itu bisa membuatnya tidak terlibat dalam bagian penting pekerjaannya, kata dia seperti mengoordinasikan kebijakan ekonomi lintas instansi termasuk Departemen Keuangan, Departemen Perdagangan, SEC, dan Commodity Futures Trading Commission yang semuanya memiliki perwakilan dalam kelompok kerja kripto tersebut.

"Kripto merupakan inisiatif utama pemerintahan Trump," kata Canter.

"Apakah [Hassett] sama sekali tidak meninjau apa pun terkait kripto? Apakah ia tidak berpartisipasi dalam rapat kebijakan apa pun dengan pihak pemerintah? Apakah semua orang tahu untuk tidak membicarakan kripto di hadapannya? Saya meragukannya."

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.