Liputan6.com, Jakarta Strawberry menjadi buah mungil yang kini banyak ditanam sendiri di rumah. Rasa manis-asam yang menyegarkan membuat banyak orang penasaran dengan cara menanam strawberry yang benar.
Kabar baiknya, cara menanam strawberry sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Buah ini bisa tumbuh subur di pot, polybag, maupun bedengan asalkan kebutuhan dasarnya terpenuhi.
Selain menyegarkan, buah merah ini juga kaya vitamin dan antioksidan. Sebagaimana dikutip dari The Old Farmer's Almanac, gula alami pada stroberi cepat berubah menjadi pati begitu buah dipetik, sehingga buah hasil kebun sendiri terasa jauh lebih manis dan segar dibanding yang dibeli di toko.
Advertisement
Cara Menyiapkan Media Tanam dan Bibit Strawberry
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346564/original/060464000_1789180601-pexels-kindelmedia-7456798.jpg)
Fondasi dari cara menanam strawberry yang berhasil terletak pada media tanam yang gembur dan bibit yang berkualitas. Media yang porous serta bibit unggul akan menentukan seberapa cepat tanaman tumbuh dan menghasilkan buah.
Sebagaimana diungkapkan Bonnie Plants, stroberi paling menyukai tanah yang sedikit asam dengan pH sekitar 5,5 hingga 6,8 dan diperkaya kompos. Kondisi tanah yang tepat inilah yang membuat akar dangkal stroberi mampu menyerap nutrisi secara optimal.
Pilih Wadah atau Lahan
Gunakan pot berdiameter minimal 20-30 cm, polybag, atau bedengan di lahan terbuka. Pastikan setiap wadah memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang dan akar tidak busuk.
Racik Media Tanam Porous
Campurkan tanah, pupuk kompos atau pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 1:1:2. Porsi sekam sengaja dibuat lebih banyak supaya media tetap gembur, mudah meneruskan air, dan tidak terlalu banyak menyimpan air.
Atur Keasaman Tanah
Idealnya pH media berada di kisaran 5,5-7. Jika tanah terlalu asam, tambahkan sedikit kapur pertanian; jika kurang subur, perbanyak bahan organik seperti kompos matang.
Tentukan Sumber Bibit
Bibit stroberi bisa berasal dari biji, stek atau stolon, maupun anakan dari rumpun induk. Bibit dari anakan dan stek umumnya tumbuh lebih cepat dan lebih cepat berbuah dibanding menanam dari biji.
Semai Bibit dari Biji
Bila memakai biji, semai di atas tisu lembap atau media semai yang ditempatkan di lokasi sejuk tanpa sinar matahari langsung. Setelah berkecambah dan berdaun cukup, pindahkan bibit ke media tanam permanen secara hati-hati.
Mengacu pada riset Utah State University Extension, bedengan stroberi seluas sekitar 4x8 kaki yang dirawat dengan baik mampu menghasilkan 10-15 pon (kurang lebih 4,5-6,8 kg) buah per tahun selama tiga hingga lima musim. Angka ini menunjukkan bahwa investasi kecil pada persiapan media dan bibit dapat memberi hasil panen yang cukup memuaskan untuk satu keluarga.
Advertisement
Cara Menanam Strawberry di Pot dan Polybag
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346565/original/067385400_1789180601-pexels-mochi-mochi-613800453-18020585.jpg)
Bagian tersulit sekaligus terpenting dari cara menanam strawberry adalah menempatkan bibit pada kedalaman yang pas. Mahkota (crown) tanaman, yaitu titik tumbuh di antara akar dan daun, tidak boleh terkubur terlalu dalam karena berisiko membusuk, namun juga jangan terlalu dangkal sampai akar mudah kering.
Isi Wadah dengan Media
Masukkan media tanam yang sudah diracik hingga sekitar dua per tiga bagian pot atau polybag. Sisakan ruang di bagian atas agar mudah menyiram tanpa air meluber.
Buat Lubang Tanam
Gali lubang sedalam 10-15 cm atau sesuaikan dengan ukuran akar bibit. Untuk anakan, pindahkan bersama tanah asalnya secara perlahan agar akar tidak stres.
Tanam pada Kedalaman yang Tepat
Letakkan bibit sehingga akar tertutup sempurna, tetapi mahkota tetap sejajar dengan permukaan tanah dan terkena udara. Kedalaman yang keliru adalah penyebab paling umum tanaman gagal tumbuh.
Padatkan dan Siram
Tekan tanah di sekitar pangkal batang secara lembut agar bibit berdiri kokoh, lalu siram hingga media basah merata. Hindari menyiram sampai becek pada hari pertama tanam.
Atur Jarak Antar Tanaman
Beri jarak sekitar 30-40 cm antar tanaman supaya sirkulasi udara lancar dan setiap tanaman memperoleh cukup cahaya. Jarak yang terlalu rapat memicu penyakit jamur dan buah yang kecil.
Tempatkan di Lokasi Cerah
Letakkan wadah di area yang mendapat sinar matahari 6-10 jam per hari. Di dataran rendah yang panas terik, gunakan naungan tipis seperti paranet agar daun tidak mengering.
Soal pencahayaan dan jarak tanam ini, Tammy Sons, pendiri TN Nursery, dikutip dari GB News menyatakan, "Tanaman stroberi saya mendapat paparan sinar matahari penuh, sementara saya menjaga jarak 12 hingga 18 inci antar-tanaman agar mereka memiliki cukup ruang untuk berkembang."
Bagi yang memiliki lahan terbatas, ada banyak cara menanam strawberry secara vertikal maupun memanfaatkan barang bekas agar hasil tetap melimpah.
Baca juga: menanam stroberi di gelas plastik bekas agar cepat berbuah
Baca juga: cara menanam stroberi gantung di botol bekas
Baca juga: cara membuat menara strawberry dari galon bekas
Baca juga: menanam stroberi hidroponik dengan pipa PVC
Cara Merawat Tanaman Strawberry agar Cepat Berbuah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321484/original/072951800_1786443015-Untitled2.jpg)
Setelah bibit tertanam, perawatan rutin yang konsisten adalah kunci sesungguhnya dari cara menanam strawberry yang produktif. Penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan pengendalian hama harus berjalan seimbang agar tanaman rajin berbunga dan berbuah.
Air memang penting, tetapi stroberi justru tidak menyukai media yang terlalu basah. Sebaiknya siram di pagi hari dan usahakan air tidak membasahi mahkota atau buah untuk mengurangi risiko jamur seperti busuk kelabu.
Penyiraman Terkontrol
Jaga kelembapan media dengan menyiram secukupnya, terutama saat cuaca kering, dan kurangi saat tanaman mulai berbuah. Karena akar stroberi dangkal, media tidak boleh dibiarkan kering total, tetapi juga jangan sampai tergenang.
Pemupukan BerkalaÂ
Berikan pupuk setiap dua minggu sekali setelah tanaman berumur sekitar dua bulan, dan pilih pupuk tinggi kalium saat fase berbunga. Kalium terbukti mendorong pembentukan gula sehingga buah lebih manis dan berbobot.
Buang Bunga Pertama
Pada tanaman muda, pangkas gelombang bunga pertama agar energi difokuskan untuk membentuk sistem akar yang kuat. Langkah ini membuat panen di kemudian hari jauh lebih berkualitas.
Pangkas Sulur dan Daun Tua
Potong sulur (runner) berlebih serta daun yang tua atau sakit agar nutrisi terkonsentrasi pada buah. Sulur yang sehat justru bisa disimpan untuk dijadikan bibit baru.
Beri Mulsa Jerami
Letakkan jerami kering atau mulsa di bawah buah yang mulai terbentuk supaya buah tetap bersih, kering, dan tidak menyentuh tanah lembap. Mulsa juga membantu menekan gulma dan menjaga kelembapan media.
Kendalikan Hama dan Penyakit
Periksa tanaman secara rutin, pasang jaring untuk menghalau burung, dan semprotkan pestisida yang sesuai bila perlu. Lakukan pula penyiangan gulma dan penggemburan tanah secara hati-hati agar akar tidak terluka.
Soal nutrisi tanah, Faith Redcay, hortikulturis di Longwood Gardens, dikutip dari Martha Stewart Living menyatakan, "Untuk mendapatkan hasil buah terbaik, pastikan tanah Anda memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan."
Berdasarkan data University of Minnesota Extension, satu tanaman stroberi jenis June-bearing bahkan bisa menghasilkan hingga 120 tanaman anakan dalam satu musim melalui sulurnya. Itulah sebabnya pengelolaan sulur menjadi bagian perawatan yang tidak boleh diabaikan.
Satu hal yang sering dilupakan pemula adalah lokasi penanaman. Merujuk publikasi Michigan State University Extension, hindari menanam stroberi di bekas lahan tomat, paprika, terong, atau kentang karena tanaman-tanaman tersebut menjadi inang jamur Verticillium penyebab layu.
Prinsip serupa juga berlaku saat berkebun di pot, di mana sebaiknya Anda tidak menanamnya berdekatan dengan tomat dan sayuran sejenis.
Advertisement
Cara Memanen Strawberry dan Penanganan Pasca Panen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429291/original/021343300_1764579561-tanaman_stroberi.jpg)
Tahap memanen adalah puncak dari seluruh rangkaian cara menanam strawberry yang telah dijalani. Waktu petik yang tepat sangat menentukan rasa, karena stroberi tidak akan bertambah manis setelah dipetik dari tanaman.
Sebagaimana disampaikan University of Missouri Extension, stroberi dapat menghasilkan panen dalam waktu sekitar 13 bulan setelah tanam dan terus berproduksi baik hingga empat tahun jika dirawat dengan benar. Namun untuk tanaman dari stek atau anakan di iklim tropis, buah biasanya sudah bisa dinikmati jauh lebih cepat.
-
Kenali Ciri Buah Matang: Panen hanya buah yang sudah berwarna merah merata di seluruh permukaannya. Daging buah terasa kenyal dan sedikit empuk saat disentuh, sementara tangkai berubah agak kecokelatan.
-
Petik di Waktu Sejuk: Lakukan pemetikan pada pagi hari atau saat suhu tidak terlalu panas agar buah dalam kondisi paling segar. Buah yang dipetik saat terik cenderung lebih cepat layu.
-
Gunakan Gunting atau Pisau: Potong tangkai dengan gunting khusus atau pisau tajam dan sisakan sedikit tangkai pada buah. Menyisakan tangkai membantu buah lebih awet dan tidak cepat busuk.
-
Segera Konsumsi atau Simpan: Nikmati stroberi sesegera mungkin karena buah ini tidak tahan lama setelah matang. Jika belum dikonsumsi, simpan di wadah berventilasi di dalam kulkas tanpa dicuci lebih dulu.
-
Remajakan Tanaman Setelah Panen: Pada stroberi jenis musiman, pangkas daun-daun tua di atas mahkota setelah masa panen usai agar daun baru yang sehat tumbuh kembali. Peremajaan berkala ini menjaga produktivitas hingga beberapa musim.
Mengenai penanda buah siap petik, Jim Floor, managing director perusahaan penanam beri Hall Hunter, dikutip dari AOL menyatakan, "Mereka tidak selalu mudah lepas dari tangkainya. Jika buah lepas dengan mudah, mungkin sudah terlalu matang."
Agar hasil panen tidak terbuang, penting memahami teknik menyimpannya agar tetap segar lebih lama. Stroberi berkulit tipis dan mudah rusak, sehingga cara penyimpanan yang benar sama pentingnya dengan cara menanamnya.
Baca juga: cara menyimpan stroberi agar tidak cepat berjamur di kulkas
Baca juga: cara mengawetkan stroberi agar tahan hingga 5 hari
Baca juga: cara menyimpan stroberi agar tetap segar dan tahan lama
Kesalahan Umum dan Rahasia Strawberry Manis serta Lebat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5518558/original/090643000_1772512182-stoberi.jpg)
Banyak tanaman stroberi gagal berbuah bukan karena varietasnya jelek, melainkan karena kesalahan perawatan yang sebenarnya mudah dihindari. Dengan mengenali pola kesalahan ini, panen di rumah bisa jauh lebih maksimal.
Para ahli menyebut bahwa kombinasi sinar matahari penuh, penyerbukan yang cukup, penyiraman konsisten, dan pemilihan varietas yang tepat lebih menentukan kualitas buah dibanding sekadar menambah pupuk. Berikut beberapa titik rawan yang paling sering ditemui beserta solusinya.
-
Kurang Sinar Matahari: Stroberi yang ditanam di tempat teduh akan tetap tumbuh, tetapi buahnya kecil dan hambar. Pastikan tanaman mendapat cahaya penuh minimal 6-8 jam setiap hari.
-
Penyiraman yang Keliru: Terlalu banyak air memicu busuk akar, sedangkan kekurangan air membuat buah gagal berkembang. Kuncinya adalah menjaga media tetap lembap, bukan basah kuyup.
-
Menanam Terlalu Dalam: Mengubur mahkota tanaman adalah kesalahan klasik yang membuat batang membusuk. Selalu posisikan mahkota tepat di permukaan media.
-
Tanaman Terlalu Rapat: Kepadatan berlebih memicu persaingan cahaya dan kelembapan yang mengundang penyakit. Beri jarak tanam yang cukup dan buang tanaman yang terlalu tua.
-
Penyerbukan Tidak Sempurna: Bunga yang tidak terserbuki dengan baik menghasilkan buah kecil dan bentuknya tidak beraturan. Mengundang serangga penyerbuk atau membantu penyerbukan manual dengan kuas lembut sangat dianjurkan.
-
Wadah Terlalu Kecil: Pot yang mungil membuat media cepat kering dan tanaman kekurangan nutrisi. Pilih wadah yang lebih besar agar akar leluasa berkembang.
-
Lupa Meremajakan Tanaman: Rumpun yang terlalu tua dan penuh sulur produktivitasnya menurun drastis. Lakukan peremajaan dan ganti tanaman induk secara berkala.
-
Salah Memilih Varietas: Tidak semua varietas cocok dengan iklim setempat. Pilih varietas unggul yang teruji sesuai kondisi dataran tinggi atau rendah tempat Anda menanam.
Tentang pentingnya sinar matahari yang berkaitan langsung dengan penyerbukan, Dr. Melissa Broussard, ilmuwan fisiologi dan penyerbukan tanaman buah di Plant & Food Research, dikutip dari Waikato Times menyatakan, "Stroberi idealnya ingin berada di bawah sinar matahari penuh. Ini membantu mereka mendapatkan cukup cahaya dan nutrisi untuk membuat buah, tetapi juga membuat bunga lebih terlihat oleh serangga penyerbuk."
Mengutip tinjauan yang dipublikasikan melalui ScienceDirect, penyerbukan oleh serangga terbukti meningkatkan ukuran dan bobot buah, memperbaiki cita rasa, sekaligus mengurangi malformasi pada stroberi. Karena itu, menghadirkan bunga-bunga pengundang serangga di sekitar kebun kecil Anda bisa menjadi rahasia sederhana untuk buah yang lebih besar.
Untuk urusan wadah, Bob Flowerdew, pakar berkebun untuk Homes & Gardens, dikutip dari Homes & Gardens menyatakan, "Banyak orang memperoleh panen yang mengecewakan karena tanaman mereka mengering dan kelaparan ketika ditanam dengan sedikit kompos di wadah yang terlalu kecil."
Pada akhirnya, kesabaran adalah bahan utama yang tidak bisa digantikan. Selain bisa dijadikan hobi yang menenangkan, hasilnya pun bermanfaat karena stroberi dikenal baik untuk menjaga kesehatan jantung, membantu menurunkan kolesterol, hingga berpotensi mencegah kanker.
Buah ini juga kaya vitamin C, mendukung kesehatan kulit dan rambut, membantu menjaga kesehatan mata, serta kaya antioksidan. Dengan begitu, menanam stroberi di rumah bukan sekadar mempercantik pekarangan, tetapi juga menyediakan sumber buah segar dan sehat untuk keluarga.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Strawberry
Berapa lama strawberry mulai berbuah setelah ditanam?
Waktu berbuah tergantung asal bibit dan perawatannya. Tanaman dari stek atau anakan biasanya mulai berbunga sekitar dua bulan setelah tanam dan berbuah optimal setelah usia sekitar empat bulan, sedangkan yang ditanam dari biji membutuhkan waktu lebih lama. Buang bunga pertama agar tanaman lebih kuat sebelum benar-benar dibiarkan berbuah.
Apakah strawberry bisa ditanam di dataran rendah?
Bisa, meskipun secara alami stroberi lebih menyukai dataran tinggi yang sejuk. Di dataran rendah diperlukan perlakuan khusus seperti penyiraman rutin dua kali sehari, penggunaan paranet untuk mengurangi panas, dan pemilihan media yang mampu menjaga kelembapan akar. Buah yang dihasilkan mungkin berukuran lebih kecil, tetapi tetap bisa tumbuh subur dengan teknik yang tepat.
Kenapa tanaman strawberry tidak berbuah?
Penyebab paling umum adalah kurangnya sinar matahari, penyerbukan yang tidak sempurna, serta pemupukan yang tidak seimbang, khususnya kelebihan nitrogen yang membuat daun rimbun tetapi buah sedikit. Penyiraman yang keliru, tanaman terlalu rapat, dan pemilihan varietas yang tidak cocok juga sering menjadi biang keladinya. Perbaiki faktor-faktor tersebut secara bertahap agar tanaman kembali produktif.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033320/original/056331500_1580109526-20200127-Ekspresi-Peserta-Tes-CPNS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346032/original/030931700_1789106579-FALSE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5915972/original/037479900_1778814441-unnamed__31_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342609/original/043600500_1788780135-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337810/original/065261800_1788257461-01M1DQJQDRYK4Z31GMY26XSGBB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324045/original/010208000_1786689036-m5IrZaohWqFIibgu17iNeodGFmnNnRDuHqsPIFyE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309064/original/066327000_1785218010-1d2ff26b-ccc9-4cb0-b641-7cd1bbb266e9.jpg)