Listrik Padam Imbas El Nino, Bahlil Panggil PLN

Produksi PLTA anjlok imbas El Nino, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia panggil PLN bahas solusi gangguan listrik di daerah.

Diterbitkan 16 September 2026, 17:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, bakal memanggil jajaran PT PLN (Persero) untuk membahas gangguan kelistrikan di sejumlah daerah. Masalah ini dipicu oleh merosotnya produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) akibat kemarau panjang El Nino.

Bahlil mengaku siap menggelar rapat terbatas (ratas) dengan PLN setelah mengantongi data pemetaan kendala kelistrikan, salah satunya penurunan produksi PLTA di Sulawesi Selatan.

"Pertama, laporan yang saya terima bahwa di Sulawesi Selatan, itu kan ada beberapa pembangkit yang memang kita pakai PLTA dan akibat El Nino ini kan daya kekuatan air itu berkurang. Maka kita sudah mencari solusi adalah mengganti sementara dengan pembangkit yang lain," ungkap Bahlil di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Sebagai informasi, PLN mencatat performa beberapa pembangkit di Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) merosot akibat El Nino. Beberapa yang terdampak di antaranya PLTA Poso, Bakaru, Malea, hingga sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM).

Tak hanya di Sulawesi, Bahlil juga menyoroti gangguan suplai listrik di Kalimantan yang dipicu oleh pemeliharaan pembangkit. Ia memastikan akan mendata seluruh daerah lain yang mengalami kendala serupa.

"Kemudian juga kita tahu bahwa di Kalimantan juga ada terjadi kekurangan karena ada perbaikan power plant-nya. Daerah-daerah lain sebentar kita akan rapatkan dengan PLN untuk kita mitigasi sejak awal," jelasnya.

Siap Ambil Tanggung Jawab

Meski Kementerian ESDM bertindak sebagai regulator dan PLN sebagai eksekutor, Bahlil menegaskan dirinya tidak akan melempar tanggung jawab atas gangguan listrik yang dialami masyarakat.

"Kami akan berkoordinasi dengan PLN, sekalipun memang ESDM itu kan regulator, implementasinya itu ada di PLN, tapi begitu listrik mati tetap yang disalahkan ESDM gitu kan kira-kira," ucap Bahlil.

"Ya itu konsekuensi, nggak boleh kita lari dari tanggung jawab pemimpin itu kan harus berani mengambil tanggung jawab. Jadi ini akan saya selesaikan dengan RUPTL ini memang sore ini kami ada ratas menyangkut dengan PLN," lanjutnya.

Dirut PLN Turun Ke Lapangan

Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, meninjau langsung penanganan pembangkit di Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Darmawan mengecek perbaikan PLTU Jeneponto berkapasitas 2 x 100 megawatt (MW) milik swasta yang sempat mengalami gangguan teknis hingga menggerus pasokan listrik harian.

"Setiap megawatt sangat berarti dalam kondisi seperti ini. Karena itu, kami membantu mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto agar dapat segera kembali masuk ke sistem. Bersamaan dengan itu, kami terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan pasokan," ujar Darmawan dalam keterangan resminya.

Darmawan menjelaskan, sistem kelistrikan Sulbagsel memang mengalami tekanan berat akibat merosotnya kapasitas pembangkit hidro. Dampak hidrologi El Nino membuat produksi PLTA menurun drastis, di mana kemampuan agregat pembangkit hidro anjlok dari 850 MW menjadi 250 MW—atau susut hingga 600 MW.

Guna mengatasi defisit pasokan, PLN mempercepat perbaikan fasilitas, mengoptimalkan pembangkit yang ada, hingga menyiapkan tambahan kapasitas mencapai 627 MW.

"Seluruh langkah ini kami jalankan secara paralel. Kami menargetkan pada akhir September 2026 pasokan dan kebutuhan listrik Sulbagsel dapat berangsur seimbang kembali. Prosesnya kami kawal dan evaluasi dari hari ke hari," tegas Darmawan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6