Kronologi Polisi Tembak Pencuri hingga Warga Geruduk Mapolres Sumba Barat

Warga menggeruduk kantor polisi sambil membawa jenazah.

Diterbitkan 16 September 2026, 17:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aksi warga menggeruduk Mapolres Sumba Barat sambil membawa jenazah dan membakar mobil dinas, dipicu oleh peristiwa penembakan terhadap pencuri ternak. Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) membeberkan kronologi penembakan yang menewaskan pencuri ternak berinisial JT (39) tersebut.

Penembakan terjadi di kediaman JT, Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Sumba Barat, NTT, Selasa (15/9/2026) pagi.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra menuturkan, kejadian itu bermula saat tim gabungan Polres Sumba Barat menangkap dua pelaku pencurian dan kekerasan, yakni ASBL dan KY.

Keduanya ditangkap pukul 02.00 WITA. Setelah diinterogasi, terungkap ada keterlibatan dua pelaku lain masing-masing inisial YKM dan JT. Polisi kemudian menangkap YKM di kediamannya pukul 06.00 WITA.

Selanjutnya, polisi mendatangi rumah JT sekitar pukul 09.40 WITA. Namun, saat hendak ditangkap, JT menyerang polisi dengan sebilah parang. Polisi langsung melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali. Namun, JT mengabaikan tembakan peringatan itu lalu berupaya melarikan diri.

Saat itu, polisi melepaskan tembakan untuk melumpuhkan di bagian kakinya. Saat bersamaan, ia terjatuh sehingga peluru mengenai bahu kanan.

Setelah tertembak, polisi membawa JT ke Rumah Sakit Kristen Lende Moripa sekitar pukul 10.00 WITA untuk mendapatkan penanganan medis darurat, tetapi dinyatakan meninggal sekitar pukul 10.20 WITA.

"Kami menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Sebagai bentuk empati, kami juga mendampingi proses visum luar, menyediakan peti jenazah hingga memberikan pengawalan pengantaran jenazah ke rumah duka," ungkap Henry.

Polda NTT mengimbau masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta pihak keluarga untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar. Hal itu bertujuan agar situasi kamtibmas di Sumba Barat kembali kondusif.

"Percayakan seluruh proses penanganan hukum ini secara transparan kepada pihak kami," jelas Henry.

 

Geruduk Mapolres

Pasca kematian JT, massa membawa jenazah menggeruduk Polres Sumba Barat, Selasa (15/9/2026). Massa merusaki sejumlah fasilitas dan membakar mobil dinas Polri.

Dari sejumlah video viral yang beredar luas di media sosial, massa terlihat membawa peti jenazah ke Polres Sumba Barat sebagai bentuk protes atas insiden penembakan tersebut. Mereka terlihat membawa parang lalu merusak fasilitas di Polres Sumba Barat.

Sejumlah personel terlihat bersiaga membawa senjata laras panjang untuk mengamankan lokasi. Tak berselang lama, bunyi letusan diduga senjata api terdengar dari dalam Polres Sumba Barat. Massa yang panik langsung kabur berhamburan dari lokasi.