Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) meresmikan Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) Pulau Rengit di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, untuk meningkatkan layanan listrik masyarakat dari sebelumnya 12 jam menjadi 24 jam per hari.
PLN mengintegrasikan energi surya, baterai atau Battery Energy Storage System (BESS), turbin angin, dan fuel cell hidrogen dalam sistem GEET Pulau Rengit. Sistem tersebut menggantikan ketergantungan masyarakat terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang sebelumnya hanya beroperasi sekitar 12 jam sehari.
"Technopark Pulau Rengit merupakan technopark pertama yang secara resmi dioperasikan PLN. Dengan memanfaatkan energi surya, BESS, turbin angin, dan fuel cell hidrogen, kami berharap dapat meningkatkan efisiensi penyediaan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel,” ujar Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Edwin Nugraha Putra kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).
Advertisement
GEET Pulau Rengit melayani sekitar 150 jiwa atau 45 kepala keluarga yang mayoritas bekerja sebagai nelayan. Peningkatan pasokan listrik tersebut juga membuka peluang kegiatan produktif melalui fasilitas cold storage untuk menyimpan hasil tangkapan dan penerapan konsep agrovoltaik untuk pertanian.
Edwin mengatakan, PLN akan mengevaluasi kinerja sistem GEET Pulau Rengit untuk melihat peluang penerapan teknologi serupa di wilayah lain. “Sistem ini selanjutnya akan dievaluasi untuk melihat peluang penerapan dan replikasinya di wilayah lain,” katanya.
GM PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung Ira Savitri mengatakan GEET Pulau Rengit memperkuat keandalan layanan listrik di wilayah kepulauan.
"GEET Pulau Rengit menjadi momentum penting dalam menghadirkan layanan listrik 24 jam, dari sebelumnya 12 jam, sekaligus memperkuat pelayanan kelistrikan di wilayah kepulauan,” ujar Ira.
Pulau Rengit sebagai Ruang Rengit
GM PLN Puslitbang Mochamad Soleh mengatakan PLN menjadikan Pulau Rengit sebagai ruang riset untuk mengembangkan model energi hijau bagi pulau terpencil.
"Jika terbukti beroperasi andal 24 jam, pengalaman ini dapat menjadi blueprint untuk pengembangan sistem energi hijau di pulau-pulau terpencil lainnya," ujar dia.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Sripeni Inten Cahyani mendukung pengembangan GEET sebagai penerapan hasil riset untuk memperkuat ketahanan energi. Direktur Energi Baru Kementerian ESDM Senda Hurmuzan Kanam juga menilai pengembangan tersebut sejalan dengan roadmap hidrogen nasional.
Advertisement
Dorong Pemanfaatan Pasokan Listrik
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mendorong pemanfaatan pasokan listrik 24 jam untuk meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat.
"Kami akan mendorong investasi, termasuk pengembangan perkebunan dan industri pengolahan kelapa, sehingga energi listrik dapat dimanfaatkan secara optimal," ujar Hidayat.
PLN mengembangkan GEET Pulau Rengit melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga riset. UGM mengembangkan fuel cell, UNS mengembangkan baterai, dan UBB mengembangkan konsep agrovoltaik dalam ekosistem tersebut.
PLN menargetkan GEET Pulau Rengit menjadi ruang pembelajaran dan pengujian teknologi energi hijau yang dapat direplikasi untuk memperluas akses listrik bersih, andal, dan berkelanjutan di wilayah kepulauan Indonesia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318340/original/035315600_1786092351-Screenshot_2026-08-07_154428.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409778/original/074363200_1682745589-PPATK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5076614/original/005073700_1735891853-WhatsApp_Image_2025-01-03_at_13.23.46_7350d5d3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5345823/original/061462700_1757574354-1000016136.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325722/original/028245400_1786929179-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_07.34.58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325721/original/017541500_1786928920-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_07.35.01__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325484/original/009365700_1786869198-Dirut_PLN_Darmawan_Prasodjo_kunjungan_kerja_ke_NTT-16_Agustus_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4903824/original/008572000_1722223778-PLN_Persero_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325649/original/035551200_1786890551-WhatsApp_Image_2026-08-16_at_21.20.41.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325492/original/055070700_1786869585-Petugas_PLN-16_Agustus_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4964647/original/050104500_1728482453-PLN_Flores.jpg)