Liputan6.com, Jakarta - Menjaga kebersihan kandang penting untuk kesehatan dan kenyamanan burung. Dengan menerapkan cara membuat kandang burung hias tetap bersih dan tidak bau, risiko penyakit, stres, serta bau tidak sedap dapat diminimalkan.
Perawatan kandang tidak hanya dilakukan dengan membersihkan kotoran secara rutin. Pemilihan material, alas, peralatan, serta desain kandang juga perlu diperhatikan agar proses perawatan lebih mudah dan lingkungan burung tetap nyaman.
Artikel Liputan6.com, Rabu (16/9/2026), ini akan membahas tentang cara membuat kandang burung hias tetap bersih dan tidak bau. Pencegahan bau juga membutuhkan sirkulasi udara yang baik, kontrol kelembapan, dan pengaturan pakan. Pembersihan yang tepat juga perlu dilakukan dengan hati-hati agar burung tidak stres selama kandangnya dirawat.
Advertisement
1. Bersihkan Kotoran dan Sisa Pakan Setiap Hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505496/original/089255800_1771388344-Gemini_Generated_Image_qotv6jqotv6jqotv.png)
Kotoran dan sisa pakan yang dibiarkan menumpuk dapat menjadi sumber bau serta tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Karena itu, bersihkan bagian dasar kandang setiap hari, terutama area yang sering terkena kotoran. Buang juga sisa makanan yang jatuh atau tercecer agar tidak membusuk.
Pembersihan ringan dapat dilakukan pada pagi hari setelah burung beraktivitas dan makan. Dengan kebiasaan ini, kandang tetap lebih higienis sekaligus mengurangi penumpukan kotoran yang membuat lingkungan burung menjadi tidak nyaman.
Advertisement
2. Cuci Tempat Makan dan Minum Secara Rutin
Tempat makan dan minum perlu dibersihkan setiap hari karena sisa pakan dan air yang kotor dapat menjadi media pertumbuhan mikroorganisme. Cuci wadah menggunakan air bersih dan sabun ringan yang aman untuk hewan peliharaan, kemudian bilas hingga tidak ada sisa bahan pembersih.
Pastikan wadah benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Kebersihan tempat makan dan minum tidak hanya membantu mengurangi bau, tetapi juga menjaga burung tetap mendapatkan makanan dan air dari wadah yang higienis.
3. Ganti Alas Kandang Secara Berkala
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505493/original/067559700_1771388343-Gemini_Generated_Image_v4pltkv4pltkv4pl.png)
Alas kandang berfungsi menampung kotoran, sisa makanan, dan debu sehingga perlu diganti secara rutin. Koran atau bahan alas lain yang digunakan sebaiknya diganti setiap hari, terutama jika sudah basah atau banyak terkena kotoran.
Jangan membiarkan alas lembap terlalu lama karena kondisi tersebut dapat memicu bau dan pertumbuhan jamur. Pilih bahan yang mudah diganti dan dibersihkan agar perawatan lebih praktis. Kandang dengan alas yang bersih juga membuat lingkungan burung terasa lebih nyaman.
Advertisement
4. Cuci Kandang Secara Menyeluruh Setiap Minggu
Selain pembersihan ringan setiap hari, kandang perlu dicuci secara menyeluruh setidaknya satu hingga dua kali seminggu. Lepaskan baki penampung kotoran, tangkringan, dan perlengkapan lain sebelum dibersihkan. Gunakan air bersih dan sabun ringan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada jeruji maupun permukaan kandang.
Sikat bagian yang sulit dijangkau, kemudian bilas hingga bersih. Setelah itu, keringkan seluruh bagian sebelum burung kembali ditempatkan di dalam kandang agar tidak ada bagian yang masih lembap.
5. Gunakan Bahan Pembersih yang Aman untuk Burung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505492/original/007704100_1771388343-Gemini_Generated_Image_dv7vnidv7vnidv7v.png)
Pemilihan bahan pembersih penting karena burung cukup sensitif terhadap bahan kimia dan aroma yang kuat. Gunakan sabun khusus hewan peliharaan atau produk pembersih yang memang aman untuk kandang burung. Hindari penggunaan deterjen atau bahan kimia keras secara sembarangan.
Jika menggunakan disinfektan, ikuti petunjuk pemakaian dan pastikan kandang dibilas hingga bersih. Kandang juga harus benar-benar kering serta bebas dari aroma menyengat sebelum burung dimasukkan kembali untuk menghindari paparan bahan yang dapat mengganggu kenyamanannya.
Advertisement
6. Pastikan Ventilasi dan Sirkulasi Udara Baik
Sirkulasi udara yang baik membantu menjaga kandang tetap kering sekaligus mengurangi penumpukan bau dari kotoran dan sisa pakan. Letakkan kandang di area dengan pertukaran udara yang cukup, tetapi hindari lokasi yang terkena angin kencang secara langsung.
Ventilasi juga membantu mengurangi kelembapan yang dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur. Selain memperhatikan lokasi, desain kandang sebaiknya memiliki ruang terbuka yang cukup agar udara dapat bergerak dengan baik tanpa mengurangi rasa aman dan nyaman bagi burung.
7. Keringkan atau Jemur Kandang Setelah Dibersihkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505494/original/028080400_1771388344-Gemini_Generated_Image_l1lfvbl1lfvbl1lf.png)
Kandang yang masih basah setelah dicuci dapat menjadi lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur dan mikroorganisme. Karena itu, pastikan seluruh bagian kandang benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Jika memungkinkan, kandang dapat dijemur di bawah sinar matahari setelah proses pencucian.
Selain membantu menghilangkan kelembapan, proses pengeringan juga membuat kandang lebih segar. Namun, burung sebaiknya dipindahkan terlebih dahulu ke tempat yang aman selama proses pembersihan dan penjemuran agar tidak terpapar panas berlebihan.
Advertisement
8. Jaga Kelembapan Kandang agar Tetap Terkontrol
Kelembapan yang terlalu tinggi dapat membuat kandang lebih mudah berbau dan menjadi tempat berkembangnya bakteri maupun jamur. Periksa kondisi alas kandang secara rutin, terutama jika terkena air minum atau kotoran yang basah. Segera ganti bagian yang lembap agar tidak dibiarkan terlalu lama.
Pastikan area sekitar kandang juga tidak terlalu lembap dan memiliki sirkulasi udara yang cukup. Dengan menjaga kondisi kandang tetap kering, kebersihan lebih mudah dipertahankan dan bau tidak sedap dapat diminimalkan.
9. Atur Porsi Pakan agar Tidak Menjadi Sumber Bau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504713/original/083141800_1771290077-3.jpg)
Pemberian pakan dalam jumlah berlebihan dapat membuat lebih banyak makanan tercecer di dalam kandang. Sisa pakan yang bercampur dengan kotoran dan kemudian membusuk dapat menjadi salah satu sumber bau tidak sedap. Berikan pakan sesuai kebutuhan burung dan perhatikan jenis makanan yang diberikan.
Segera buang sisa makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi. Kebiasaan ini membantu menjaga area kandang tetap bersih sekaligus mengurangi pekerjaan saat melakukan pembersihan harian.
Advertisement
10. Pindahkan Burung Saat Kandang Dibersihkan
Untuk membersihkan kandang secara menyeluruh, pindahkan burung terlebih dahulu ke sangkar sementara atau tempat yang aman. Langkah ini membantu mengurangi risiko burung terkena air sabun, disinfektan, atau bahan pembersih lainnya. Memindahkan burung juga membuat proses pembersihan lebih leluasa sehingga setiap bagian kandang dapat dibersihkan dengan optimal.
Setelah selesai, pastikan kandang sudah dibilas, kering, dan tidak memiliki aroma bahan pembersih sebelum burung dikembalikan. Usahakan rutinitas pembersihan dilakukan pada waktu yang konsisten agar burung tidak mudah stres.
Pertanyaan Seputar Cara Membuat Kandang Burung Hias Tetap Bersih dan Tidak Bau
Seberapa sering kandang burung hias harus dibersihkan?
Kandang burung hias memerlukan pembersihan harian untuk kotoran dan tempat makan/minum, pembersihan mingguan secara menyeluruh dengan sabun dan air, serta disinfeksi bulanan untuk membunuh kuman. Kandang burung kenari sebaiknya dibersihkan total 1 hingga 2 kali seminggu.
Bahan pembersih apa yang aman untuk kandang burung?
Gunakan sabun khusus hewan peliharaan atau cairan pembersih yang aman. Disinfektan khusus kandang seperti SEMPATI, DESTAN PLUS, Rodalon, atau EN4C juga direkomendasikan. Larutan cuka dan air (1:9) atau air bersih tanpa aroma kuat juga efektif. Hindari bahan kimia keras seperti deterjen biasa.
Bagaimana cara mencegah bau tidak sedap pada kandang burung?
Pastikan kandang memiliki sirkulasi udara yang baik dan jemur di bawah sinar matahari setelah dibersihkan. Jaga kelembapan kandang, berikan porsi pakan yang pas untuk menghindari sisa makanan membusuk, dan pilih lokasi kandang yang nyaman namun tidak terlalu jauh dari jendela.
Apa saja pilihan alas kandang yang baik untuk burung hias?
Pilihan alas kandang meliputi koran atau pasir khusus (ganti harian), sekam padi, serbuk kayu atau serbuk gergaji, spons tebal dan lentur, ram mesh galvanis, wood pellet, dan batu kapur (untuk aviary). Setiap alas memiliki keunggulan masing-masing dalam menyerap kotoran dan menjaga kebersihan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191453/original/000691000_1744960231-RaziaNTB1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314286/original/024914700_1785742099-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T142618.819.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496780/original/008517100_1770603779-bpjs.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5106272/original/077387000_1737601756-Bp2mi1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349439/original/048719400_1789528270-412c402d-8e20-4f4e-a26a-49e6e6a86080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8394948/original/074452500_1782275694-tanaman_dekat_kandang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5409078/original/004415700_1762845898-TAMANBURUNG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7735024/original/072009200_1780540978-cara_membuat_kandang_mini_dari_kaleng_bekas_3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6279211/original/086063400_1779154087-Gemini_Generated_Image_2frjdw2frjdw2frj.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349411/original/039561500_1789526575-Pohon_kerdil_vs_pohon_besar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349436/original/014194200_1789527872-67f86535-c8e1-4575-bc34-d50f945c5650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349380/original/035738200_1789525824-HL_Jasa_Edit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347510/original/012418400_1789347672-9ada95e3-17b8-4246-ab66-23f45097489a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262304/original/038065000_1781777815-2903037289753758891.jpeg)