Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali sebagai PM Israel

Mantan Presiden AS Donald Trump memuji Benjamin Netanyahu sebagai 'perdana menteri pejuang yang hebat' dan mitra perdamaian.

Diterbitkan 19 Oktober 2026, 20:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (18/10) menyatakan dukungannya kepada sekutunya, Benjamin Netanyahu, yang tengah berjuang memperkuat posisinya menjelang pemilihan parlemen Israel pekan depan.

Trump memuji Netanyahu sebagai "perdana menteri pejuang yang hebat" sekaligus mitra perdamaian. Ia juga memuji Netanyahu karena bergabung dengan AS dalam melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari.

Konflik yang kini memasuki bulan ketujuh tersebut telah mengganggu pasar energi global dan menimbulkan kekacauan di Timur Tengah. Perang itu juga merusak infrastruktur penting serta mengguncang perekonomian negara-negara di kawasan tersebut.

"Bibi Netanyahu telah menunjukkan keteguhan, keberanian, dan kecemerlangan di tengah perlawanan yang sangat besar, termasuk dari dalam Israel sendiri," tulis Trump dalam unggahan di platform Truth Social.

"Terlepas dari semua itu, dia mampu bertahan dan bahkan berkembang! Saya telah menyaksikan Bibi melewati masa-masa yang paling sulit. Pria atau wanita biasa dalam situasi seperti itu mungkin akan menyerah di bawah tekanan. Namun, Bibi tidak menyerah. Dia justru semakin kuat dan mempertahankan kekuatan yang sama hingga hari ini," lanjut Trump.

Dalam pesannya yang ditujukan kepada "Rakyat Israel yang Hebat", Trump juga menyampaikan dukungan penuh bagi Netanyahu untuk kembali menjabat sebagai perdana menteri.

"Semoga surat ini menjadi bukti dukungan saya yang sepenuhnya dan tanpa syarat kepada Bibi Netanyahu dalam pemilihan mendatang untuk kembali menjabat sebagai Perdana Menteri Israel," tulis Trump.

 

Dukungan Trump Belum Tentu Dongkrak Elektabilitas Netanyahu

Dukungan Trump belum tentu mampu meningkatkan posisi Netanyahu dan partai sayap kanannya, Likud, dalam pemilihan nasional pada 27 Oktober mendatang.

Dukungan publik Israel terhadap Trump dilaporkan menurun di tengah perbedaan pandangan antara Israel dan AS mengenai Iran.

Sejumlah jajak pendapat menunjukkan belum ada kandidat yang memiliki jalan yang jelas untuk meraih kekuasaan. Di Israel, perdana menteri dipilih melalui pembentukan koalisi di parlemen, bukan melalui pemungutan suara langsung oleh rakyat.

Pemilihan mendatang menjadi pemungutan suara pertama di Israel sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang mengguncang negara tersebut dan menjerumuskan Timur Tengah ke dalam gejolak.

Israel kemudian terlibat dalam perang di Gaza, Lebanon, dan Iran.

Hasil pemilihan akan menentukan apakah Netanyahu tetap berkuasa setelah salah satu periode paling menentukan dalam sejarah Israel, atau justru dikalahkan oleh para pesaing dari kubu tengah yang menjanjikan era baru.

Netanyahu segera menyampaikan terima kasih kepada Trump melalui platform X.

"Bersama-sama kita akan menuntaskan misi ini!" tulis Netanyahu.

Dukungan Trump kepada Netanyahu juga menjadi bagian dari langkahnya yang menyimpang dari tradisi lama AS, yakni secara terbuka mendukung kandidat dalam pemilihan umum di negara lain. Sebelumnya, Trump juga memberikan dukungan kepada kandidat dalam pemilihan di Hungaria, Kolombia, Argentina, Jepang, dan Honduras.